MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH : THE OPPOSITE OF MIRACLE

MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

Sutradara : Jose Poernomo

Produksi : Soraya Intercine Films, 2013

MBDA12 

            Have you ever heard ofThe Miracle Worker’? Atau mungkin nama Helen Keller? Karya yang jadi awalnya jadi otobiografi pemilik nama yang hidup dari tahun 1880 hingga 1968, ‘The Story Of My Life’, yang lantas menginspirasi sederet adaptasi berupa film layar lebar, televisi dan teater mungkin merupakan salah satu kisah paling inspiratif yang pernah ada. Tentang seorang anak perempuan buta dan tuli sejak kecil, nyaris bisu dan berperilaku feral atau liar bak anak hutan, namun di bawah bimbingan seorang guru bernama Anne Sullivan berhasil hidup sebagai sosok begitu spesial sebagai penulis, aktivis politik bahkan pengajar terkenal. Yang paling dikenal tentu saja ‘The Miracle Worker’, based on the name given by famous author Mark Twain, film tahun 1962 yang memberikan Oscar untuk Anne Bancroft dan Patty Duke, masing-masing memerankan Anne dan Helen juga dari teater Broadway-nya. Bagi generasi jauh di bawahnya, ada ‘Black’ dari Sanjay Leela Bhansali yang dibintangi Amitabh Bachchan dan Rani Mukerji. Another loosely inspired Bollywood movie from Helen Kellers tale.

MBDA4

            So, katanya, novel besutan Tere Liye yang jadi source dari film ini dengan judul sama, ‘Moga Bunda Disayang Allah’, memang terinspirasi dari kisah hidup Helen Keller tadi. Oke. Di luar kegagalan cukup parah dua adaptasi novelnya, ‘Hafalan Shalat Delisa’ dan ‘Bidadari-Bidadari Surga’, kita tak bisa juga menepis fenomena yang ada dibalik kesuksesan Tere Liye menempatkan karya-karyanya sebagai novel-novel best seller. Penggunaan kata-kata puitis secara over the top yang (katanya) berhasil menggugah hati para pembacanya dengan dasar kisah-kisah melodramatis yang memang akrab sekali buat kalangan pembaca novel-novel lokal kebanyakan, itu memang kecenderungan pasar. Tapi adaptasi, itu lain soal. Nama Jose Poernomo dengan style visual yang melebihi substansi film-filmnya sendiri, bagi sebagian orang, mungkin masih bisa terlihat menarik dalam polesan-polesannya. Mungkin.

MBDA5

            Dibalik traumanya dalam sebuah peristiwa yang menewaskan sejumlah anak-anak di sebuah badai yang menerjang kapal, Karang (Fedi Nuril) mengasingkan diri ke sebuah pulau dan menjadi pemabuk. Namun permintaan pasangan suami istri (Alya Rohali & Donny Damara) pada Karang untuk menjadi guru buat Melati (Chantika Zahra), seorang anak perempuan buta-tuli yang tak bisa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya, membuat Karang mencoba tantangan ini. Semua berjalan tak mulus pada awalnya, tapi perlahan-lahan Karang dan Melati saling memberi keajaiban bagi masing-masing. Apalagi Kinarsih (Shandy Aulia), seorang dokter yang berada dibalik semuanya juga merupakan bagian dari masa lalu Karang.

MBDA10

            Tak ada yang salah dengan istilah terinspirasi. Legal ataupun tidak, kisah-kisah inspiratif seperti kisah hidup Helen Keller ini memang sudah berkembang jadi seolah template bagi melodrama-melodrama sejenis. Namun seperti KW-nya produk KW,  lagi-lagi film ini terlihat lebih terinspirasi ‘Black‘ yang notabene adalah produk terinspirasinya. Dan permasalahan paling krusial dari ‘Moga Bunda Disayang Allah’ ada pada skrip yang ditulis oleh Riheam Junianti, yang sejak lama berada di banyak film-film produksi Soraya. Entah di novel aslinya, namun penggambaran para karakter dalam film ini persis seperti kebanyakan film kita yang dipenuhi oleh ketidakwajaran dalam kadar kelewatan. Hampir semua karakternya yang seolah di-set up dalam sebuah dunia antah-berantah tanpa kejelasan cenderung lebih mirip alien ketimbang manusia biasa, baik dalam setting-an dialog dan reaksi-reaksi konfliknya, even without any tactical attempt untuk membuat penonton yang mempedulikan bangunan-bangunan seperti ini bisa punya empati terhadap mereka. Bahkan Chantika Zahra yang sebenarnya punya bakat akting cukup baik seolah lebih diarahkan sebagai exorcism object dalam pendekatan feral behavior karakternya.

MBDA7

            Motivasi naik turun tanpa kejelasan, penuh dengan inkoherensi ini juga membuat akting para pendukungnya jadi berantakan dibalik turnover karakter yang sangat, sangat, mengganggu. Overly ridiculous. Aktor sekelas Donny Damara memang terlihat berusaha berakting serius dengan penekanan tone suara yang beda, begitu juga Alya Rohali yang sebenarnya tak jelek. Namun Fedi Nuril dengan makeover wig dan jenggot palsunya malah semakin memperparah karakter Karang sebagai vehicle utama bersama Chantika yang tergolong sangat baik sebagai aktris belia tapi salah arah itu. Dan masih ada pula distraksi dari Shandy Aulia yang lagi-lagi sekedar terjebak di peran-peran polesannya yang biasa.

MBDA9

            Di departemen teknis, gelaran visual ala Jose Poernomo yang juga hampir selalu jadi DoP di film-filmnya mungkin bisa sedikit membantu walaupun kelewat sering tak pada tempatnya, sebelas duabelas dengan scoring dan soundtrack MellyAnto Hoed yang tak beranjak jauh dari kiprah mereka sebelum-sebelumnya. Feels over the top but not in a good way. Tata artistik dan kostum itu juga tak jelek, tapi semakin menjauhkan latar set-nya hingga nyaris terlihat bagai film bergenre fantasi. Bahkan adegan jagoan mereka, scene badai di tengah laut dan bus tenggelam itu juga sama sekali tak terasa spesial. Lupakan juga obviously cropping things dari salah satu poster promo ‘Life Of Pi’ di posternya.

MBDA8

            Yang terakhir tentu saja kepentingannya untuk dilepas sebagai produk bernuansa reliji untuk menyambut suasana lebaran. Inspiratif mungkin benar, tapi lagi-lagi unsur reliji yang ada dalam ‘Moga Bunda Disayang Allah’, tak lantas jadi mencuat ke depan hanya dengan beberapa dialog sempalan dan penggunaan ‘Allah’ dalam titelnya. Seperti sebuah aji mumpung yang tak perlu dibalik kemegahan ini dan itu, begitu juga keseluruhan hasil adaptasi layar lebarnya sendiri. Instead giving miracles, this is more like, if there was ever, its opposite. (dan)

~ by danieldokter on August 15, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: