STREET DANCE ALL STARS : STREET DANCE FOR KIDS

STREET DANCE ALL STARS

Sutradara : Ben Gregor

Produksi : Vertigo Films, 2013

SDAS9 

            I tell you what. Not all rip-offs are bad, dan ‘Street Dance’ adalah salah satu contohnya. First became a British rip-off ke dance movie franchiseStep Up’ yang beredar berdekatan dengan ‘Step Up 3’ bahkan sama-sama dalam dirilis luas dalam format 3D, ‘Street Dance’, secara mengejutkan bisa terasa sangat fresh di tengah elemen-elemen serupa yang tak mungkin bisa dihindari dalam genre-nya. Letak kelebihannya tentu ada pada inovasi koreografi dance, soundtracks serta pemilihan cast yang benar-benar bisa menghidupkan keseluruhan filmnya. Hasil yang juga tergolong bagus membuat Vertigo Film dan produsernya, James Richardson, melanjutkan kesuksesan ini dalam ‘Street Dance 2’ yang lagi-lagi membidik waktu rilis berdekatan dengan ‘Step Up 4 a.k.a. ‘Step Up Revolution’. Hasilnya memang tak terlalu baik dibanding pendahulunya, tapi lagi-lagi, box office yang bicara.

SDAS4

            So now comesAll Stars’ yang di beberapa negara tetap menggunakan titel ‘Street Dance’ di depannya. Mungkin tak mau repot mencari pengembangan franchise serupa ‘Step Up’, tim produksi yang masih digawangi Richardson bersama Allan Niblo (dari ‘Street Dance 2’) plus Jim Spencer, tetap dari Vertigo, meneruskan franchise-nya ke sebuah instalmen yang bisa juga dianggap sebagai spin-off ke pendahulunya. Walau tak ada karakter yang sama dan wujudnya menjadi tontonan keluarga atau segala umur yang hampir seluruhnya diperankan aktor kanak-kanak, penampilan Akai Osei-Mansfield, street dancer cilik yang ikut berperan di ‘Street Dance’ dan memerankan karakter dalam porsi lebih besar bernama Junior di ‘Street Dance 2’ bisa dianggap jadi benang merah selain tim produksi tadi. Kursi penyutradaraan bukan lagi dipegang oleh duo Max Giwa-Dania Pasquini tapi berpindah ke sineas Ben Gregor yang selama ini baru dikenal lewat beberapa TV show lokal dan film-film pendek.

SDAS3

            Premis dari skrip besutan Paul Gerstenberger yang sudah sering bekerjasama dengan Gregor pun hadir se-simpel elemen-elemen wajib yang sudah ratusan bahkan ribuan kali kita saksikan dalam sebuah dance movie. A bunch of talented performers (now contains of kids), impossible goal, ‘no-dance’ parents, and a youth club that’s going to be demolished by bulldozers. Ber-setting di London, dua bocah Ethan (Theo Stevenson) dan Jaden (Akai Osei-Mansfield) berusaha mengumpulkan rekan-rekan mereka dibalik dua motivasi berbeda namun satu tujuan akhir yang sama. Selagi Ethan menggunakan kesempatan ini untuk menarik hati gadis pujaannya, Jaden, jagoan street dance yang dilarang keras orangtuanya (Ashley Walters & Javine Hylton) tetap ingin mengejar mimpinya. Targetnya adalah sebuah talent show demi menggalang dana bagi The Garage, sebuah Youth Club yang dimotori Gina (Ashley Jensen) dalam menghadapi developer jahat Simon Tarrington (Mark Heap) yang ingin meruntuhkan The Garage menjadi lahan parkir. Sekarang, dengan crew dadakannya, Amy (Fleur Houdijk), gadis tomboy yang sebenarnya menyukai Ethan, dua bersaudara penari ballroom Tim dan Rebecca (Dominic Herman-Day & Amelia Clarkson) dan bocah tambun Brian (Gamal Toseafa), masing-masing dari kalangan dan kemampuan dance berbeda, mereka berjuang demi tujuan itu.

SDAS5

            Ah, you’ll already know where it goes, dan Gerstenberger sama sekali tak neko-neko untuk menggunakan cliché template genre ini dalam skrip-nya. Semua berjalan seperti apa yang sudah sering kita saksikan dalam film-film dance baik buat kalangan dewasa maupun belia. Struggles for success, different dance ability from ballroom to street dance, some comedies, young lovestories dan pastinya dance scenes yang meriah. Lengkap pula dengan elemen-elemen wajib seperti klub anak muda melawan developer plus adegan debat-debat dewan kota, dance crew lawan yang digambarkan benar-benar komikal sebagai villain, berikut orangtua keras yang akhirnya melunak sebagai klimaks menuju final dance battle-nya.

SDAS2

            Namun yang lebih penting pastinya adalah proses penyampaiannya. Dalam hal ini, meski memang hampir sepenuhnya terkesan sebagai film anak-anak yang cenderung hanya akan bisa benar-benar dinikmati oleh kalangan penonton anak-anak, ‘All Stars’ masih punya kelebihan dari koreografi yang dibesut oleh Boy Blue Entertainment dengan highlight utama dari Akai Osei-Mansfield sebagai yang terdepan. Salah satu dance scene jagoannya yang meracik arcade game jadul ‘Space Invaders’ sebagai latarnya juga tampil dengan electronic style yang keren. Barisan pemerannya mungkin kurang dikenal disini namun di negaranya, Theo Stevenson sudah cukup dikenal lewat ‘Horrid Henry The Movie’. Chemistry-nya dengan pemeran lain terutama Akai Osei, Gamal Toseafa yang ditampilkan bak seorang Fat Albert and mostly Fleur Houdijk yang berakting paling baik juga dibangun dengan kepolosan kanak-kanak yang sangat hidup. Selain itu di porsi pemeran dewasa ada Ashley Jensen dari serial ‘Ugly Betty’, Kimberley Walsh, mantan salah satu personil girl group UK terkenal ‘Girls Aloud’ yang memerankan ibu Ethan dan John Barrowman, BBC presenter-aktor film dan teater, penari serta penyanyi yang juga tampil dalam serial ‘Arrow’ sebagai Merlyn, disini memerankan ayah Amy.

SDAS7

            So there you go. Secara universal sebagai tontonan, ‘Street Dance All Stars’ memang tak lagi menyajikan sesuatu yang benar-benar baru kecuali beberapa dance sequence yang menarik. Daya jualnya dari deretan cast itu pun akan sangat segmented disini termasuk bagi penonton dewasa, jauh dibanding dua instalmen sebelumnya ataupun ‘Step Up’ yang masih bisa mengundang penonton dewasa di luar kalangan penyuka dance movies. But come on. It’s not that bad biarpun dipenuhi elemen-elemen klise tadi. Untuk tontonan di masa-masa liburan, sesekali tak salah juga rasanya bila para pemirsa belia disuguhi tontonan non-animasi atau fully CGI yang sedikit berbeda dari biasanya. Go take your little loved ones to this Street Dance for kids, and watch them dance along with it! (dan)

kinopoisk.ru

 

~ by danieldokter on August 20, 2013.

3 Responses to “STREET DANCE ALL STARS : STREET DANCE FOR KIDS”

  1. sundtrek lagu dancenya apa aja ,,, pengn downloads niee

  2. Amazing

  3. all stars is perfect

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: