CRAZY LOVE : RIPPED OFF A RIP OFF

CRAZY LOVE 

Sutradara : Guntur Soeharjanto

Produksi : Maxima Pictures, 2013

CL1 

            Ada kebiasaan buruk di perfilman kita sejak zaman dulu. Selagi film-film Asia lain termasuk Chinese atau Bollywood movies menjiplak film luar, kita justru bukan menjiplak source-nya, tapi lebih ke produk jiplakan atau KW-nya. Okelah. Mungkin ini disebabkan adanya kedekatan budaya yang lebih, tapi mudah-mudahan bukan sekedar mencari gampang atau malah tak tahu film aslinya. Dan kebiasaan ini masih tersisa hingga sekarang. Meski dalam konteks jualan sah-sah saja, tapi alangkah baiknya kalau ada cara lebih inovatif atau kreatif untuk meniru, terinspirasi, atau apalah sebutannya.

CL4

            ‘Crazy Love’ yang hadir dari Maxima minggu ini lewat jalur peredaran yang sedikit berbeda dari film-film kita sebelumnya, rilis seminggu sebelum jadwal rilis seharusnya, katanya untuk tes pasar di tengah jumlah penonton film nasional yang sedang anjlok-anjloknya, entah benar atau tidak, untungnya, tidak separah itu. As they, orang-orang yang ada di balik filmnya sendiri, said, bahwa ‘Crazy Love’ terinspirasi dari sebuah romcom remaja Taiwan yang sangat fenomenal tahun 2011 lalu di negaranya bahkan sampai ke review-review media internasional dan mendapat banyak penghargaan, ‘You Are The Apple Of My Eye’. Is that movie a rip off? Jawabannya tergantung pandangan masing-masing orang. Banyak juga tudingan menuduhnya sebagai The Asian ‘American Pie’, but I’d say, hanya ke template film-film komedi remaja saja, secara ‘You Are The Apple Of My Eye’ merupakan semi otobiografi Taiwanese author, Giddens Ko, tentang pengalaman masa remajanya. Malah dalam beberapa sisi berbeda, storytelling style dan konklusi itu juga sangat mengingatkan ke ‘My Girl‘-nya Thailand yang diadopsi versi dubbing-nya disini sebagai ‘Cinta Pertama‘ oleh Rizal Mantovani secara kreatif dulu. Apapun itu, yang jelas, film Giddens Ko itu memang secara keseluruhan digagas dengan pendekatan berbeda dari banyak film sejenis. Almost worked like magic dibalik elemen-elemen klise genre sejenisnya.

CL2

            Namun satu yang cukup krusial adalah sebuah scene yang juga masuk ke dalam trailer-nya seolah mau memunculkan aji mumpung, atau memang mereka tak pernah tahu sumber-sumber aslinya berasal dari mana. Adegan yang jelas-jelas menjiplak sebuah meme marriage proposal video dari Singapura yang terkenal kemana-mana, antara Tim (Timothy Tiah Ewe Tiam ; co-founder dari sebuah Singapore-based ad-blogging site terbesar, Nuffnang) dan Audrey (Audrey Ooi Feng Ling), kekasihnya, seorang blogger dari Malaysia. Selagi marriage proposal nyata itu terinspirasi dari sebuah adegan dalam ‘Love Actually’, yang juga menginspirasi banyak video sejenis dari berbagai negara, sisi kreatif Tim & Audrey-lah yang di copy paste oleh ‘Crazy Love’ ke dalam adegannya, hingga ke template gambar dan nyaris jenis font pada tulisan di lembaran-lembaran kertas yang digunakannya. Entah memang mereka merasa meme-meme itu artinya sudah jadi public domain, or maybe these guys already earned their copyright, entahlah. Tapi yang jelas, ini menjiplak inspired products. Ripping off a rip off. Bukan source aslinya. (Video Tim & Audrey bisa dilihat disini)

CL3

            The premise? Tak jauh dari ‘You Are The Apple Of My Eye’ berikut elemen-elemennya, memang, meskipun ada modifikasi disana-sini dari skrip Cassandra Massardi dan Alim Sudio. Tentang percintaan masa sekolah antara Kumbang (Adipati Dolken) dan Olive (Tatjana Saphira). Olive yang jadi incaran Kumbang bersama tiga orang sahabatnya sejak lama, Abdu (Kemal Pahlevi), Daniel (Herichan) dan Basuki (Zidni Adam), oleh Kepala Sekolah (Ray Sahetapy) diserahi tugas menjadi mentor Kumbang yang selalu ketinggalan di sekolah atas sikap bengalnya. Olive awalnya menolak karena ia tak pernah menyukai prinsip hidup Kumbang, tapi lama kelamaan, cinta ini menemukan jalannya. Tinggal Kumbang yang terus dilanda keraguan hingga jauh setelah Olive melanjutkan sekolah ke Jerman, ia kembali dengan sebuah pesta ulang tahun.

CL6

            Dalam konteks jualan, dari poster hingga ke tampilan film produksi Maxima Pictures ini, ‘Crazy Love’ jelas sangat menjual. Tak hanya dari deretan cast-nya, ada Adipati Dolken dan Tatjana Saphira yang sedang menanjak namanya di perfilman kita, pemeran-pemeran pendukungnya juga sangat sangat dikenal. Ray Sahetapy, duet Harry de FretesIra Wibowo yang sangat mengingatkan ke ‘Lenong Rumpi’, penampilan khusus dua penyanyi Alena Wu dan Judika Sihotang, berikut sebaris pemeran sahabat Kumbang serta Putri Una sebagai sahabat Olive. Tak ada juga yang salah dengan chemistry mereka dalam ‘Crazy Love’. In a scale of a very pop romcom, semuanya sudah sesuai dengan porsi akting serba komikalnya, termasuk juga sinematografi Enggar Budiono dan penyutradaraan Guntur Soeharjanto, salah satu sutradara film kita yang deretan film-filmnya memang kerap diwarnai turun naik kualitas secara keseluruhan.

CL7

            Kesalahan utamanya adalah skrip yang lagi-lagi tak konsisten menuangkan premis simpel itu untuk menjadi sebuah film berdurasi cukup untuk konsumsi layar lebar. Salah atau tidak, di luar adegan KW-nya KW yang kelanjutannya masih dicoba untuk dimodifikasi lagi, sebenarnya Cassandra dan Alim sudah mempunyai elemen-elemen potensial yang bisa jauh lebih baik dari apa yang muncul dalam ‘Crazy Love’. At least, kenapa kita tak bisa seperti sinema Asia lain sekarang yang bisa meramu elemen-elemen tiruan dari sana-sini dengan racikan lebih kreatif?

CL5

              Begitulah, apa yang kita dapatkan dari ‘Crazy Love’, ketimbang sebuah racikan kreatif dari segala klise-klise itu ternyata tak lebih dari lagi-lagi, absurditas dalam turnover karakter hingga ke dialog-dialognya. Alih-alih menggambarkan kebodohan polos serba remaja seperti ‘You Are The Apple Of My Eye’ yang paling tidak masih sangat believable dan punya magical thrill tak biasa, Cassandra dan Alim memilih bermain aman memodifikasi ngeles-ngeles inspirasi tadi hanya dengan penggunaan simbol kumbang dan kupu-kupu. Lengkap pula dengan adegan-adegan tipikal, maaf, buang air, secara cukup eksploitatif. Dari hubungan Kumbang dengan keluarganya, kenakalannya, set-set mirip, adegan flashback memorable sampai jalan menuju konklusi menarik di ending namun harus berpanjang-panjang tak karuan dibalik  scoring over the top Joseph S. Djafar, almost a rip off from many movie scorings juga seperti biasanya, semuanya malah berbalik mementahkan ‘Crazy Love’ lebih mirip sebuah rip off ketimbang something creatively inspired. You’ll be the judge then, but I said, walau masih bisa sedikit menghibur, tanpa adegan yang jelas-jelas KW-nya KW itu pun, senjata berupa inspired theme ke ‘You Are The Apple Of My Eye’ tadi, seharusnya, sangat punya potensi untuk bisa jauh lebih baik dari ini. (dan)

~ by danieldokter on August 21, 2013.

3 Responses to “CRAZY LOVE : RIPPED OFF A RIP OFF”

  1. film ini rilisnya maju seminggu krn ternyata 3 film lebaran tdk sesuai ekspektasi. tp toh ga bagus2 amat juga yah hasilnya ? less than 50k ? its a big slap for maxima

  2. aduuh ini film….
    basic story nya dari mana niiih ?

    walaupun pemain dan tempatnya berada di indonesia tapi keaslian film “Your Aple of my ayes” tidak lepas dari film “CRAZY LOVE”

  3. Yah, ceritanya ngeplek banget ama filmnya Giddens -_-

    :thumbdown:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: