PERCY JACKSON : SEA OF MONSTERS ; BREATHE BEYOND THE LOST POWER FACTORS

PERCY JACKSON : SEA OF MONSTERS

Sutradara : Thor Freudenthal

Produksi : 1492 Pictures, Sunswept Entertainment, 20th Century Fox, 2013

PJ1 

            Back in 2010, banyak prediksi yang mengatakan rencana mengembangkan adaptasi petualangan ‘Percy Jackson’ dari novel Rick Riordan menjadi sebuah franchise tak akan bisa berlanjut. Satu alasan paling jelas adalah perolehan box office domestiknya tak sanggup menutupi bujet pembuatannya. But in the history of movie industry, everyone has learned their lessons. Bahwa BO domestik tak selalu menjadi penentu. Apalagi serangan kritikus. BO worldwide dari instalmen pembuka petualangannya dari sutradara Chris Columbus itu, ‘Percy Jackson & The Olympians : The Lightning Thief‘, ternyata masih bisa mengumpulkan lebih dari 200 juta dolar AS.

PJ8

              Tapi mungkin masih ada keraguan dari orang-orang dibalik proyeknya hingga berita kepastian sekuelnya sempat tertunda hingga lebih dari setahun, itu pun dengan pemindahan waktu rilis berkali-kali. And it’s true. Meski menjual nama ‘Percy Jackson’ putra Poseidon, yang tetap diperankan Logan Lerman sebagai karakter utamanya, sekuel ini kehilangan kekuatan ensemble supporting cast di instalmen pertamanya, yang tak bisa dipungkiri memberikan dayatarik lebih untuk penonton di luar fans-nya. Ada Sean Bean (kini hanya dalam uncredited voice), Pierce Brosnan, Catherine Keener, Steve Coogan, Joe Pantoliano, Ray Winstone, Rosario Dawson hingga Uma Thurman. Sementara ‘Sea Of Monsters’ hanya menyisakan nama Stanley Tucci dan Nathan Fillion sebagai supporting cast yang cukup dikenal. Mungkin mereka menganggap satu film sudah cukup untuk memperkenalkan empat ensembel utamanya yang karirnya sudah berkembang jauh lebih baik dari instalmen pertama, namun deretan nama-nama itu memang terlalu kuat untuk menyokong sebuah planning franchise baru. Apapun itu, hasil box office-nya nanti akan menjadi penentu.

PJ6

       Dibuka dengan sebuah legenda dibalik mitologi para dewa yang berasimilasi dengan manusia tentang Thalia Grace (Paloma Kwiatkowski), putri Zeus yang mengorbankan diri demi keselamatan rekan-rekannya, ‘Sea Of Monsters’ membawa kita ke Camp Half-Blood dimana Percy Jackson (Logan Lerman) yang baru mengetahui bahwa ia punya seorang adik tiri berwujud Cyclops, Tyson (Douglas Smith) seketika harus menghadapi serangan Luke Castellan (Jake Abel), putra Hermes (Nathan Fillion) yang berniat menghancurkan Mount Olympus. Berkaitan dengan barrier pelindung lewat pohon ajaib dari legenda Thalia, mereka terpaksa memulai sebuah quest mencari cawan ajaib, The Golden Fleece yang dipercaya bisa mengembalikan barrier pelindung itu. Pemimpin Camp, Dionysius (kini diperankan Stanley Tucci dari Luke Camilleri) menugaskan Clarisse La Rue (Leven Rambin), putri Ares yang ambisius selalu ingin mengalahkan Percy untuk menemukannya. Sementara Percy bersama protector-nya, satyr Grover Underwood (Brandon T. Jackson), Annabeth (Alexandra Daddario), putri Athena dan Tyson memulai quest mereka sendiri dibalik ramalan Oracle (voiced by Shohreh Aghdashloo) tentang half-blood child dari tiga dewa utama yang bisa mengalahkan Luke demi menyelamatkan Olympus. Sementara Luke yang masih belum mendapatkan keinginannya membangkitkan Titan Kronos (Robert Knepper) untuk menghadapi mereka. And the adventure of these demigods continues.

PJ3

          Oh ya. Dari source-nya pun, ‘Percy Jackson’ memang pada dasarnya adalah sebuah Young Adult Fantasy adaptation, popcorns, itu pun bila tak mau menyebutnya second-rate franchise, yang tak akan pernah jadi se-serius award contenders, nor a critically acclaimed blockbusters. Penyutradaraan yang berpindah ke tangan Thor Freudenthal, sineas Jerman yang memang sudah malang-melintang di genre children or teen movies (‘Monkey Business’, ‘Hotel For Dogs’ dan ‘Diary Of A Wimpy Kid’) serta conceptual artist/visual effects di dwilogi layar lebar ‘Stuart Little’ pun mau tak mau sudah menyiratkan sebuah penurunan kualitas dibanding sentuhan Chris Columbus yang disini hanya menjadi produser eksekutif. Belum lagi faktor deretan supporting cast-nya yang sangat lemah bila dibandingkan dengan instalmen pertamanya. Masih ada nama-nama seperti Ron Perlman, Octavia Spencer dan Sean Bean sebagai pengisi suara, tapi itu jelas tak banyak membantu.

PJ2

         But surprisingly, sekuel yang dibandrol judul ‘Sea Of Monsters’ dari instalmen novel ‘Percy Jackson’ berjudul sama ini tak lantas jadi ambruk jauh dibandingkan ‘The Lightning Thief’. Skrip yang dibesut oleh Marc Guggenheim, penulis yang cukup dikenal di komik-komik both DC and Marvel serta kemarin menulis skrip adaptasi ‘Green Lantern’ bisa menyelamatkan alur kisahnya tanpa perubahan tone yang drastis. Di tangan deretan cast utama yang tetap tampil memerankan karakter mereka, Logan Lerman, Alexandra Daddario, Brandon T. Jackson serta Jake Abel, ‘Sea Of Monsters’ masih bisa mempertahankan sisi petualangan penuh hiburannya dengan baik dibalik Greek Gods Mythology yang memang di-bongkar-pasang sesuka mereka. They might lose many of its power factors, mostly Pierce Brosnan yang di instalmen pertamanya memerankan centaur Chiron dan kini berpindah ke tangan Anthony Head, tapi paling tidak, sekuel ini masih bisa bernafas cukup lapang dengan gelaran action adventure serta karakter-karakternya yang bisa dipertahankan dengan cukup engaging. Dua karakter barunya, Clarisse yang diperankan oleh Leven Rambin serta Tyson yang diperankan Douglas Smith (sangat mengingatkan pada Brendan Fraser di debut-nya, ‘Encino Man‘) juga bisa ditampilkan menonjol tanpa menutupi cast utamanya. Sempalan komedi, teen rivalry dan brother to brother dramatization-nya bekerja dengan baik, begitu juga scoring dari Andrew Lockington yang masuk menggantikan Christophe Beck.

PJ4

              Though above all, hal terbaik dalam ‘Sea Of Monsters’ jelas adalah sisi teknis dalam visual efeknya. Dari desain set ; Camp Half-Blood dan competition games-nya yang seru, abandoned themepark, lautan hingga The Princess Andromeda ship, desain creatures besutan Sebastian Meyer dari ‘Green Lantern‘ ; dari Colchis Bull, The Graeae, Polyphemus, Hippocampus, Manticore dan Kronos , makeup effects hingga CGI effects dari Weta Digital dan Rhythm & Hues, semuanya bekerja sangat baik menghidupkan petualangan ‘Percy Jackson’ menjadi summer blockbuster yang masih sangat layak untuk dinikmati di tengah banyaknya saingan lain dalam skala jauh lebih besar. Bahkan 3D konversinya pun masih bisa menambah excitement-nya secara keseluruhan lewat beberapa popped-up scenes yang dirancang cukup baik. So yes, dalam banyak sisi lebih ini, I’d refuse to call it a flaws. Tak sebaik pendahulunya mungkin benar, tapi ‘Sea Of Monsters’ masih bisa menutupi the lost power factors-nya tadi dengan taktis. Sekuel yang masih sangat menghibur dalam kapasitasnya sebagai popcorn movies. (dan)

PJ7

~ by danieldokter on August 28, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: