RIDDICK : OFF THE HOOK AND INTO PITCH BLACK

RIDDICK

Sutradara : David Twohy

Produksi :  Radar Pictures, One Race Films, Universal Pictures, 2013

RD9 

            How well did you knowRiddick’? Originated dari sebuah sci-fi action adventurePitch Black’ di tahun 2000 yang digarap sutradara David Twohy dengan bujet serba terbatas namun tanpa diduga menjadi sleeper hit, karakter one of the last kind antihero dari planet bernama Furya ini berkembang menjadi franchise. Berbeda dari kebanyakan sci-fi adventure di zamannya, hal terbaik dalam ‘Pitch Black’ memang karakter Riddick yang ditempatkan sebagai bagian penting dari twist-nya sendiri. An unpredictable character turnover, yang sekaligus membawa Vin Diesel ke popularitasnya sebagai action hero Hollywood. Jadi wajar saja kalau Diesel dan Twohy memberikan respek besar terhadap franchise ini.

RD2

            Sayangnya, sekuel ambisius yang dilanjutkan Universal dengan bujet jauh lebih gede, ‘The Chronicles Of Riddick’, tetap disutradarai David Twohy, tersandung dengan ambisinya sendiri. Juga Diesel yang lebih memilih sekuel ini dan langsung terjun ke kursi produser ketimbang ‘The Fast And The Furious’ waktu itu. Membawa petualangan Riddick lebih jauh ke sebuah universe dengan detil seabrek yang dipaksa muncul sekaligus dalam satu instalmen plus animated and videogames companion, tak hanya memperoleh cacian dari para kritikus, raihan box office-nya juga tergolong hanya lebih tipis dari bujetnya. Begitupun, statusnya sebagai cult movie dengan cult following cukup gede mungkin membuat Twohy dan Diesel tak mau berhenti begitu saja disana. Butuh waktu hampir sepuluh tahun, akhirnya franchise-nya berlanjut ke instalmen ketiga dengan judul singkat. ‘Riddick’. Rentang panjang itu memang membuat generasi penontonnya sedikit terbagi antara fans Riddick atau sekedar membawa nama Vin Diesel yang sudah jauh lebih sukses di Hollywood.

RD7

            Tetap ditulis Twohy, ‘Riddick’ memang digagas secara cukup taktis. Sadar dengan kesalahan mereka di ‘The Chronicles Of Riddick’, instant universe dengan segala macam istilah dan penokohan itu dikembalikan Twohy di first act-nya kembali ke tone yang jauh lebih ‘Pitch Black’. Cat and mouse thriller in a stranded planet sebagai dasar sci-fi action adventure-nya,  bahkan dengan sedikit kontinuitas langsung ke instalmen pertama itu, dimana Riddick harus kembali menggunakan kemampuan terbaiknya. Lepas dari Necromongers, Riddick menemukan dirinya dalam keadaan terluka di sebuah planet panas terdesolasi, ia pun mencoba bertualang mencari jalan keluar. Namun sinyal yang dikirimkannya ke sebuah mercenary station malah membuka identitasnya dan mengundang dua kelompok mercenary datang untuk meringkusnya. Yang pertama, bounty hunters sadis pimpinan Santana (Jordi Mollà), serta menyusul kemudian sekelompok mercenary profesional yang dikepalai Boss Johns (Matthew Nable). Di tengah benturan antar dua kelompok ini, bersama monster-monster buas Mud Demons dan badai angkasa yang siap menyerang, Riddick harus berjuang untuk bisa keluar hidup-hidup.

RD4

            Keputusan Twohy untuk mengembalikan petualangan Riddick ke ‘Pitch Black’-like tone yang lebih simpel untuk mengedepankan sisi action-nya, termasuk dalam bujet pembuatannya yang kembali menipis, memang tepat. Meski sebagian menuduh ‘Riddick’ tak ubahnya seperti ‘Pitch Blackre-do, pilihan ini jadi terasa sangat efektif dalam sisi hiburannya. Bagian-bagian awalnya memang sedikit tersendat-sendat dengan pengalihan atmosfer dari ‘The Chronicles Of Riddick’ yang tetap menampilkan Karl Urban dalam peran singkatnya sebagai Vaako.

RD5

      But once the engine starts, cat and mouse thriller dimana Riddick menghadapi sekelompok serdadu dan algojo-algojo ganas di tengah stranded planet itu benar-benar jadi sebuah sajian penuh aksi yang seru. Vin Diesel, as ever, tentu saja masih memerankan Riddick dengan gestur yang pas, sekalipun kita sudah mengenal karakterisasi antihero-nya. Masih ada pula pameran creature effects untuk menambah excitement-nya dibanding ‘Pitch Black’ yang lebih serba fokus ke konflik-konflik manusiawi karakternya.

RD6

            Deretan cast pendukungnya juga cukup pas dengan action atmosphere-nya. Formula dan susunan karakternya mungkin masih terasa mengadopsi ‘Pitch Black’, namun Matthew Nable, Jordi Mollà dan Katee Sackhoff sama-sama menjadi pendukung kuat untuk Diesel, dan masih ada tampang-tampang sangar Dave Bautista dan Bokeem Woodbine diantaranya, yang hampir semua muncul dengan sangat believable dibalik karakter mereka. They’re playing mercenaries, bounty hunters, dan itu juga yang kita lihat di penokohannya. Menyaksikan perseteruan karakter-karakter gahar ini di tengah perburuan Riddick tanpa bisa dipungkiri memang membangun pameran action-nya menjadi sangat intens.

RD8

            So begitulah. Masih terlalu dini mungkin untuk memastikan apakah Riddick bakal melanjutkan lagi petualangannya lewat ending yang sedikit banyak membuka kemungkinan itu, but meanwhile, instalmen ketiga ini berhasil menyelamatkan franchise itu dari ruang sempit bak tali kekang yang menghalangi potensinya demi sebuah ambisi kelewat besar. Walau tak sebaik ‘Pitch Black‘ yang sangat inovatif di masanya, ini jauh lebih universal daripada instalmen kedua yang memaksa penontonnya mengerinyitkan kening buat mengingat satu-persatu isi universe penuh CGI-nya. Serba mewah, bisa jadi, tapi juga penuh sesak hingga tak lagi menyisakan aksi yang layak. This time, Twohy brought it ot its basic. Just like Riddick, it’s off the hook, and once again into Pitch Black. (dan)

~ by danieldokter on September 13, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: