KICK-ASS 2 : A SEQUEL ROLLED OUT OF TEMPO

KICK-ASS 2

Sutradara : Jeff Wadlow

Produksi : Marv Films, Plan B Entertainment, Universal Pictures, 2013

KA28 

            Beyond controversies, ‘Kick-Assis simply one of the kind. Diangkat dari komik karya Mark Millar dan John Romita, Jr., penggabungan costumed superhero dengan explicit violence and profanity memang berpotensi mengundang banyak perdebatan, apalagi mereka menempatkan anak-anak di bawah umur sebagai pelakunya. Tapi siapa yang bisa menolak box office tinggi yang sejalan dengan resepsi bagus serta cult following yang kuat dari hasilnya? Walaupun Jim Carrey akhirnya menolak untuk memberi support-nya atas kasus penembakan di Sandy Hook Elementary School tempo hari, toh mereka berjalan terus dengan konsep yang ada.

KA26

            Menggabungkan sekaligus dua komik sebagai source-nya, ‘Kick-Ass 2’, tetap dari Millar dan Romita, Jr. dengan ‘Hit Girlspin off yang lebih berupa bridge dari komik pertama ke sekuelnya, sutradara Matthew Vaughn kini hanya duduk sebagai produser. Penyutradaraannya diserahkan pada Jeff Wadlow (‘Cry Wolf’, ‘Prey’ and ‘Never Back Down’) atas pilihan Vaughn sendiri, dengan skrip yang ditulis Wadlow bersama Chad GomezDara Resnik Creasey (uncredited). Walau sedikit berbeda dari gabungan dua komik itu, formulanya tak jauh berbeda dengan pendahulunya. Tetap dengan keahlian Millar menggabungkan referensi-referensi superhero ke dalam kisahnya, terlebih dengan masuknya Carrey sebagai Colonel Stars and Stripes untuk mendampingi real-life superhero characters-nya, seakan menempati porsi Nicolas Cage sebagai Big Daddy di film pertama. Kesuksesan franchise itu juga membuat semua cast utamanya bersedia tampil kembali. Now let’s look at the plot.

KA23

            Beberapa tahun setelah ‘Kick-Ass’, Dave Lizewski a.k.a. Kick-Ass (Aaron Taylor-Johnson) kini memilih pensiun setelah mengetahui aksinya sudah menginspirasi banyak orang untuk beraksi memerangi kejahatan sebagai real-life superheroes dalam berbagai bentuk. Sementara Mindy Macready a.k.a. Hit Girl (Chloë Grace Moretz) yang masih sulit melepas alterego-nya diasuh oleh petugas polisi Marcus Williams (Morris Chestnut) yang mengekangnya agar bisa kembali ke kehidupan normal. Namun masa istirahat itu tak berlangsung lama, apalagi ketika Chris D’Amico (Christopher Mintz-Plasse) yang masih menyimpan dendam pada Kick-Ass kini merubah identitasnya menjadi ‘The Motherfucker’ dan mengumpulkan super villain lain bersama pelayan setianya, Javier (John Leguizamo) untuk membuat kekacauan di kota. Dave pun bergabung dengan tim superhero ‘Justice Forever’ dibawah pimpinan Colonel Stars and Stripes (Jim Carrey), dan Mindy yang tak tahan dengan usaha Marcus menyandingkannya dengan dance team cewek-cewek populer di sekolah kembali memakai kostumnya. Namun The Motherfucker juga sudah merancang rencana cermat untuk menjebak Kick-Ass lewat orang-orang terdekatnya. Ketika korban mulai berjatuhan dan polisi mulai meringkus satu persatu real-life superheroes yang dianggap mulai meresahkan keamanan, Kick-Ass dan Hit Girl harus beraksi sekali lagi untuk menuntaskan segalanya.

KA22

            Diprediksi gagal mencetak box office menyamai pendahulunya dari hasil yang ada hingga saat ini berikut resepsi negatif dari banyak pihak, kelemahan terbesar dari sekuel ini adalah plot dan karakterisasi yang dikembangkan kelewat penuh sesak oleh Wadlow berdasar dua source komiknya sekaligus. In those two comics mungkin tak mengapa, tapi ke adaptasi film, dengan subplot-subplot yang mungkin membuat Wadlow jadi ingin menyempalkan tone senada ke beberapa film lain dan keterusan di beberapa bagian, ‘Kick-Ass 2’ jadi sangat kehilangan pace-nya. Not onlyMean Girls’, ada juga ‘The Warriors’-nya Walter Hill seperti diakui Mintz-Plasse dalam sebuah interview-nya, juga the upcomingCarrie’ yang sama-sama dibintangi Moretz.

KA24

            Banyak karakter-karakter baru itu juga gagal dieksekusi secara lebih adil dalam wujudnya sebagai sebuah costumed superhero movie. Donald Faison sebagai Doctor Gravity, Robert Emms sebagai Insect Man, Steven Mackintosh – Monica Dolan sebagai superhero couple Remembering Tommy, dua sahabat Dave yang diperankan Clark Duke dan Augustus Prew masing-masing sebagai Battle Guy dan Ass Kicker yang masih mendapat subplot dan sempalan konflik lagi, and mostly Jim Carrey sebagai Colonel Stars and Stripes, Garrett M. Brown sebagai ayah Dave dan Lindy Booth sebagai Night-Bitch yang punya hubungan ke Kick-Ass, seharusnya dieksplorasi lebih karena punya fungsi sebagai conflict turnover-nya. Belum lagi menyebut super villains anggota ‘The Toxic Mega-Cunts’ –nya The Motherfucker, yang hanya menyisakan Mother Russia, diperankan oleh bodybuilder Rusia Olga Kulkurina, yang benar-benar jadi highlight menarik disini. Wadlow agaknya lebih memilih Morris Chestnut, John Leguizamo dan Claudia Lee yang memerankan Brooke, leader of the dance team dalam plot-plot bully sekolahan itu untuk mendapat porsi lebih. Tak salah memang karena semuanya punya peranan dalam plotnya yang tumpang tindih, tapi terasa tak seimbang dengan keperluan storytelling-nya secara keseluruhan.

KA210

            Though however, sekuel ini jelas masih menyisakan konsep yang ingin disaksikan semua fans-nya. Sisi kesadisannya masih tampil dengan sangat seru dan eksplisit meskipun final showdown-nya gagal mengimbangi adegan-adegan aksi lain di sepanjang film dan pastinya tak lagi memunculkan shocking value sebesar film pertama dalam blend keseluruhannya. Taylor-Johnson – Mintz-Plasse and mostly Moretz yang tetap jadi yang terbaik, terlihat kian matang masuk ke dalam karakter-karakter superhero dan villain franchise ini berikut punchline-punchline komikalnya yang lucu. Scoring dari Henry Jackman (kini hanya didukung Matthew Margeson) juga masih tampil dengan kuat dibalik main themeKick-Ass’ yang cukup memorable walaupun pilihan lagu-lagu dalam OST-nya tak sekuat instalmen pertama.

KA27

            Jadi begitulah. As a sequel to that so remarkable predecessor, ‘Kick Ass 2surely not tapped out yet . Beberapa formula orisinilnya masih bekerja dengan baik sebagai pengisi summer movies tahun ini baik dalam adegan-adegan aksi yang sadis dan sickjokes comedy-nya. Hanya saja, plot dan karakterisasi yang tak tergarap dengan seimbang itu membuatnya kehilangan pace di tengah-tengah. A li’l rolled out of tempo, lack of emotion dan jelas gagal mengimbangi kiprah Vaughn di instalmen sebelumnya. Now here’s an advise, untuk tak cepat-cepat keluar setelah film berakhir karena masih ada post credits scene yang cukup menarik di penghujungnya. (dan)

KA21

~ by danieldokter on September 15, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: