MALAVITA : HERE COME THE BADFELLAS

MALAVITA ( a.k.a. THE FAMILY)

Sutradara : Luc Besson

Produksi : EuropaCorp, Relativity Pictures, 2013

MAL1 

            Lebih sering duduk sebagai produser serta penulis di beberapa filmnya belakangan, award-winning French director Luc Besson sesekali masih kembali menyutradarai filmnya. Terakhir menyutradarai sendiri ‘The Lady’, biopik Aung San Suu Kyi yang dibintangi Michelle Yeoh itu, Besson memang tetap punya remarkable credit walaupun sudah sejak lama berpindah menggeluti tone-tone lebih komersil dibanding film-film di awal karirnya dulu. Meski kerap menggunakan elemen-elemen klasik yang dicomot dari sana-sini, Besson tetap meraciknya jadi sesuatu yang beda tanpa pernah meninggalkan nuansa perfilman negaranya ke dalam film-film yang lebih dikenal dalam distribusi internasional itu. Mungkin selalu ada yang dirasanya lebih spesial hingga Besson akhirnya turun tangan ke dalam penyutradaraan beberapa film produksinya.

MAL5

            Diangkat sebagai adaptasi dari novel besutan Tonino Benacquista, juga seorang multitalented award-winning French crime fiction author, comics and screenwriter,  ‘Malavita’ yang di beberapa negara dibandrol judul ‘The Family’ dan ‘We’re A Nice Normal Family’ di beberapa negara Asia lain juga punya tone yang unik. Tak sekedar gangster genre biasa, ‘Malavita’ yang punya arti ‘Badfellas’ adalah sebuah dark comedy tentang sebuah keluarga mafia dalam ‘Witness Protection Program’. Oleh Besson yang juga ikut menulis skripnya bersama Michael Caleo dan Benacquista langsung, tema ini jelas memunculkan keleluasaan ke style Besson biasanya. Apalagi, ada nama Martin Scorsese di deretan executive producer-nya. Memuat cukup banyak reference dari genre-nya, dan tak usah heran kalau salah satunya adalah ‘Married To The Mob’ (1988 ; Jonathan Demme), dark comedy Michelle Pfeiffer yang mencatat salah satu penampilan terbaiknya dulu dimana Pfeiffer juga berperan sebagai seorang istri mafia Italia dengan latar belakang Brooklyn’s criminal underworld, berikut film mafia legendaris De Niro sendiri, ‘Goodfellasas its opposite meaning.

MAL6

            And who can resist such casts? Dengan Robert De Niro, Michelle Pfeiffer, Tommy Lee Jones plus Dianna Agron untuk menarik kalangan penonton muda selain nama Besson sendiri, walau novelnya sendiri mungkin tak begitu populer di luar negaranya, ‘Malavita’ jelas sudah punya daya jual sangat tinggi. And it’s good too, Besson sengaja mengaburkan keseluruhan tema itu dalam promosinya. Walau dari promo-promonya kita sudah bakal tahu ini tentang apa, tapi kita tetap dibuat penasaran akan sejauh apa Besson meracik kombinasi action dan dark comedy-nya. Now here’s the plot.

MAL4

            Lewat pengenalan ke Blake family ; Fred (Robert De Niro) – Maggie (Michelle Pfeiffer) dan dua putra-putri remaja mereka Belle (Dianna Agron) dan Warren (John D’Leo) yang tengah berada dalam program perlindungan saksi oleh agen FBI Stansfield (Tommy Lee Jones), kita dibawa ke aktifitas mafia sebagai masa lalu Fred. Bernama asli Giovanni Maznoni, keluarga mafia Italia di Brooklyn yang cuci tangan demi keselamatannya setelah bersaksi atas kejahatan Don Luchese, sang kingpin, keluarga ini terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya selama 6 tahun. Kini mereka ditempatkan di sebuah kota kecil di Normandia, sambil terus mewaspadai pembalasan dendam dari anak buah Don Luchese yang terus mengendus jejak mereka. Berulang-ulang harus beradaptasi di tempat baru dibalik penyamaran berbeda, belum lagi akibat ulah Fred yang ceroboh dan memusingkan Stansfield, konflik-konflik interaksi itu semakin berkembang. Namun ketika Don Luchese mengirim 9 pembunuh bayarannya sekaligus untuk menghabisi mereka, there’s only one thing they can turn to. Each others.

MAL2

            Dengan tema cukup unik ini, sebagai sebuah dark comedy, ‘Malavita’ jelas punya banyak sisi untuk membangun konflik sekaligus menyempalkan reference-reference klasik ala Besson dan film-filmnya. But at one point, membawa keempat karakter masing-masing dalam masalah-masalah mereka beradaptasi di lingkungannya juga sekaligus jadi bumerang buat pace-nya. Dari masalah pribadi masing-masing, interaksi keluarga, lingkungan dan pengawasan Stansfield sampai sempalan coming of age conflicts Belle dan Warren lengkap dengan highschool lovestories, twisting plot-nya jadi tumpang-tindih di banyak sisi.

MAL8

             Being a little too mixed up ditambah lagi dengan back and forth storytelling untuk membawa adegan-adegan flashback buat memperjelas kisahnya, walau hampir tak pernah luput dari bidikan dark comedy yang sudah terbangun dari situasinya, ‘Malavita’ jadi sedikit kehilangan pace di pertengahan film sebelum akhirnya berhasil kembali meruncingkan konflik itu pada konklusi yang ditunggu-tunggu banyak orang ke tone action sebagai klimaksnya.

MAL10

            Tapi untungnya selain masih berhasil memunculkan satu dua thrill ke tengah-tengah penuturan penuh sesak bersama referensi-referensi genre-nya yang tetap menarik, Besson juga memilih cast yang sangat tepat. With De Niro back to his acting roots, Tommy Lee Jones yang meski muncul kelewat singkat tetap membangun love and hate chemistry menarik dengan De Niro terutama di scene menjelang showdown climax-nya, Dianna Agron dan John D’Leo yang mungkin baru dikenal dari ‘Wanderlust’ meskipun sudah bermain di beberapa film pun bermain cukup bagus mengimbangi aktor-aktor senior ini.

MAL7

             Beberapa pemeran pendukung lain yang rata-rata sudah sering muncul di genre gangster movies juga terasa cukup pas. Namun yang paling bersinar adalah Michelle Pfeiffer. Memasuki usia diatas 50 dengan garis-garis penuaan cukup alami di wajahnya, dengan feel yang sangat terasa mengulang perannya di ‘Married To The Mob’, Pfeiffer tetap muncul dengan elegansi lebih memerankan Maggie secara konsisten di sepanjang film. Scoring dari Evgueni Galperine and Sacha Galperine juga bekerja dengan baik bersama set-nya yang serba eksotik sebagai bagian dari signature film-film Besson.

MAL9

            So yes, packed with Besson’s signature all over it, ‘Malavita’ hanya punya satu sisi kekurangan di beberapa bangunan pace-nya. Tapi bersama dark comedy tone yang kuat dibalik referensi-referensi ke genre-nya, berikut pastinya deretan cast serta final showdown yang tak sampai berlebihan tapi cukup intens sebagai klimaks yang bagus, they’re gonna give you a payoff. Here come the badfellas, dan ‘Malavita’ tetap merupakan karya yang sangat layak dari Besson. (dan)

~ by danieldokter on September 22, 2013.

One Response to “MALAVITA : HERE COME THE BADFELLAS”

  1. […] Read the full review here (in Indonesian/English language) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: