INSIDIOUS : CHAPTER 2 ; ROUND CIRCLE OF SCARE

INSIDIOUS : CHAPTER 2

Sutradara : James Wan

Produksi : ImGlobal, Entertainment One, Blumhouse Productions, Film District, Stage 6 Films, 2013

IC29 

            Being an instant horror classic, ‘Insidious’ sudah menjelma menjadi sebuah powerful franchise. Sama seperti ‘Saw’ yang juga datang dari gagasan tim yang sama, sutradara James Wan dan scriptwriter Leigh Whannell, ‘Insidious’ juga punya satu nama lain, Oren Peli dari ‘Paranormal Activity’ di kursi produsernya. Horror genre warriors sekarang ini. Walau berjarak sedikit terlalu dekat dengan ‘The Conjuring’, tapi kenyataannya ‘Insidious : Chapter 2’ ini jadi satu sekuel yang sangat ditunggu-tunggu penggemarnya. Berhasil tidaknya Wan menggulirkan box of scary tactics-nya menggedor jantung penontonnya sekali lagi, nanti dulu.

IC21

            Yang jelas, dari konsep bujetnya yang tak terlalu menanjak jadi kelewat mahal, 5 juta dolar US dari 1,5 juta dolar di instalmen pertamanya, sekuel ini sudah mencetak rekor pendapatan tertinggi untuk film-film yang beredar di bulan September yang biasanya dianggap masa lesu pasca pertarungan summer movies, dan sangat mungkin melewati kesuksesan ‘Insidious’ dengan pendapatan worldwide-nya. It’s now over $ 70 M and still going strong. Lihat saja hype-nya dengan rata-rata lebih dari satu-dua hall yang menayangkannya dalam sebuah sinepleks.

IC27

            Kembali lewat sebuah flashback ke masa kecil Josh Lambert (Patrick Wilson), ‘Chapter 2’ melanjutkan kontinuitasnya ke open endingInsidious’. Setelah kasus yang menewaskan paranormal Elise Rainier (Lin Shaye) demi membantu Josh membawa putranya Dalton (Ty Simpkins) kembali dari dunia astral, polisi masih mencurigai Josh sebagai pelakunya. Sementara Renai (Rose Byrne), istrinya, mencoba menepis rasa curiganya pada perilaku Josh pasca kejadian itu. Pindah ke rumah Lorraine (Barbara Hershey), ibu Josh, ternyata teror belum berhenti menyerang mereka. Dua asisten Elise, Specs (Leigh Whannell) dan Tucker (Angus Sampson) pun kembali dipanggil bersama koleganya, Carl (Steve Coulter), salah seorang paranormal / medium dari peristiwa masa kecil Josh. Cara satu-satunya adalah memanggil arwah Elise lewat kemampuan Carl. Mengikuti petunjuk Elise menyelidiki sebuah kasus di rumahsakit yang punya hubungan dengan masa lalu pekerjaan Lorraine, mereka akhirnya menyadari bahwa kekuatan jahat yang bakal mereka hadapi kali ini jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. With the fear comes around in circles, kini seluruh keluarga Josh benar-benar menjadi ancamannya.

IC28

        Walau semua sekuel dalam genre horor kerap terkesan sebagai aji mumpung, sangat menarik melihat Wan dan Whannell menghadirkan konsep sekuel yang diakuinya berjalan saling mengisi dengan ide-ide dari ‘The Conjuring‘ lengkap dengan side characters yang sudah jadi tuntutan wajib bagi para penggemarnya untuk hadir dalam porsi lebih. Specs yang diperani Whannell sendiri, Tucker dan tentunya Lin Shaye sebagai Elise yang tetap bisa menjadi scene stealer walau kemunculannya masih se-minim film pertamanya. Tone komedi dari karakter Specs dan Tucker yang tak bisa tidak kini jadi mengambil porsi lebih dalam blend horor keseluruhannya juga berhasil tergarap dengan taktis, tanpa harus menyampingkan kejutan-kejutan horor yang walau repetitif tetap terasa menyeramkan, dan tak pula menenggelamkan posisi keluarga Lambert ; Patrick Wilson, Rose Byrne, Barbara Hershey bahkan Ty Simpkins tetap sebagai semua main leads-nya.

IC22

           Namun hal terbaik dari sekuel ini memang ada di cara Wan dan Whannell merangkai kontinuitas itu seperti sebuah lingkaran utuh bersama elemen-elemen dalam instalmen pertamanya. Tetap ada plot, villain & insidious entities serta elemen baru yang menekankannya sebagai sebuah sekuel, namun tetap melekat erat bersama apa yang ada dalam ‘Insidious’ sekaligus jadi penjelasan lebih ke sosok memorable villain-nya. Dan berbeda dengan ‘The Conjuring’ yang lebih berisi tribute ke tone horor klasik ’70 – ‘80an yang lebih serius, walau lagi-lagi akan banyak hal yang sama dalam signature mereka termasuk sinematografi cantik John R. Leonetti bersama gesekan biola menyeramkan dari scoring Joseph Bishara, Wan dan Whannell sudah memberi garis batas ke franchise ini seolah jadi sebuah exciting rollercoaster ride dimana penontonnya bisa berteriak-teriak ketakutan tanpa meninggalkan sisi fun-nya.

IC24

            So do not hestitate. Ask yourself again, apa yang ingin kalian dapatkan dari film horor James Wan bersama partnership signatures-nya bersama Whannell. Tujuan mereka tetap sama, menggelar sebuah ride seolah memasuki rumah hantu penuh kejutan namun tetap fun, and that’s what you’re gonna get. Ending scene-nya juga sudah menunjukkan bahwa mereka akan maju terus dengan franchise ini, lengkap dengan kemungkinan-kemungkinan arahnya yang sangat menarik untuk ditebak. It’s really worth the hype, and in round circle, still scary like hell! (dan)

IC23

~ by danieldokter on September 29, 2013.

One Response to “INSIDIOUS : CHAPTER 2 ; ROUND CIRCLE OF SCARE”

  1. terbaik dari seri 1 dan conjuring.
    Nge-twist.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: