RUSH : A GREAT HYMN OF RIVALRY

RUSH

Sutradara : Ron Howard

Produksi : Exclusive Media, Cross Creek Pictures, Revolution Films, Working Title Films, Imagine Entertainment, Relativity Media, 2013

R12 

            Sports always rhyme with rivalry. Tapi yang se-menarik ini, only between two person, man to man, itu jarang-jarang. ‘Rush’ membawa kita ke salah satu kisah persaingan paling seru yang pernah ada di dunia balapan Formula One. Antara James Hunt, british flamboyant racing driver dari tim McLaren dengan Niki Lauda, pembalap asal Austria dari Ferrari yang jauh lebih dikenal dan masih melanjutkan karir di belakang arena balap hingga sekarang. Kecuali yang benar-benar penikmat F1 lintas generasi, yang lain mungkin lebih tahu crashing incident Lauda di 1976 German Grand Prix, yang hampir menewaskannya di tengah kobaran api dengan luka bakar hebat.

R1

            Oleh Ron Howard, sutradara mantan aktor cilik/remaja yang sangat dikenal dari serial ‘Happy Days’, juga peraih Oscar 2001 for Best Director dari ‘A Beautiful Mind’ dan banyak lagi ‘80s to ‘90s blockbusters hingga film-film legendaris termasuk ‘Apollo 13’ dan ‘The Da Vinci Code’, ‘Rush’ yang ditulis oleh Peter Morgan, juga Academy Award nominee dari sejumlah film-film bagus seperti ‘The Queen’, ‘Last King Of Scotland’, ‘Tinker, Tailor, Soldier, Spy’ dan ‘Frost/Nixon’ bersama Howard memang sekilas kelihatan seperti sports genre yang seru, namun jauh dibalik itu, ini adalah biopik dari dua racing drivers yang digarap dengan keakuratan tinggi diatas bangunan terkokohnya tentang kisah persaingan tadi. Detil sinematisnya tak main-main, and as ever, Howards signature has brought a lot of hearts into it.

R4

            Persaingan antara James Hunt (Chris Hemsworth) dan Niki Lauda (Daniel Brühl) sudah dimulai di sirkuit F3 sejak tahun 1970. Tak seperti Hunt, playboy eksentrik yang sangat memuja popularitasnya, Lauda yang datang dari keluarga aristrokrat Austria punya kemampuan mekanik jenius dan penuh presisi diatas sikap kalemnya. Walau kerap dikalahkan Hunt, dengan modal pinjaman dari bank, Lauda menempuh jalan pintas untuk masuk ke tim F1 dan lantas bergabung dengan Ferrari bersama seniornya Clay Regazzoni (Pierfrancesco Favino) sekaligus meraih kemenangan pertamanya di tahun 1975. Hunt yang ikut berpindah ke F1, bergabung dengan tim McLaren tak lama setelah tim lamanya, Hesketh, tak mampu mendapatkan sponsor. Persaingan itu pun berlanjut dibalik hubungan Hunt dengan supermodel Suzy Miller (Olivia Wilde) dan Lauda dengan wanita sosialita Marlene Knaus (Alexandra Maria Lara) yang sedikit banyak ikut mempengaruhi karir mereka. Lauda mulai meninggalkan Hunt dengan sejumlah kemenangan hingga akhirnya di German Grand Prix, melanggar intuisinya untuk berlomba di tengah cuaca buruk yang membahayakan race track, Lauda mendapat kecelakaan berat dengan luka bakar derajat tiga serta keracunan gas di paru-parunya. Tapi semangatnya tak putus. Melawan peringatan dokter setelah 6 minggu perawatan intensif di rumahsakit yang sebenarnya belum mengizinkan kondisinya untuk terjun kembali ke sirkuit, Lauda kembali berhadapan dengan Hunt di Italian Grand Prix yang gagal menyelesaikan putaran, dan terus menuju Japanese Grand Prix 1976 dimana Lauda secara tak terduga akhirnya mengalah membiarkan Hunt meneruskan kejuaraan demi kondisinya. Tetap dengan sebuah presisi perhitungan atas kegilaan Hunt terhadap popularitasnya.

R9

            Sets rebuild, vintage and racing car replicas hingga detil-detil lainnya dari production design Mark Dirby (‘Slumdog Millionaire’, ’28 Weeks Later’) menghidupkan kembali over the years F1 racing championship dibalik sinematografi award winning DoP Anthony Dod Mantle yang juga lebih dikenal lewat sederet film-film Danny Boyle itu memang jadi salah satu elemen terbaik dalam ‘Rush’ sebagai true story adaptation. Semuanya jadi juara bersama aspek-aspek teknis sinematis lain dari costume design yang mungkin sekilas terlihat simple namun jauh lebih rumit dari yang terlihat, editing Daniel P. Hanley dan Mike Hill yang sejak lama jadi partner Ron Howard di film-filmnya hingga scoring orkestral Hans Zimmer yang seperti biasa tampil sangat megah berikut ‘70s soundtracks-nya dalam mengantarkan racing scenes yang seru di eranya. It’ll grip you through the edge of your seat with an adrenaline rush and heartpounding emotions, tak ubahnya seperti sports movie dengan elemen-elemen fiktif. Departemen makeup dengan makeup effects artist Shaune Harrison juga jadi unsur penting dengan akurasi tinggi gambaran medisnya, mostly if you’ve ever seen the real pictures of Niki Lauda after his crashing incident.

R10

Bersama penyutradaraan Ron Howard, with hearts written everywhere, terutama di bagian-bagian dramatisasinya, skrip Peter Morgan juga bekerja dengan luarbiasa. Tak hanya menghadirkan elemen-elemen menarik dalam membenturkan biography storytelling mereka ke nama-nama tokoh terkenal dari dunia F1 racing ke aktor-aktor legendaris seperti Curd Jürgens bahkan Richard Burton dalam affair mereka ke pasangan Hunt dan Lauda yang masing-masing diperankan oleh Olivia Wilde dan Alexandra Maria Lara (sayang Russell Crowe urung tampil sebagai cameo memerankan Burton seperti direncanakan sebelumnya), hal terbaik dalam very well crafted script itu adalah keseimbangan Morgan menghadirkan fierce rivalry ini tanpa sekalipun terlihat kelewat bombastis. Baik Hunt dan Lauda tergambar lebih sebagai human beings dibalik ambisi-ambisi dan penempatan emosi untuk tak mendistraksi empati ke salah satunya. Di tangan Morgan, ‘Rush’ tak hanya jadi sebuah exciting events re-telling, tapi sekaligus biopik dua tokoh yang tergarap dengan high-octane balance menggelar konflik-konfliknya.

R11

Though above all, the best thing inRush’ untuk membuatnya begitu mengalir tanpa harus jadi sebuah tontonan biopik yang segmented, baik buat yang mengenal kejadian aslinya atau tidak – like any Ron Howards biopic works –  adalah ketepatan pemilihan cast. Memerankan James Hunt dengan suave style-nya yang serba arogan, Chris Hemsworth tampil dengan sangat pas. Aktris Jerman Alexandra Maria Lara stole almost every scenes she’s in sebagai Marlene Knaus, menutupi Oliva Wilde sebagai Hunts love interest.

RUSH

Tapi yang paling bersinar adalah Daniel Brühl. As a spanish born German actor, mungkin tak sepenuhnya sulit bagi Brühl tampil dengan dialek Austria yang kental, namun selain punya kemiripan dalam elemen-elemen fisiknya, Brühl benar-benar menjelma menjadi Niki Lauda , menerjemahkan karakternya dengan luarbiasa. Chemistry love and hate relationship-nya dengan Hemsworths Hunt yang jadi konklusi dari kisah persaingan paling menarik dalam dunia F1 racing ini juga sama menariknya. Dengan gestur dan dialog-dialog dari skrip Morgan, guliran kisah mereka menampilkan thrill-thrill yang sangat asyik. Translating a jinx to each other, yet also a blessing in their strongest motivation. Apapun itu, Ron Howard dan timnya sudah sangat sukses mengangkat true story ini menjadi sebuah film bagus yang tak mudah buat dilupakan, sekaligus satu yang terbaik dari tahun ini. A great hymn of rivalry that will rush the adrenaline out of you. Fast tracks, quick lanes, and hearts everywhere! (dan)

R2

~ by danieldokter on October 2, 2013.

2 Responses to “RUSH : A GREAT HYMN OF RIVALRY”

  1. Reblogged this on paulustheodore.

  2. […]  10.  RUSH […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: