PRISONERS : AN EMOTIONALLY GRIPPING THRILLER MASTERPIECE

PRISONERS

Sutradara : Denis Villeneuve

Produksi : Alcon Entertainment, Warner Bros, 2013

PR12 

            Meski sudah membesut beberapa film yang berhasil menembus sejumlah festival termasuk Cannes dan Berlinale, baru lewat ‘Incendies’(2010), film drama Kanada yang mendapat nominasi Oscar 2011 untuk Best Foreign Language Film-lah nama sineas French-Canadian Denis Villeneuve dikenal jauh lebih luas. Biar dikalahkan oleh ‘In A Better World’-nya Susanna Bier dari Denmark, ‘Incendies’ yang rata-rata menempati list 10 best tahun itu memang punya gaung tak main-main. Buying his way into Hollywood, Villeneuve sekaligus merilis dua filmnya yang keduanya dipertunjukkan di TIFF (Toronto International Film Festival) barusan, dan uniknya, dua-duanya memuat nama Jake Gyllenhall di deretan aktornya.

PR7

            Lagi-lagi, resepsi kritikus di preview screening-nya membangun hype besar untuk ‘Prisoners’, selain ekspektasi ke nama Villeneuve, juga punya kekuatan sebagai salah satu judul dalam ‘The Black List’, the best Hollywood’s unproduced script dari Aaron Guzikowski yang tahun lalu menulis remake film Islandia, ‘Contraband’. Sempat diberitakan bakal jadi cast-nya, Mark Wahlberg, Christian Bale juga Leonardo DiCaprio memang urung tampil, namun bukan berarti pilihan akhir Villeneuve untuk proyek Hollywood-nya ini tak menjanjikan. Selain Gyllenhaal, ada Hugh Jackman, Terrence Howard, Melissa Leo, Maria Bello, Viola Davis dan Paul Dano di ensemble cast-nya. Now among many thrillers, yang punya pencapaian sangat memorable mungkin tak banyak. ‘Prisoners’, sebagai kidnapping thriller yang banyak dibanding-bandingkan resepsinya dengan ‘Se7en’, walaupun sebenarnya tak sepenuhnya berada di wilayah yang sama jelas adalah salah satu kandidatnya. So wait until you see it yourself. Let’s look at the plot.

PR10

            Di sebuah thanksgiving dinner di wilayah pinggiran Pennsylvania, dua keluarga Keller – Grace Dover (Hugh Jackman & Maria Bello)  dan Franklin – Nancy Birch (Terrence Howard & Viola Davis) kehilangan putri kecil mereka, Anna dan Joy. Kecurigaan Detektif Loki (Jake Gyllenhaal) atas laporan mereka awalnya mengarah ke pengendara RV Alex Jones (Paul Dano), anakmuda introvert dengan IQ anak berumur 10 tahun yang tinggal bersama bibinya, Holly Jones (Melissa Leo), namun sayangnya, tak ada bukti yang bisa digunakan untuk terus menahan Alex yang diyakini Keller merupakan pelakunya lewat serangkaian bukti misterius. Dengan Loki yang terus berusaha menyelesaikan kepingan-kepingan puzzle-nya, kini berpacu dengan waktu untuk menemukan Anna dan Joy dalam ketidakpastian keselamatan mereka, Keller terpaksa mengambil tindakan di luar hukum. But does it solve the whole puzzle?

PR5

            So did it come close toIncendiesas Villeneuves masterpiece, seperti yang diinginkan banyak orang? Menggunakan keahliannya menggulirkan cerita dengan latar misteri, Villeneuve memang masih menggunakan banyak elemen mirip pada ‘Prisoners’ dibalik durasinya yang tergolong sangat panjang. Salah satunya adalah permainan emosi, menuangkan permainan menakutkan ke kepingan-kepingan puzzle-nya. One that easily crush your deepest emotion into it.

PR1

        Senjata terbaiknya adalah kekuatan akting dan chemistry cemerlang diantara para ensemble-nya. Tak jauh beda dengan signature-nya di ‘Incendies’, hanya saja, nama-nama besar itu jelas lebih menjadi dayatarik plus bagi penontonnya. Hugh Jackman bermain sangat emosional dan intens sebagai Keller Dover, membangun emosi terbaiknya untuk menggugah empati penonton terhadap pilihan tindakannya. Cast selebihnya juga sangat bagus menggambarkan a bunch of people on their edge of breaking down, termasuk Paul Dano dan newcomer David Dastmalchian yang memang punya gestur pas dalam karakter mereka. Namun saingan terberat Jackman adalah Gyllenhaal. Memerankan Loki di tengah kebingungannya menentukan intuisi dan logika, lengkap dengan nervous eye twitching method acting yang konsisten di conflict parts-nya, ini adalah performa terbaik Gyllenhaal dibandingkan banyak filmnya sebelum ‘Prisoners’.

PR4

            But the best thing inPrisoners’ adalah Villeneuve dan skrip Guzikowski tak pernah mencoba kelihatan terlalu pintar menyusun look and found kidnapping puzzle tadi dengan elemen-elemen whodunit yang klise dalam genre sejenis berikut mazes and biblical elements. Tak juga berusaha setengah mati untuk jadi sesuatu yang berbeda, menggabungkannya dengan subplot-subplot ala film-film classic vigilante yang bermain di atas emosi penonton, Villeneuve tak lantas membuat penontonnya bermain ala detektif untuk berpikir dan menebak-nebak kemana arah plotnya, tanpa pula membiarkan dark sides dalam plot itu menyeruak sampai mendobrak sisi kompromisnya sebagai sinema Hollywood.

PR8

        Ia cukup secara taktis menggunakan elemen-elemen andalannya, termasuk sinematografi cantik dari 10 times Academy award nominee DoP Roger Deakins, tight editing dari Joel Cox dan Gary D. Roach, scoring keren dari komposer Islandia Jóhann Jóhannsson serta powerhouse performances dari pendukungnya untuk memaku penontonnya mengikuti permainan emosi naik turun ini. Those things will grip you through the edge of your seat, menyesakkan dada penontonnya yang bakal merasa gregetan sepanjang durasinya yang meski sangat panjang sebagai sebuah thriller tapi tak sekalipun terasa membosankan, terus menuju konklusinya yang meski gampang terbaca tapi dibalut dengan ending scene yang benar-benar keren.

PR6

          So don’t miss it. Being one of the best this year, walau kita masih harus menunggu ‘Enemy’ nanti, Villeneuve sudah menarik garis batas style-nya untuk terjun ke pasar Hollywood dalam sebuah balance yang sangat bagus. Without too many attempts to look completely smart and different, kekuatan-kekuatan yang dimilikinya sudah membuat ‘Prisoners’ menjadi thriller yang dengan cerdas membawa pemirsanya larut di dalam proses penceritaannya. An emotionally gripping thriller masterpiece. A Masterpiece! (dan)

~ by danieldokter on October 6, 2013.

6 Responses to “PRISONERS : AN EMOTIONALLY GRIPPING THRILLER MASTERPIECE”

  1. Film yang menegangkan, tapi meletihkan untuk dibahas. Twist film ini bisa ditebak dari awal, tapi eksplorasi skenario membawa cerita yang selalu memiliki 2 kutub (satu dari sisi Loki, satu lagi dari Dover) membawa kita selalu ragu dan menunggu-nunggu. Saya teringat film Chinatown yang menghadirkan puzzle begitu cerdas dan konklusinya membuat penonton makin terdorong ke fakta yang lebih kelam (cuma bedanya, film ini memberi rasa ending yang tidak pesimis).

  2. Dan mengenai message film ini, saya rasa cukup jelas kalau film ini bicara mengenai ‘bad parenting’. Jarang sekali film Hollywood mengangkat masalah ini di sebuah cerita misteri. Saya yakin, sutradara tidak hanya ingin bercerita, tapi dia juga ingin bicara. Bravo !

  3. Reblogged this on paulustheodore.

  4. […]  11.  PRISONERS […]

  5. […] PRISONERS – Roger A. Deakins […]

  6. […] PRISONERS – Roger A. Deakins […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: