ADRIANA : A LOVE TALE WITH ADVENTURE CHARM

ADRIANA

Sutradara : Fajar Nugros

Produksi : Visi Lintas Film, 2013

AD2

            Here’s an inconvenient truth. Bahkan dalam variasi genre yang sempit, film kita, jarang-jarang punya tema berbeda. ButAdrianais a different case. Walau tetap punya sisi klasik sebagai sebuah love story, adaptasi novel yang ditulis Fajar Nugros dari cerbungnya di facebook sudah punya konsep yang unik yang juga membedakannya dari novel-novel sejenis. Sebagai sebuah kisah cinta dibalik petualangan menelusuri jejak historis landmarks Jakarta, cerbung itu bahkan melahirkan penggemar-penggemar yang kemudian menulis versi perspektif sudut pandang karakter berbeda dari ceritanya. Namun buat penulisan skrip adaptasinya, Nugros menyerahkannya pada Laila ‘Lele’ Nurazizah, penulis skrip omnibusSanubari Jakarta’ tahun lalu.

AD6

            Oleh Sophia Latjuba dalam ranah baru karirnya sebagai produser (bersama Eko Kristianto) ‘Adriana’ sekaligus menjadi vehicle buat debut peran utama layar lebar sang putri, Eva Celia yang selama ini sudah dikenal sebagai penyanyi dan pernah muncul dalam beberapa film. Lengkap dengan hadirnya Indra Lesmana dalam penggarapan scoring dan soundtrack-nya, ‘Adriana’ jelas menambah sisi menariknya. Dua aktor yang muncul mendampingi Eva, Adipati Dolken dan Kevin Julio, juga punya daya jual cukup tinggi dalam sasaran pangsanya.

AD1

            “Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan.”. Begitulah bunyi satu dari banyak teka-teki yang dialamatkan Adriana (Eva Celia) sejak pertemuan singkatnya dengan Mamen (Adipati Dolken) di Perpustakaan Nasional. Bukan saja gadis misterius ini adalah love at first sight-nya, namun buat Mamen yang playboy tapi sering sulit menggunakan otaknya, cinta sejati adalah sebuah petualangan. Dengan bantuan sahabatnya yang jauh lebih cerdas, Sobar (Kevin Julio), Mamen pun memulai petualangannya menyelesaikan teka-teki ini, menelusuri relung-relung Jakarta dan sejarahnya, tanpa menyadari kalau semua ini menyimpan rahasia dari mimpi-mimpi masa lalu yang tersimpan rapat dari orang-orang terdekatnya.

AD7

            Konsep unik petualangan ala ‘National Treasure’ yang digelar Nugros diatas sebuah kisah cinta remaja ini memang unik. Membawa pemirsanya menelusuri sederet teka-teki yang divisualisasikan lewat storytelling tak biasa,  jejak-jejak historis itu muncul dengan informatif sebagai satu sisi yang jarang-jarang bisa kita dapat dalam banyak film Indonesia. Membolak-balik sejarah Indonesia dibalik trivia simbol-simbol landmarks Jakarta dan budayanya, dari patung, monumen, hingga ke museum, vihara, Pekan Raya Jakarta dan kuburan Belanda, penceritaan back and forth-nya juga tergelar sangat menarik. Dari sejarah Fatahillah, legenda Si Pitung dan Adriana Van Den Bosch, perang Diponegoro, tokoh-tokoh historis lainnya seperti Moh. Husni Thamrin, perjuangan kemerdekaan hingga hubungan Soekarno – Hatta, semuanya jadi blend menarik untuk membangun sisi adventure itu. Fokus-fokus simbol tadi dalam pengadeganannya pun tak lantas jadi bumbu sambil lewat. Sinematografi Yadi Sugandi, tata artistik Benny Lauda dan editing Cesa David Luckmansyah Ryan Purwoko bisa membuat semua landmarks itu ikut membangun plot-nya dengan cukup solid.

AD3

            Meski seperti biasa, memadatkan novel sejumlah 400 halaman menjadi film berdurasi terbatas mau tak mau akan berhadapan dengan beberapa koherensi pengadeganan serta timeline yang bisa jadi akan sedikit mengganggu, bangunan karakternya tetap digagas dengan manusiawi dibalik masalahnya masing-masing tanpa harus menonjolkan karakterisasi all-rounder dan serba lovable yang tak lagi wajar. Bahkan salah satu karakter utamanya, Mamen, tetap tergelar seperti apa yang ada di novelnya,  a dumbass dibalik gestur idealnya sebagai seorang heartthrob. Sempalan komedinya cukup baik, dan penjelasan-penjelasan yang dimunculkan dibalik twist-nya, meski memang sedikit agak berlebihan tetapi masih cukup rapi. Hanya sayang bagian-bagian endingnya kurang tertata dengan baik dalam bangunan emosi yang sebenarnya harus jadi fokus penting, terlebih dalam atmosfer love story-nya.

AD12

            Dalam sisi akting, Eva Celia cukup sukses meng-handle penampilan awalnya sebagai bintang utama di film layar lebar. Turnover karakternya muncul dengan wajar di tengah karakter-karakter lainnya, with quite a sweetheart quality bersama salah satu adegan live performance-nya bersama permainan piano sang ayah, Indra Lesmana. Adipati Dolken tetap Adipati Dolken, walaupun bisa masuk ke karakter Mamen dengan cukup baik, namun Kevin Julio menghadirkan sparks jauh lebih menarik memerankan Sobar dibanding dirinya. Aktor-aktor pendukung lain juga tampil cukup bagus sebagai side-characters ; ada Masayu Anastasia dan Imey Liem, Torro Margens, Henky Solaiman, Joshua Pandelaki, Soleh Solihun and mostly Agus Kuncoro yang seperti biasa tetap bisa mencuri perhatian di tengah-tengah karakter lainnya.

AD5

            Satu lagi hal lain yang sangat menarik dari ‘Adriana’ jelas ada pada scoringnya. Being a rare thing in Indonesian movie scores, sentuhan contemporary jazz dalam scoring dan soundtrack yang digarap Indra Lesmana bersama Eva muncul dengan blend yang solid, termasuk di beberapa track vocals Eva dengan soulful voice-nya dalam kombinasi jazz, pop hingga dubstep.

AD10

            So yes, dengan konsep unik tadi, ‘Adriana’ jelas menjadi sajian yang sangat fresh. Walau masih diwarnai beberapa kekurangan, tapi effort Nugros membawa konsep baru ke layar lebar Indonesia jelas harus dihargai lebih. Not only filled with tribute to our founding fathers, celebrating Jakarta landmarks and Indonesian history beyond a charming love tale, ‘Adriana’ adalah sebuah petualangan baru dalam sinema kita. (dan)

~ by danieldokter on November 10, 2013.

2 Responses to “ADRIANA : A LOVE TALE WITH ADVENTURE CHARM”

  1. waktu liat awal trailernya, terasa seperti film cinta biasa, tapi ketika melihat ada unsur sejarah dan pencarian atas teka-teki, langsung tertarik. Semoga masih sempet nonton di bioskop..

  2. film yang keren…
    mungkin itu adalah satu-satunya film Indo. yang masih nyangkut di otak saya .
    Tanpa ada adegan ‘cinta’ yang berlebihan dan mengalir seperti air …
    #noBash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: