CARRIE : YOU WILL (ONLY) KNOW HER NAME

CARRIE

Sutradara : Kimberly Peirce

Produksi : Misher Films, MGM, Screen Gems, 2013

CAR10

            Here’s a question. Why the 1976 original Brian De PalmasCarrie is a classic? You might have many answers. Sissy Spacek and Piper Lauries powerhouse performance that received Oscar nominations? That the movie brought almost all of its young casts ; Amy Irving, Nancy Allen (who later even married to Brian De Palma), William Katt, Sissy Spacek and John Travolta into stardom? The slowburn that lead into explosive climax which you’ve never imagine? Or the legendary scene with blood over Carrie’s body? Say whatever. Terserah. Semua jawabannya akan bisa dibenarkan. Tapi esensi terbaiknya adalah sebuah spellbinding horror feel diatas teen-bully themes and sexual awakening, fenomena telekinetik dan paradoks-paradoks relijius. Bahwa ‘Carrie’ tahun 1976 itu bukan lantas menjadi sebuah teen supernatural fantasy nor a gorefest, tapi membawa misi lain dalam novel asli Stephen King. A horror.

CAR7

            Tak heran kalau status klasik itu membuatnya beberapa kali di-daur ulang. Selain versi musikal oleh penulis skrip versi 1976-nya, Lawrence D. Cohen, di tahun 1999, bersama arus teen-horror trend yang dibawa ‘Scream’, muncul pula sekuel ‘The Rage : Carrie 2’ yang salahnya gagal total. Bukan hanya terasa bagaikan aji mumpung yang merusak versi orisinilnya dengan hal-hal repetitif hingga lebih mirip remake ketimbang sekuel dengan kaitan karakter yang dipaksakan, itupun dengan nuansa hip eranya yang menutupi horornya jadi sebuah fantasi supranatural, tema sexual maturity-nya malah diarahkan ke momen-momen awkward tentang virginity dalam hubungan ke source inspirasinya tentang skandal seks di kalangan atlit football remaja. Versi TV tahun 2002 yang direncanakan bakal jadi pilot episode untuk serial yang tak pernah terlaksana, walaupun untuk kepentingan itu endingnya dirombak, sebenarnya sedikit lebih baik dengan meng-casting aktris bertampilan anoreksik Angela Bettis sebagai Carrie White, tapi salahnya berhadapan dengan keterbatasan bujet yang membuatnya terlihat seperti, well, TV series.

CAR5

            Then here comes the new remake. Di luar nama Lawrence D. Cohen yang kembali di-kredit sebagai penulis skrip tapi mostly hanya karena penggunaan skrip orisinil itu, bersama Roberto-Aguirre Sacasa yang selama ini malang-melintang di dunia komik Marvel serta beberapa episode ‘Glee’ termasuk crossover komik ‘Glee’ dengan franchiseArchie’, sutradaranya sebenarnya sangat menjanjikan. Kimberly Peirce yang dalam segelintir kiprahnya sudah menghadirkan ‘Boys Don’t Cry’ dengan tema bully berkedalaman dahsyat, sementara untuk cast-nya memang mengkhawatirkan. It’s true, bahwa Chloë Grace Moretz adalah aktris muda dengan potensi akting sangat bagus. Tapi deretan kandidat sebelumnya, yang semua diisi sweethearts atau aktris-aktris berparas cantik (that includes Lindsay Lohan on their first list) sudah menunjukkan anomali untuk sosok Carrie White. However, tampilan Moretz dalam trailer dan poster-poster promonya, bolehlah, dan masih ada pula Julianne Moore yang mengisi peran Piper Laurie sebagai ibu Carrie.

CAR12

            Dikabarkan menjadi versi yang lebih setia ke novelnya, plotnya tak jauh berbeda diatas skrip Lawrence D. Cohen yang kembali jadi fondasinya. Dibuka sedikit berbeda dengan pengenalan terhadap Margaret White (Julianne Moore), fanatik religius yang cenderung sakit jiwa, kita dibawa ke sosok putrinya yang sudah beranjak remaja, Carrie White (Chloë Grace Moretz), yang tumbuh menjadi gadis introvert dan antisosial dalam lingkungan sekolahnya. Kebingungan Carrie atas haid pertamanya membuat ia menjadi korban bully siswi-siswi lain di sekolahnya terutama Chris Hargensen (Portia Doubleday) dan Sue Snell (Gabriella Wilde), namun ada Miss Desjardin (Judy Greer), gym teacher-nya yang lantas menyelamatkan Carrie. Bersama kejadian ini, Carrie yang semakin dikekang Margaret perlahan menyadari ada kekuatan spesial yang datang kepadanya. Menjelang prom night, Sue yang belakangan malah bersimpati padanya memaksa kekasihnya Tommy Ross (Ansel Elgort) mengajak Carrie sebagai prom date demi membayar kesalahannya, namun Chris yang di-skors Desjardin dan berseteru dengan Sue karena terus mengeksploitasi Carrie juga tak tinggal diam. Bersama badboy lover-nya Billy Nolan (Alex Russell), Chris menyiapkan jebakan yang sangat memalukan buat Carrie. And you know the rest. It’s the pigblood all over again, with all things turned into the explosive chaos.

CAR4

            Do we have to compare this with the 1976’s classic? Unfortunately yes, mostly karena status klasik itu sendiri. Apa boleh buat. Dimulai dengan cukup meyakinkan, walaupun terkesan memperhalus semua elemen dalam versi orisinilnya, termasuk eksploitasi seksual De Palma di shower scene memorable itu, ‘Carrie’ versi baru ini sebenarnya sudah tampil cukup baik. Paling tidak Sacasa dan Peirce kelihatan benar-benar menyadari ada elemen dan shots tak tergantikan untuk re-imagining versi mereka. Okay, Moretz mungkin tetap terlihat kelewat cantik dan hardly believable, tetapi sudah terlihat sangat berusaha tampil meyakinkan sebagai seorang remaja antisosial – korban bully penuh masalah. Judy Greer, underrated actress yang selalu menunjukkan kemampuan lebih di film-filmnya juga diekspos dengan baik bahkan melebihi versi Betty Buckley di versi 1976-nya. Begitu juga Julianne Moore meski belum bisa menyaingi Piper Laurie, plus aktor Hart Bochner yang sudah lama tak muncul menjadi ayah Chris.

CAR6

            But then here goes the flaws. Being miscast and misfocused, penelusuran selanjutnya benar-benar lari dari jalurnya. Tak ada yang kelewat berubah dari boys characters-nya kecuali Tommy Ross yang berbelok menjadi kelewat manis dibalik motivasi sesungguhnya, tapi baik Portia Doubleday dan Gabriella Wilde sangat lemah untuk mengulang peran Nancy Allen dan Amy Irving. Bukan saja tak jauh lebih secara fisik dibandingkan Moretz, Doubleday jadi jauh lebih komikal sementara Wilde justru kehilangan emosi penting dalam dilemanya sebagai Sue Snell. Usaha Peirce memunculkan simbol-simbol serta dialog tambahan dari Sacasa buat menekankan paradoks relijiusnya kebanyakan pointless hingga ke final scenes-nya.

CAR3

Dan yang paling parah, sisi telekinetiknya malah tersampaikan benar-benar bertolak belakang. Instead of showing uncontrollable forces, Peirce malah dengan asyik membangun karakter Moretz bak seorang Hit-Girl yang luarbiasa comfort mengeksplor kemampuannya jadi lebih percaya diri. Dan ini masih terus berlanjut ke klimaks jagoannya yang bukan hanya jadi tak mengejutkan tapi juga sungguh-sungguh kehilangan motivasi yang tampil begitu kuat di versi 1976-nya. Tak ada lagi siraman darah yang jadi terasa sangat menyeramkan dengan ekses tak terbayangkan dibalik feel horor yang benar-benar ditransfer ke sebuah supernatural fantasy yang dalam banyak hal malah kelihatan fun ketimbang mengerikan. Scoring Marco Beltrami yang sebenarnya jadi nama yang paling tidak bisa berpotensi menyamai Pino Donaggio juga malah memperparah feel itu.

CAR1

So begitulah. Sebagai sebuah sajian baru untuk yang belum pernah menyaksikan versi Brian De Palma, ‘Carrie’ mungkin masih akan sangat berfungsi sebagai supernatural fantasy yang fun, at least dalam penggarapan keseluruhannya yang bukan juga tergolong jelek. Tapi jangan coba-coba tanyakan fans versi original berstatus klasik tadi. Like the tagline said, ‘You Will Know Her Name’, yes, pemirsa barunya akan hanya mengenal nama tanpa memahami sosok sebenarnya dibalik nama itu. You Will ‘Only’ Know Her Name. (dan)

~ by danieldokter on November 12, 2013.

One Response to “CARRIE : YOU WILL (ONLY) KNOW HER NAME”

  1. Reblogged this on paulustheodore.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: