MAKE MONEY : A RARE INDONESIAN WORKPLACE COMEDY

MAKE MONEY

Sutradara : Sean Monteiro

Produksi : Bamboom Productions, 2013

MM9

            Lagi, dalam variasi genre yang sempit di film-film kita, sebuah pendekatan dari sisi baru jadi unsur penting untuk tak terus terjebak disitu-situ saja. ‘Make Money’ yang hadir minggu ini adalah salah satunya. Mostly menggunakan aspek profesi dalam genre-genre drama, atau paling tidak hanya sekedar latar dari karakternya, film arahan Sean Monteiro ini mengambil template komedi yang berbeda.

MM2

            Known as workplace comedy, work comedy, office comedy, atau apapun sebutannya, trend-nya sempat marak di film-film komedi Hollywood ’80-an ke ’90-an. Diantaranya ada ‘Ruthless People’, ‘Other’s People Money’, ‘The Secret Of My Success’, ‘The Associate’ dan masih banyak lagi. Di tengah warna komedi, template yang punya sisi ekonomikal kental itu juga punya satu batasan dimana kebanyakan komedinya memang tak diekspos keterlaluan untuk membangun thrill-thrill ke motivasi tokoh utama di tengah satu-dua karakter antagonisnya. Satu yang paling dikenal, ‘Trading Places’ karya John Landis yang dibintangi Dan Aykroyd dan Eddie Murphy sebelum namanya benar-benar menanjak, agaknya menjadi acuan plot film ini. However, sama sekali bukan berarti rip-off atau produk tiruan, hanya menggunakan elemen-elemen utama yang mirip, lewat naskah yang ditulis Sean Monteiro, dari ide yang dikembangkannya sejak lama atas kecintaannya terhadap film-film komedi Indonesia, bersama Haqi Achmad dengan supervisi Salman Aristo.

MM5

            Satu lagi yang menarik tentulah penampilan Pandji Pragiwaksono, sosok multitalenta penyiar-presenter-penulis-rapper bahkan belakangan aktif di stand-up comedy scene Indonesia. Mau dibandrol sebagian orang dengan sebutan ‘selebtwit’ di trend social media sekarang, ia jelas punya segudang prestasi diluar daya jual. Bersama David Saragih yang juga lebih dikenal sebagai MC, ada juga stand up comedian Ernest Prakasa dan dukungan aktor lain yang cukup dikenal. Dari Verdi Solaiman, Tika Bravani, Tara Basro hingga aktor-aktor senior seperti Ray Sahetapy dan Ratna Riantiarno. Disini pula, Ence Bagus diserahi porsi cukup besar untuk mengeksplorasi potensi komedinya.

MM6

            Pengusaha iklan sukses yang membangun karirnya dari bawah hingga memiliki Bamboom company, Tri (Ray Sahetapy), sayangnya tak seberhasil itu menjalankan tugasnya sebagai single father setelah ditinggal istrinya (Ratna Riantiarno). Dua putranya, Rachmat (David Saragih) dan Aris (Pandji Pragiwaksono) tumbuh sebagai anak-anak manja, terutama Aris yang malah jadi sangat angkuh dan suka membangkang dibalik tuntutannya mewarisi Bamboom. Untuk memberi pelajaran, Tri membuat sebuah rencana bersama bawahan kepercayaannya, Bono (Verdi Solaiman) dan Putut (Albert Halim), yang tanpa disadari justru jadi berantakan. Meninggalkan semua aset kekayaannya pada pemulung baik hati Odi (Ence Bagus) dan Bono yang memanfaatkan kesempatan, Aris dan Rachmat berbalik jadi gelandangan tanpa satupun warisan dari ayahnya. Luntang-lantung bertahan hidup, kakak beradik ini akhirnya menyadari bahwa mereka harus kembali saat Bamboom berada di ambang kebangkrutan.

MM8

            Berbeda dari kebanyakan film kita yang punya template linear rags to riches atau zero to hero dalam rata-rata plot yang mengisahkan perjuangan tokoh utamanya, ‘Make Money’ memulainya secara bertolak belakang. Mengkombinasikan Pandji dan David sebagai karakter utama dengan Ence Bagus yang berperan sebagai Odi, ‘Make Money’ bukannya serba sempurna. Selain memang harus berhadapan dengan banyak hal klise yang rata-rata ada di genre sejenis, beberapa bangunan konflik dan benturan sosialnya juga kerap terasa agak datar tanpa fokus yang terlalu seimbang diantara pemeran-pemeran sentral ini. Namun dalam kelebihan yang sangat jelas, yang juga jarang-jarang ada di film kita, storytelling Sean terasa cukup solid membangun tema workplace comedy tadi dalam penelusuran plot-nya, tanpa tertinggal hanya sebagai latar karakterisasi tokoh-tokohnya. In that template, we’ll also know where it ends, namun ending scenes –nya cukup sukses memilih cara sedikit berbeda dibalik kombinasi komedi dan dramatisasi yang tetap terjaga. Product placement yang hadir juga tak jadi terasa mengganggu, tapi masuk dengan baik ke dalam plot-nya.

MM7

            Dalam penampilan perdananya sebagai lead actor, Pandji cukup sukses meng-handle porsi komedi yang bisa dibilang minim. David Saragih memberikan chemistry yang cukup erat untuk mengisi atmosfer komedinya bersama Ence Bagus yang meskipun tak mendapat terlalu banyak kesempatan untuk berinteraksi bersama keduanya, tapi tetap seperti biasa, tampil sangat baik memperkuat bangunan komedi itu. Bersama Albert Halim, Verdi Solaiman lagi-lagi menunjukkan potensi scene stealer-nya sebagai antagonis secara komikal. Jangan lupakan juga Tika Bravani, Ray Sahetapy, Tarzan Srimulat, berikut penampilan singkat Tara BasroAida Nurmala serta Ratna Riantiarno yang mengisi double role-nya dengan sangat baik. Presentasi teknisnya pun tak jelek, dengan Khikmawan Santosa yang kali ini turut mengisi scoring plus theme songMake Money Anthem’, lagu rap yang langsung dibawakan Sean Monteiro sendiri bersama J-Lau dan Zamzam.

MM1

            Sebagai debut penyutradaraan Sean Monteiro, ‘Make Money’ paling tidak sudah menunjukkan niat untuk sedikit lebih berusaha menghadirkan sentuhan-sentuhan baru di tengah genre film kita yang masih terbatas tadi. A really fresh riches to rags workplace comedy yang masih sangat jarang ada di film-film kita, dan ini, sangat layak dihargai lebih. (dan)

~ by danieldokter on November 17, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: