HOMEFRONT : HARD PUNCHES AND OLD FASHIONED-ACTION

HOMEFRONT

Sutradara : Gary Fleder

Produksi : Millennium Films, Nu Image, Endgame Releasing, Open Road Films, 2013

HF2

            Ah yes. Ini memang filmnya Jason Statham, so you knew what to expect. Namun walaupun tetap dibandrol sebagai tontonan action, Statham sebenarnya punya dua kelas dalam menyuguhkan aksinya. Yang satu, dalam tradisi ‘The Transporter’, ‘Crank’, dan franchise-nya, dan satu lagi yang sedikit beda seperti ‘Blitz’ dan ‘Hummingbird’ barusan, dimana action scenes-nya lebih merupakan kompromisme kecil ke plot yang dibangun secara lebih serius.

HF1

            Lewat tangan Sylvester Stallone yang selain duduk di kursi produser juga menulis skripnya, ‘Homefront’ yang merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Chuck Logan ini ada di deretan kedua tersebut. Masih ada pula nama Gary Fleder sebagai sutradara. Sempat istirahat cukup lama setelah adaptasi novel John GrishamRunaway Jury’ di tahun 2003, Fleder yang memulai karir layar lebarnya dengan debut thriller unik yang di-premiere-kan di Cannes, ‘Things To Do In Denver When You’re Dead’ (1995), sempat kembali lewat football true storyThe Express’ (2008). Rata-rata filmnya bukan sembarangan, termasuk ‘Kiss The Girl’ (1997), ‘Don’t Say A Word’ (2001) dan ‘The Impostor’ (2003). Kolaborasi itu sudah menyiratkan bahwa ‘Homefront’ bukan hanya sekedar seru-seruan ala film-film Statham kebanyakan.

HF10

            Beberapa tahun setelah misi undercover-nya ke gembong narkoba Danny T (Chuck Zito) berakhir berantakan diatas sebuah dendam, agen DEA Phil Broker (Jason Statham) menyepi ke kota kecil di Southern Louisiana. Berniat hidup tenang sebagai single father setelah kepergian istrinya, Broker mencoba membesarkan putrinya, Maddy (Izabela Vidovic) seorang diri. Sayangnya ketenangan itu tak berlangsung lama. Dipicu dari keributan antara Maddy dan temannya di sekolah, konfliknya lantas merembet lebih jauh. Pasalnya, ibu si anak, Cassie (Kate Bosworth) adalah adik meth kingpin setempat, Morgan ‘Gator’ Bodine (James Franco), yang lantas membaca situasi atas latar belakang Broker. Bersama kekasihnya Sheryl Mott (Winona Ryder) yang dijadikan umpan, Broker yang dilindungi sheriff Rodriguez (Clancy Brown) merancang sebuah rencana untuk menyerahkan Broker. Kini dengan sekelompok pembunuh bayaran pimpinan Cyrus Hanks (Frank Grillo) datang menyerbu, kota kecil itu menjadi medan perang yang menempatkan Broker di tengah-tengahnya demi keselamatan Maddy.

HF4

            Mengkombinasikan porsi home invasion thriller ke tengah tema generik lone soldier on a hide yang ber-setting di bayou area Southern Lousiana, ‘Homefront’ jadi action yang agak berbeda. Karakterisasi yang didukung ensemble cast menarik itu juga jadi salah satu nilai tambah yang ter-handle dengan baik di tangan Fleder dan Stallone yang bisa membuat kehadiran mereka jadi faktor cukup penting ketimbang sekedar numpang lewat dalam plot keseluruhannya. Tak hanya karakter messed-up babes yang sering hadir di tema-tema sejenis, yang disini menampilkan eksplorasi akting bagus dari Kate Bosworth and mostly Winona Ryder dalam peran lebih menonjol, Izabela Vidovic juga cukup mencuri perhatian sebagai Maddy. Masih ada aktor senior langganan tokoh antagonis Clancy Brown, Frank Grillo dan Rachelle Lefevre yang juga bagus, namun fokus utamanya tentu tetap ada di tangan Statham dan James Franco.

filmz.ru

            Baik Statham dan Franco memang tak jauh dari akting mereka biasanya yang rata-rata cenderung tipikal, terutama Franco yang belakangan kian senang mengeksplor peran-peran abu-abu serta antagonis. Namun bagusnya, ia tak lantas harus di-push oleh skrip itu buat jadi lawan seimbang bagi Statham, and neither was Frank Grillo. Keep it as real, porsi body combat-nya diserahkan ke pemeran-pemeran pendukung lain, namun tetap bisa menonjolkan Franco sebagai main villain yang cukup kuat dibalik karakterisasi yang tetap terjaga.

HF9

       Dan bukan juga berarti adegan aksinya lantas jadi ikut-ikutan minim seperti ‘Blitz’ ataupun ‘Hummingbird’ yang rata-rata mengecewakan fans Statham yang datang untuk melihat pameran aksi serunya. Sejak awal, Stallone dan Fleder memang memberikan ruang cukup bagi Statham untuk bisa menampilkan hard punching action-nya yang biasa. Suspense plot-nya pun sangat membantu mempertahankan pace-nya dalam kombinasi action dan thriller dengan batasan old fashioned style tanpa perlu bersusah payah terlihat lebih pintar. A mixed bowl of home invasion, hard punches and bayou action dalam racikan yang pas. In balance, itu artinya bagus. (dan)

HF5

~ by danieldokter on December 1, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: