FROZEN : DISNEY COMES HOME

FROZEN

Sutradara : Chris Buck & Jennifer Lee

Produksi : Walt Disney Animation Studios, 2013

FR1

            Sebagai pionir film animasi, mungkin semakin sulit bagi Walt Disney Studios mempertahankan kedigdayaannya, apalagi dengan banyaknya gempuran studio-studio lain. Di satu sisi, kolaborasi mereka dengan Pixar yang sempat hampir berakhir beberapa tahun lalu itu memang jadi langkah sangat bagus untuk mempertahankan kelangsungannya, namun di sisi lain, effort teknologi animasi 3D lewat kiprah mereka bersama Pixar sekaligus jadi bumerang untuk lini Animated Classics yang tetap mereka pertahankan. Selagi Pixar semakin melambung, Animated Classics series yang malah cenderung berusaha kelihatan se-modern mungkin mendekati approach Pixar malah mengalami penurunan dibanding karya-karya klasik mereka lebih dari satu dasawarsa terakhir.

FR4

        Walau beberapa tetap berhasil di perolehan box office, but let’s admit. Renaissance era yang meneruskan legacy animasi klasiknya ke karya-karya seperti ‘The Little Mermaid’, ‘Beauty & The Beast’, ‘Aladdin’  hingga ‘Tarzan’ di tahun 1999 dengan style musikal yang kental, mostly dari kolaborasi Alan Menken dan lyricist Howard Ashman yang meninggal di tahun 1991 sudah lama berakhir. ‘Enchanted’ yang dikombinasikan dengan live action serta ‘Tangled’/’Rapunzel’ yang kembali membawa komposer Alan Menken might came close, namun belum bisa dikatakan berhasil kembali dengan seluruh kekuatan itu. Almost felt like forever, sampai-sampai orang sudah lupa dengan ekspektasi mereka sendiri.

FR15

            But here comesFrozen’, film ke-53 dari Animated Classics series mereka yang merupakan adaptasi lepas dari dongeng legendaris Hans Christian Andersen, ‘The Snow Queen’. Disutradarai Chris Buck yang sudah lama malang-melintang di departemen animasi mereka sebelum melangkah sebagai co-director Kevin Lima di ‘Tarzan’ bersama Jennifer Lee, scriptwriterWreck-It Ralph’, ‘Frozen’ lagi menunjukkan kepiawaian mereka meracik dongeng-dongeng terkenal yang sebenarnya tak juga bernuansa se-fun itu dengan signature Disney yang sangat kental. Funnier, much lighter, tapi bukan lantas berarti kehilangan core dongeng orisinilnya. Visi dan confidence Disney biasanya tanpa harus meletakkan ketenaran A-list actors sebagai voice cast-nya pun tetap dipertahankan. Tapi itu belum apa-apa dibandingkan kekuatan lain yang tersimpan bagai timbunan es membeku di dalamnya.

FR6

            Di sebuah kerajaan bernama Arendelle, hiduplah dua putri raja Elsa dan Anna (dewasanya disuarakan Idina Menzel dan Kristen Bell) yang sangat akrab sejak masa kecil mereka. Sayangnya, kekuatan spesial yang dimiliki Elsa dalam menciptakan es dan salju, lama kelamaan membahayakan Anna. Raja dan Ratu berusaha mencegah hal ini setelah sebuah kecelakaan terhadap Anna membuat mereka harus meminta pertolongan pada pimpinan kaum troll, Grand Pabbie (Ciarán Hinds). Menghilangkan memori Anna terhadap kekuatan Elsa, dan membatasi Elsa yang ketakutan untuk tak berhubungan dengan orang lain termasuk Anna. Namun musibah yang menimpa Raja dan Ratu membuat Elsa tak lagi bisa mengingkari tahtanya, dan seperti yang ditakutkan, semuanya berantakan di hari penobatan akibat pertemuan Anna dengan Pangeran Hans (Santino Fontana) dari kerajaan selatan, apalagi dengan ulah Duke of Weselton (Alan Tudyk) yang memanfaatkan kesempatan. Elsa pun melarikan diri ke puncak gunung untuk menghindari semuanya. Dengan pertolongan pedagang es Kristoff (Jonathan Groff), rusa salju Sven dan snowman hidup Olaf (Josh Gad) yang tanpa sadar diciptakan Elsa sejak masa kecil mereka, Anna harus menempuh takdirnya. Menemukan Elsa, menyelamatkan Arendelle yang hampir tertimbun salju abadi sekaligus menentukan pilihan hati demi keselamatannya.

FR8

            ‘Frozen’ memang tercipta atas rentang panjang ambisi Disney mengangkat dongeng ‘The Snow QueenH.C. Andersen ke layar lebar, bahkan sejak era ‘40an, dari rencana animasi hingga live action yang terus tertunda. Berkali-kali digagas termasuk di era John Lasseter, kendalanya adalah kesulitan untuk merubah template dark dengan banyak metafora good vs evil dalam kisah aslinya ke signature Disney, hingga akhirnya berhasil disempurnakan oleh Chris Buck dan produser Peter Del Vecho. Itu juga mungkin yang membuat mereka tak mau main-main merancang desain animasi dan produksinya, yang walaupun dikerjakan dengan stereoscopic 3D namun tak menghilangkan kesan hand-drawn yang kuat dalam template tradisional mereka.

FR7

            The result hits like a huge surprise. Setelah bonus 3D hand-drawn and computer animatedGet A Horse !’ karya Lauren MacMullan yang penuh homage menampilkan karakter klasik Mickey & Minnie Mouse, way over any expectations, ‘Frozen’ ternyata berhasil membawa semua magical memories dan nostalgic feel dari Disney Animated Classics yang sudah lama hilang itu kembali ke tengah-tengah pemirsanya. Desain animasinya cukup luarbiasa, dengan set yang sangat berpotensi dalam balutan gimmick 3D.

FR16

         Usaha mereka memanusiawikan karakter-karakternya untuk tetap jadi memorable sekaligus lovable diantara kontras metafora dongeng aslinya ke dalam sosok Elsa dan Anna yang bertolak belakang sekaligus merubah template tanpa menghilangkan banyak poin penting dalam kisah asli itu juga tergelar dengan solid. Salah satu unsur penting yang ada dalam banyak animasi klasik mereka, wacky comedic character yang bisa jadi benar-benar ikonik pun berhasil dimunculkan lewat peran Olaf the snowman yang disuarakan Josh Gad. Hasilnya adalah petualangan seru di tengah salju, tanpa sekalipun kehilangan heart factor yang dibangun luarbiasa kuat di sisterhood tale-nya sebagai interpretasi baru dongeng H.C. Andersen. Sedikit twist di penghujungnya pun tampil dengan sangat menarik bersama disclaimer lucu dan post credit scene yang nyaris tak pernah ada di animasi klasik Disney lain, menekankan bahwa ‘Frozen’ tetap membawa sisi pendekatan baru yang tak melulu hanya dipenuhi homage.

FR12

            Tapi hal terbaik dalam ‘Frozen’ dalam membawa kembali kenangan atas kedigdayaan animasi klasik itu adalah unsur musikalnya. Lama meninggalkan film-film Animated Classics Disney, di tangan Christophe Beck, komposer yang sebenarnya tergolong jarang berkolaborasi dengan Disney namun berhasil membawa remarkable feel dari scoring short animatedPaperman’ yang muncul sebagai bonus animasi di ‘Wreck-It Ralph’ tempo hari, bersama pasangan suami istri Robert Lopez dan Kristen Anderson-Lopez dari instalmen terakhir ‘Winnie The Pooh’, mereka mendapatkan kembali kekuatan kolaborasi Alan Menken dan Howard Ashman dalam songwriting-nya.

FR9

          Bersama scoring orkestral Beck, lagu-lagu itu, ‘Do You Want To Build A Snowman?’ yang jadi main theme orkestrasinya, ‘For The First Time In Forever’, termasuk theme songLet It Go’ yang dalam versi single dinyanyikan Demi Lovato (as heard in the end credits) benar-benar terasa ear-catchy, melodius sekaligus punya nuansa animasi klasik Disney yang sangat kuat. Duet voice cast dari Idina Menzel, veteran broadway bersama Kristen Bell, yang meski lebih dikenal sebagai aktris komedi namun juga punya latar belakang yang sama, juga mengantarkan soundtrack ini dengan luarbiasa memikat. Sayangnya, untuk versi Asia, lagi-lagi Malaysia yang mendapat kesempatan. Seperti ‘You’ll Be In My HeartPhil Collins yang digubah menjadi ‘Kau Dihatiku’ yang dinyanyikan Zainal Abidin dulu, theme songLet It Go’ dalam versi Asia-nya dinyanyikan oleh Marsha Milan Londoh berjudul ‘Lepaskan’.

FR13

            So there you go. Seperti kesuksesannya meraih box office sekaligus menuai pujian banyak kritikus, ‘Frozen’ adalah salah satu sajian animasi terbaik mereka. An instant holiday classic that sparks Disney magic everywhere. For the first time in forever, that is over 14 years afterTarzan’, inilah wujud animasi klasik Disney sebenar-benarnya. Just like the thought of ‘love matters’ in the core of its original fairy tale, now go feel the magic once again, for Disney Animated Classics, already come home. Already come home. (dan)

FR2

~ by danieldokter on December 4, 2013.

5 Responses to “FROZEN : DISNEY COMES HOME”

  1. mantap review-nya pak, dan sangat setuju. saya suka sekali animasi ini dan jauh melebihi ekpektasi. *ada taburan salju di blog-nya. cool!* hehe

  2. Bang, kritik dikit aja…
    Olaf ga dibuat pas masa kecil. Tapi, pas lagi nyanyi Let It Go. Tanpa sadar Elsa bikin snowman yg mirip dengan boneka salju yg dibuat di masa kecil mereka berdua.

  3. […]  1.      FROZEN […]

  4. […] FROZEN – Chris Buck, Jennifer Lee and Peter Del Vecho […]

  5. […] FROZEN – Chris Buck, Jennifer Lee and Peter Del Vecho (WINNER) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: