THE COUNSELOR : IF NIETZSCHE WAS A DRUG CARTEL

THE COUNSELOR

Sutradara : Ridley Scott

Produksi : Scott Free Productions, Nick Wechsler Productions, 20th Century Fox, 2013

C5

            Ridley Scott and heavyweight casts, consist of Brad Pitt, Michael Fassbender, Cameron Diaz, Penélope Cruz, and Javier Bardem. What more could you ask for? Oh well, dijual sebagai sebuah suspense thriller, ‘The Counselor’ ternyata adalah karya Ridley Scott yang berbeda. Bukan berarti ia tak pernah jadi filosofis dibalik deretan cast yang kuat sebelum-sebelumnya, tapi ‘The Counselor’ memang lebih punya signature penulisnya, author Cormac McCarthy (penulis novel ‘No Country For Old Men’) ketimbang Scott sendiri. Seperti seorang Nietzsche tengah membawa metafora ‘Predator Versus Prey’ ke dunia drug cartel yang menjadi latar set-nya, ini memang memperlihatkan effort ambisius dari nama-nama terkenal tadi.

C1

            Sebagai seorang pengacara sukses, The Counselor (Michael Fassbender) punya segalanya. Kekayaan, hi-life dan kekasih cantik Laura (Penélope Cruz) yang hendak dinikahinya. Namun ia tergelincir ketika menerima ajakan pasangan Reiner (Javier Bardem) dan Malkina (Cameron Diaz) dalam sebuah bisnis kotor. Rekan bisnisnya yang eksentrik, Westray (Brad Pitt) sebenarnya sudah mengingatkan, namun ia tak pernah menyangka kalau dirinya akan jadi umpan di tengah perseteruan kartel narkoba, dengan harga jauh lebih mahal yang harus dibayarnya.

C3

            Selain lima main cast itu, ‘The Counselor’ masih dipenuhi sejumlah nama terkenal. Ada aktris latin yang sudah lama tak muncul, Rosie Perez, aktor-penyanyi Rubén Blades, serta John Leguizamo dan Goran Višnjić. Tak ada yang salah dengan ensemble itu. Semua, terutama Cameron Diaz yang tampil sedikit berbeda menyatu dalam powerhouse acts di tengah perpaduan tone serba glamour serta eksotik hasil kerja sinematografi DoP senior Dariusz Wolski.

C2

            Sayangnya, penceritaan penuh filosofi menggambarkan human’s primal instinct dalam metafora ‘predator versus prey’ itu tak pernah sekalipun membentuk blend yang baik dengan aspek lainnya. Racikannya mungkin unik, namun seperti menyaksikan sebuah thriller dengan dialog-dialog puitis ala Nietzsche yang terasa cukup aneh, berjarak, serta bergerak sangat lamban, Ridley Scott terlihat sekali masih berusaha berkompromi tanpa bisa memilih salah satu sebagai fokusnya dengan mantap. Slowburn – sexy thriller seperti ‘Cat Chaser‘-nya Abel Ferarra (1989), tapi dialogue wrapping-nya sangat ‘Corolianus‘.

C7

            Kekacauan terbesar ‘The Counselor’ justru ada di skrip McCarthy sendiri. Entah mungkin tak bisa melepas gaya penulisan novel-nya, penelusuran karakter yang penuh lubang di sana-sini tanpa meninggalkan informasi jelas hingga menuju third act-nya yang creepy, mau tak mau jadi pretensius dan punya efek serius terhadap empati pada  tokoh-tokohnya, mostly Michael Fassbender sebagai titular lead yang jadi terasa lemah bersama unsur suspense-nya yang lumayan kedodoran untuk sebuah thriller.

C0

            Begitupun, ‘The Counselor’ bukan lantas jadi sebuah sajian yang jelek. Ensemble cast dan extreme third act itu cukup bisa menyelamatkan pemirsanya dari kebingungan menentukan karakterisasi tanpa potongan puzzle yang jelas tadi. Bahkan Brad Pitt yang kembali mengulang idealisme pemilihan peran seperti yang kerap dilakukannya di awal-awal karirnya dulu tetap muncul dengan konsisten. Like an equation with (too many) missing variables, apa boleh buat, ‘The Counselor’ tak bisa benar-benar membekas. (dan)

~ by danieldokter on December 11, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: