47 RONIN : THE MISLEADING TALE OF SAMURAI

47 RONIN

Sutradara : Carl Rinsch

Produksi : H2F Entertainment, Mid Atlantic Films, Moving Picture Company, Stuber Productions, Universal Pictures, 2013

4710

            Di tengah kemerosotan ide yang terus berlangsung di Hollywood, mostly to blockbusters yang kian dipenuhi produk-produk daur ulang, toh mereka masih cukup kreatif melakukan mash-up disana-sini. Seperti banyak fairytales retelling yang belakangan mulai menjadi trend, ’47 Ronin’ yang merupakan debut sutradara Carl Erik Rinsch (credited as Carl Rinsch), protege-nya Ridley Scott ini mengambil langkah yang sama. Diadaptasi dari salah satu legenda klasik Samurai paling dikenal, yang sudah berkali-kali diangkat ke layar lebar negara asalnya, salah satu yang paling diingat adalah ‘Chūsingura’ (1962) yang diperankan Toshiro Mifune, versi Hollywood ini adalah stylized attempt dari kisah aslinya. Dibalut dengan pendekatan fantasi, with monsters and witches, ditambah karakter utama half breed Samurai fiktif yang diperankan Keanu Reeves, idenya memang kedengaran menarik meskipun akhirnya hanya jadi sekedar sebuah loose adaptation. Then again, di luar ekspektasi lewat trailer termasuk penantian panjang sejak kabar pembuatannya sejak tahun 2008, ask yourself. What would you expect from a Hollywood’s Samurai movies?

479

            Atas fitnah yang dilakukan Lord Kira (Tadanobu Asano) dan selirnya, wanita penyihir Mizuki (Rinko Kikuchi) terhadap Lord Asano (Min Tanaka), Asano terpaksa melakukan ritual harakiri yang diperintahkan pimpinan militer mereka, Shogun Tsunayoshi (Cary-Hiroyuki Tagawa). Ketidakadilan ini mau tak mau memicu pasukan samurai Asano untuk merencanakan sebuah pembalasan dendam demi mengembalikan nama baik pemimpin mereka. Dipimpin oleh chief samurai Kuranosuke Oishi (Hiroyuki Sanada), laskar yang dinamakan 47 Ronin ini pun memulai perjalanannya. Meski awalnya berseteru dengan Oishi, Kai (Keanu Reeves), pemuda half breed Inggris – Jepang yang ditampung oleh Asano sejak kecil serta punya hubungan dekat dengan putrinya, Mika (Kou Shibasaki), ikut bergabung bersama mereka.

473

            So you see. Bahwa selain mash-up legenda aslinya dengan fantasi witches and monsters, kehadiran Keanu Reeves adalah elemen yang dipaksakan untuk bisa masuk ke dalam racikan plot-nya agar bisa menjadi sebuah blockbuster Hollywood. Bukannya tak sah dalam konteks keperluan industri, apalagi duo penulis skrip Chris Morgan dari franchiseFast & Furious’ dan Hossein Amini (‘Drive’) sudah menyempalkan sedikit relevansi ke dalam konklusi rekaan tersebut. Bahkan proses re-shoots yang dilakukan belakangan pun kabarnya dilakukan untuk menambah porsi Reeves agar bisa masuk lebih kuat sebagai karakter utama yang sebenarnya ada di tangan Hiroyuki Sanada. Namun kualitas sakral legendanya dalam tradisi Samurai yang sangat kuat mungkin membuat usaha ini tetap tak bisa menghasilkan blend yang baik, dimana pada akhirnya, keberadaan karakter Reeves tetap terasa sebagai gimmick yang sedikit mengada-ada, dan dialog-dialognya, walaupun ini adalah sebuah popcorn entertainment, tetap terkesan payah.

475

            Kekurangan kedua ada pada sutradara Carl Rinsch yang meskipun sudah dikenal banyak orang sebagai murid Ridley Scott namun masih terbatas jam terbangnya pada produk iklan dan shorts. Menangani sebuah set fantasi dan mash-up-nya terhadap legenda seterkenal ini, Rinsch mungkin masih harus lebih banyak belajar dalam menghadirkan konsistensi diantara keduanya. Desain produksi dari Jan Roelfs (‘Fast & Furious 6’) berikut tata artistik, kostum, sinematografi John Mathieson dan efek visual dari Paul Corbould yang sudah malang-melintang di banyak blockbuster kelas atas seperti ‘Gladiator’, ‘Saving Private Ryan’ hingga ‘Skyfall’ sebenarnya sudah cukup baik walaupun nuansa fantastis lewat tampilan CGI monster creatures-nya masih terasa kurang maksimal. Namun bangunan storytelling dari Rinsch masih belum bisa menghadirkan blend yang benar-benar menyatu termasuk masih terlihat bingung membagi porsi untuk mengedepankan karakter utama diantara Reeves dan Sanada, pun memilih cara gampang tanpa karakter lain yang cukup menonjol dari 47 Ronin selain mereka.

474

            And here’s the worst thing. Bahwa esensi kisah Samurai yang mengedepankan act of honor dari sebuah keteguhan prinsip dalam konklusinya, benar-benar gagal total oleh miscast di karakter Shogun Tsunayoshi yang diperankan Cary-Hiroyuki Tagawa. Kerap tampil sebagai tokoh antagonis di sepanjang karirnya, Tagawa sungguh tak punya wibawa cukup untuk menekankan esensi yang menjadi akar konflik sekaligus konklusi terpenting dalam bangunan plot-nya. Akibatnya, penyampaian ‘soul of the samurai’-nya benar-benar rusak parah termasuk dalam pemberian motivasi karakter-karakternya. Ritual scenes yang seharusnya jadi part paling krusial serta menyentuh akhirnya benar-benar lewat begitu saja, melibas semua usaha yang dilakukan kru teknis yang sebenarnya tak jelek tadi.

477

            Though however, sebagai popcorn blockbuster, ’47 Ronin’ tetap punya barisan cast yang cukup menjual serta action yang masih boleh dibilang cukup seru. Karakter-karakter native-nya diperankan oleh aktor-aktris Jepang yang sudah cukup dikenal seperti Hiroyuki Sanada dan Tadanobu Asano, sementara dua aktrisnya, Rinko Kikuchi dan Kou Shibasaki cukup bekerja sebagai dayatarik yang cantik. Keanu Reeves sendiri, seperti kebanyakan kiprahnya, tak menyisakan kelebihan selain kharisma bintang-nya yang disini sayangnya terpaksa berbenturan dengan Hiroyuki Sanada sebagai lead yang tampil jauh lebih meyakinkan. Reeves bisa jadi bagus ketika beraksi dalam action scenes, tapi melempem ketika diserahi bagian-bagian emosional termasuk part forbidden love-nya dengan Kou Shibasaki.

476

            So ask yourself again. What would you expect from a Hollywood’s Samurai movies? Seperti rata-rata pencapaian sama dari genre sejenis hasil produksi Hollywood, bahkan jauh di bawah ‘The Last Samurai’ yang walaupun corny tapi masih cukup baik, apa yang hadir dalam ’47 Ronin’ memang pada akhirnya tak lebih dari sekedar sajian action ringan tanpa kedalaman apapun, jauh dari esensi kisah aslinya kalau Anda pernah membaca atau menonton adaptasi lainnya. This one is a misleading tale of Samurai, dan itu artinya, cukup mengecewakan. (dan)

471

~ by danieldokter on December 25, 2013.

One Response to “47 RONIN : THE MISLEADING TALE OF SAMURAI”

  1. Keanu Reeves emang gak bagus kalo maen film. Apalagi pas di Point Break……… Ehhhh #Digampar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: