SLANK NGGAK ADA MATINYA : PENTINGNYA CAST DALAM SEBUAH BIOPIK

SLANK NGGAK ADA MATINYA

Sutradara : Fajar Bustomi

Produksi : Starvision, 2013

SLANK1

            Siapa yang tak tahu ‘Slank’? Dikenal sebagai salah satu rock band paling legendaris yang pernah ada di negeri ini, juga dengan fan base yang sangat fanatik, they obviously deserved a biopic. Tapi diatas segalanya, hal paling menarik dari apa yang ada dibalik fenomena dan popularitas mereka, adalah a story of survival. Di tengah karya-karya bagus yang tetap bergulir, berganti personil mungkin biasa. Namun bahwa di tengah jatuh bangun ekses ketenaran mereka berhasil keluar dari ketergantungan personil intinya pada narkoba, bahkan keluar sebagai ikon yang ikut berjuang bagi fans-nya dengan masalah yang sama, itu sungguh tak biasa.

SLANK5

            So, penggagasnya memang sudah menemukan sisi yang tepat bagi penceritaan mereka. Membidik aspek paling menarik yang ada dalam kehidupan band ini, skrip yang ditulis Cassandra Massardi juga dibangun dengan sebuah relevansi. Keterlibatan orang-orang aslinya pun tak lantas membuat biopik dengan judul pas ini jadi jalan buat sekedar ber-narsis ria. Bahkan dengan penuturan cukup berani, kolaborasi itu memang ingin  bicara apa adanya. Bahwa dalam inti konfliknya, selain sebagai subjek, mereka juga adalah objek. Lengkap dengan tribute ke orang-orang terdekat mereka, dan untuk menambah daya tariknya, guliran kisah itu juga memuat sisi historikal terbentuknya karya-karya hebat mereka tanpa harus mendominasi plot utamanya. Namun sayang, kepentingan industri, lagi-lagi tak membiarkannya jadi hadir tanpa cacat, dan kesalahan utama adalah pemilihan cast yang salahnya malah ada di elemen paling sentral keseluruhannya.

SLANK4

            Hengkangnya tiga personil di puncak popularitas mereka meninggalkan Bimbim (Adipati Dolken) dan Kaka (Ricky Harun) dari formasi awal plus Ivan (Aaron Ashab) yang tetap tak ingin Slank bubar di tahun 1996. Memilih jalan terus dengan sebuah tur, Abdee (Deva Mahendra) dan Ridho (Ajun Perwira), dua gitaris additional direkrut dalam sempitnya waktu. Slank berhasil bertahan dengan album terbaru yang juga sukses besar dengan Abdee dan Ridho yang diangkat sebagai personil tetap, namun ketergantungan mereka terhadap narkoba juga makin kuat. Bersama Bunda Iffet (Meriam Bellina) – ibu Bimbim dan Reny (Alisia Rininta), seorang fans yang mulai dekat dengan Bimbim, Abdee dan Ridho sekali lagi berusaha menyelamatkan Slank. Kali ini dengan sekaligus dengan sebuah misi untuk membawa Slank ke format kehidupan barunya, sekaligus sebagai ikon perlawanan terhadap narkoba.

SLANK3

            Kekuatan terbesar ‘Slank Nggak Ada Matinya’ memang ada di skrip yang ditulis Cassandra. Storytelling sutradara Fajar Bustomi dalam karya debut layar lebarnya ini juga cukup runut. Tanpa harus melebar kemana-mana membahas banyak sisi lain Slank yang sebenarnya juga akan menarik bila ditampilkan, skrip dan penceritaan itu cukup fokus pada pilihan konflik dan tujuannya. Sekilas kelihatan ringan-ringan saja, namun sebenarnya membahas cukup dalam termasuk pada keseimbangan bangunan karakter dan sempalan historikal karya-karya ikonik yang ikut hadir sebagai soundtrack-nya. Memunculkan sisi humanis yang cukup terlihat dari masing-masing personil dan orang-orang di sekitarnya tanpa mesti di-dramatisir kelewat batas, juga punya kejujuran yang cukup berani untuk membahas hal-hal negatif seputar fenomena mereka sebagai rockstars di tengah keberadaan groupies dan adiksi.

SLANK2

            Sayangnya, kekuatan ini tak didukung oleh pemilihan cast yang tepat. Meriam Bellina bermain baik sekali sebagai Bunda, salah satu sosok terpenting dalam sejarah band ini tanpa harus terdistraksi oleh akting tipikalnya belakangan. Bersama pemeran pendukung lain yang rata-rata diisi wajah-wajah cantik aktris kita yang cukup dikenal seperti Olivia Jensen, Kirana Larasati, Mikha Tambayong, Chika Jessica dan Nadine Alexandra serta cameo sutradara Hanung Bramantyo, Tora Sudiro dan personil Slank sendiri, Alisia Rininta yang memerankan Reny juga tak jelek. Namun masalahnya justru datang dari cast inti yang memerankan personil aslinya.

SLANK6

          Cast dalam sebuah biopik sebenarnya tak selalu juga harus punya kemiripan. Lihat apa yang dilakukan Reza Rahadian dalam ‘Habibie & Ainun’. Namun salahnya, memilih jalan pintas demi bisa terlihat mirip, dua pemeran utamanya, Adipati Dolken dan Ricky Harun cenderung hanya melakukan mimicking yang lumayan konyol tanpa pendalaman atau pemahaman lebih. Tampil dengan mata dipicing-picingkan bahkan mencoba meniru suara dengan intonasi teler yang over, mereka gagal untuk membawa emosi dalam penceritaannya. Aaron Ashab dan Ajun Perwira malah terlihat sama sekali tak peduli dengan sosok yang diperankannya. Di tengah chemistry yang juga berantakan bagai berjalan sendiri-sendiri, hanya Deva Mahendra yang benar-benar berhasil memerankan Abdee dengan kedalaman lebih dari sekedar mimicking, sekaligus menjadi scene stealer yang cukup menyelamatkan beberapa sisi penting dalam storytelling itu. Dan untungnya, latar belakang bermusik yang ada di beberapa cast-nya membuat gig scenes-nya tetap tampil sangat lumayan.

            Begitulah, biopik ini lagi-lagi menyadarkan kita tentang batas tipis antara keinginan membuat karya yang baik dengan kepentingan industri. Bahwa pemilihan cast dalam sebuah biopik itu adalah jiwa terbesar yang seharusnya digagas tanpa kompromi, sayangnya masih harus terdistraksi dengan kepentingan-kepentingan tadi. ‘Slank Nggak Ada Matinya’ untungnya masih sedikit terselamatkan oleh skrip dan penampilan bagus Meriam Bellina dan Deva Mahendra. Quite a daring look on a once-fucked up-stardom, yang seharusnya bisa jauh lebih baik dengan pilihan cast lebih pas. Sayang sekali. (dan)

~ by danieldokter on December 27, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: