COMIC 8 : A STRONG SETUP TO RARE INDONESIAN GENRE

COMIC 8 

Sutradara : Anggy Umbara

Produksi : Falcon Pictures, 2013

C82

            Cukup menyenangkan melihat banyak sineas muda Indonesia kini mulai mencoba mendobrak stagnansi genre yang kerap jadi salah satu masalah utama di film kita. Walau potensi itu selalu ada, mungkin selama ini investor dan PH lebih memilih untuk mencari jalan aman memproduksi film-film yang digemari penonton kita kebanyakan. Diantara mereka-mereka yang mau mencoba sesuatu yang baru, Anggy Umbara dan kru-nya tampaknya cukup pintar meracik sesuatu yang baru tanpa menyampingkan trend yang tetap diperlukan untuk nilai jual filmnya. Apalagi, lewat dua film sebelumnya, mau dituding terpengaruh sineas luar manapun, Anggy sudah bisa dibilang punya signature buat karyanya. Meski bagi sebagian orang gaya bertutur style over substance dengan grading kontras bergaya komik yang cenderung kelihatan seperti penggabungan sketsa itu bisa jadi kelihatan aneh, toh sebenarnya sah-sah saja.

C84

            Dalam film terbarunya yang berjudul cukup catchy ini, ‘Comic 8’, Anggy bersama Fajar Umbara yang selalu ada dibalik karya-karya sebelumnya, memanfaatkan trend standup comedian / comic yang memang sedang marak belakangan dan juga punya massa jelas untuk urusan perolehan penonton. Tak tanggung-tanggung, ia mempertemukan cukup banyak komedian-komedian yang tengah naik daun itu bersama komedian senior dan aktor-aktor yang juga sudah sangat dikenal. Tapi yang sebenarnya lebih menarik adalah melihat effort mereka memasuki ranah genre action yang dulunya sangat lekat dengan nama sang ayah, Danu Umbara. Walau komedinya tetap jadi jualan yang ditampilkan paling depan, tapi ‘Comic 8’ punya konsep jelas dibalik potensinya menjadi jalan pembuka bagi sebuah franchise baru dalam genre komedi aksi yang masih jarang-jarang ada di film kita selama ini. Dalam rentang cukup panjang, paling yang masih diingat terakhir hanya ‘Manusia 6 Juta Dollar’-nya Warkop atau spinoff-nya, ‘Gadis Bionik’.  Tak heran kalau trailer itu sudah menarik perhatian banyak orang sejak diluncurkan, dan kenyataan pula, sejak hari pertama dirilis, ‘Comic 8’ sudah jadi fenomena baru dalam perolehan penonton kita yang seringkali sulit ditebak.

C86

            Bosan dan lelah menjadi orang miskin, tiga anak muda ; Babe (Babe Cabiita), Bintang (Bintang Timur) dan Fico (Fico Fachriza) nekat merencanakan perampokan di sebuah bank. Namun rencana mereka berantakan ketika menyadari di hari H bank itu malah disatroni oleh tiga penjahat profesional ; Ernest (Ernest Prakasa), Kemal (Kemal Palevi) dan Arie (Arie Kriting). Selagi mereka berseteru di tengah kekacauan itu, muncul lagi dua orang berpenampilan sinting ; Mongol (Mongol Stres) dan Mudy (Mudy Taylor) dengan tujuan yang sama. Mau tak mau, jalan satu-satunya adalah mulai merencanakan sebuah kerjasama, sementara di luar bank, sepasukan polisi yang dipimpin oleh AKP Bunga (Nirina Zubir) bersama partnernya (Boy William) sudah siap untuk mengepung mereka di tengah adanya intrik lain yang tak terduga.

C89

            Okay. Komedi dan masing-masing style pelakunya memang selalu berhadapan dengan segmentasi yang dipenuhi oleh distraksi terhadap trend yang ada. Some hit or miss, itu wajar saja, namun menggabungkan performa satu dengan yang lain untuk bisa membentuk chemistry yang kompak itu juga bukan usaha main-main, belum lagi ketika harus digabungkan ke komedian-komedian senior dengan jam terbang lebih tinggi, serta sosok-sosok lain sebagai jualan sampingannya. Dari sini, Fajar Umbara yang menulis skripnya bisa dibilang cukup cermat membagi porsi. Tampilan kedelapan comic itu hadir cukup solid dengan balance yang baik meng-handle pembagian porsi tadi bersama interaksi mereka dengan seabrek karakter lain. Walaupun jelas terlihat yang sudah lebih luas dikenal seperti Ernest Prakasa, Mongol Stres dan Kemal Palevi terasa sangat mendominasi, selebihnya tetap bisa menguasai arena di tengah penampilan pemeran pendukung hingga cameo yang dipenuhi nama-nama terkenal. Ada Coboy Junior, Joe P. Project, Ence Bagus, Agung Hercules, Pandji Pragiwaksono, Candil, Laila Sari, Jeremy Teti, Henky Solaiman, Nikita Mirzani, Kiki Fatmala, Agus Kuncoro sampai Indro Warkop.

C83

          Kolaborasi Umbara bersaudara plus Bounty di penyuntingan ini juga terlihat semakin solid mengantarkan gaya tutur Anggy biasanya, yang disini jadi terasa punya perpaduan sangat pas dalam pengenalan satu-persatu karakter lewat back and forth storytelling ala Euro Crime Movies modern yang stylish. Walau sebagian masih hit and miss, ajang unjuk gigi para komedian dibarengi dengan action scenes yang bukan juga sekedar sambil lewat itu benar-benar menambah nilai hiburannya. Dan hal terbaiknya adalah mereka terlihat benar-benar mengenali distinctive comedic style berikut homage khas sampai kultur dari masing-masing karakter tadi. Hingga ke jualan seksi-seksian Nikita Mirzani, kekonyolan Agung Hercules, tarikan suara melengking Candil ataupun Inggris campur aduk Boy William untuk dieksploitasi sedapat mungkin tanpa mengharuskan mereka jadi karakter berbeda. Puncaknya adalah layered twist yang disiapkan Fajar secara cukup cerdas sebagai konklusi akhir yang benar-benar menarik, plus additional standup comedy scene yang bergulir bersama end credits sebagai highlight yang benar-benar mengocok perut.

C815

             So begitulah. Bagi sebagian orang, ‘Comic 8’ bisa jadi adalah sebuah comic extravaganza, atau malah sekedar komedi biasa dalam tendensi hiburannya. But trust me, potensi sebenarnya sungguh jauh lebih dari itu, dan ini yang paling menarik. Di luar kecerdasan Anggy dan Fajar meng-crossover-kan trend dengan effort bagus buat menghadirkan genre komedi aksi serta tentunya gelaran komedi yang secara keseluruhan memang lucu dan sangat menghibur, ‘Comic 8’ adalah sebuah setup yang sangat kuat untuk membuka franchise baru dalam combined genre yang jarang-jarang ada di film kita tadi. A strong setup  to rare Indonesian genre. Go see it! (dan)

C810

~ by danieldokter on February 5, 2014.

3 Responses to “COMIC 8 : A STRONG SETUP TO RARE INDONESIAN GENRE”

  1. welcome back bung Indro…

  2. It’s indeed a pleasant surprise watching Comic 8. Tapi yang paling tidak disangka2 adalah cerita yang dibuat dengan cukup “niat”, saya tidak menyangka pembuat cerita mau merangkai cerita sampai sekompleks ini, untuk sebuah film komedi. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari segi komedi, mungkin tidak sampai terpingkal2, tapi mungkin itu karena saya kebanyakan nonton trailernya😀, Mengamini perkataan Bung Daniel, yes, Go See it, kalau tidak kutembak kau! D😀

  3. Kocak abis ini film sumpah , di tunggu kelanjutnya bro😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: