LONE SURVIVOR : A STRONG TRIBUTE TO UNRELENTING PATRIOTISM

LONE SURVIVOR

Sutradara : Peter Berg

Produksi : Atlas Entertainment, Annapurna Pictures, Columbia Pictures, 2013

LS11

            Kebanyakan orang mungkin tak menyangka bahwa seorang Peter Berg, actor-turn-director yang lebih dikenal sebagai blockbuster director bisa membawa filmnya sebagai award contender. Walau ‘Lone Survivor’ bukan juga punya gaung sebesar kandidat yang lain, tapi status critically acclaimed-nya cukup menonjol. Film-film Berg sebelumnya pun sebenarnya bukan tak punya prestasi. Debutnya dalam ‘Very Bad Things’ banyak diakui sebagai effort ke black comedy yang unik, dan walaupun kiprah setelahnya dianggap menurun oleh banyak kritikus hingga ‘Battleship’ yang kemarin banyak dicerca, dalam filmografinya sebagai sutradara, Berg sudah menghasilkan film-film bagus seperti ‘Friday Night Lights’, and relatively, ‘The Kingdom’ maupun ‘Hancock’.

Lone Survivor

            Namun ‘Lone Survivor’ memang membawa Berg benar-benar keluar dari comfort zone-nya. Diangkat dari buku non fiksi berjudul sama berdasar true military event US Navy SEALs ‘Operation Red Wings’ dalam misi melacak pemimpin Taliban Ahmad Shah di tahun 2005 yang berakhir mengenaskan, Berg melangkah dengan pendekatan berbeda dalam membesut sebuah war genre. Dengan supervisi teknis langsung dari Marcus Lutrell yang menjadi lone survivor dari judul sangat terus terang itu, bersama beberapa veteran dan US Armed Forces, wujud ‘Lone Survivor’ sebenarnya sangat komersil. Nyaris tanpa dramatisasi skrip ala award contender yang biasa menempatkan war genre lebih ke pendekatan anti-perang, bahkan masih terkesan jauh lebih ringan dari ‘Black Hawk Down’ yang sama-sama lebih berupa physical filmmaking yang mengandalkan battle sequences. Tapi bukannya jadi dangkal, eksplorasi Berg mengarahkan detil-detil yang membawa pemirsanya seolah berada di tengah-tengah medan perang itu justru berbalik jadi penelusuran yang sangat dalam tentang kekejaman perang, dan lagi-lagi, a strong survival story. As a bonus, ensemble cast-nya pun bukan sekedar main-main.

LS6

            Seal Team 10 yang diserahi misi oleh QRF (Quick Reaction Force) commander Lt. Commander Erik S. Kristensen (Eric Bana) untuk melacak pimpinan Taliban, Ahmad Shah (Yousuf Azami), di tanggal 28 Juni 2005, tak pernah menyangka bahwa tugas ini akan berakhir begitu mengerikan. Tim yang terdiri dari Lt. Michael P. Murphy (Taylor Kitsch), Danny Dietz (Emile Hirsch), communication specialist, Matthew ‘Axe’ Axelson (Ben Foster), sniper dan teknisi, serta Marcus Lutrell (Mark Wahlberg), corpsman dan sniper dari tim pengintai ini diburu dan dibantai bak binatang oleh Taliban dalam jumlah yang tak seimbang, sementara komunikasi terputus bahkan usaha penyelamatan berkali-kali menemui jalan buntu.

LS2

            Sekilas, ‘Lone Survivor’ memang serba terus terang dalam tujuan adaptasi kisah patriotisme itu sebagai sebuah tribute langsung terhadap subjeknya. Tanpa berdalam-dalam di penelusuran plotnya, Berg yang juga menulis skripnya berdasar buku Lutrell dan Patrick Robinson membawa ‘Lone Survivor’ seolah tengah merekonstruksi kejadian nyata mengerikan itu. Singkat saja di pengenalan karakternya, Berg langsung membawa pemirsanya ke cat and mouse game antara Taliban dan Seal Team 10 di second act dengan intensitas tinggi di battle sequence-nya. Namun hebatnya, ia tak pernah membiarkan fokus permainan fisik ini memberi ruang santai dalam pace-nya secara keseluruhan.

LS1

            Mengganti kedalamannya pada detil-detil teknis sangat bagus dimana penonton seolah ikut merasakan ketakutan dan tiap rasa sakit tiap-tiap karakter di tengah penyerangan itu. Dari benturan bebatuan, tembusan dan terserempet peluru, pecahan bom, semua dibesut Berg dan tim stunt-nya dengan detil rapi serta feel realisme luarbiasa. Gory and at many times, grueling. Sinematografi Tobias Schliessler yang sudah biasa bekerjasama di film-film Berg, tight editing dari Colby Walker, Jr., efek serta departemen makeup-nya bekerja dengan baik bersama scoring Steve Jablonsky dan rock band asal Texas, Explosions In The Sky, dalam menambah feel dramatis dari penggarapan fisik itu.

LS7

            Urusan akting para pendukungnya juga sangat bekerja menerjemahkan kedekatan rasa dalam penggambaran visual tadi. Eric Bana dan Alexander Ludwig mungkin tak mendapat kesempatan terlalu banyak bersama Berg yang ikut jadi cameo, namun Kitsch, Hirsch dan Wahlberg tampil dengan intensitas bagus bersama Ben Foster yang paling mencuri perhatian sebagai sniper tangguh Axe. Di Taliban cast-nya, Yousuf Azami dan Sammy Sheik sebagai Taraq mungkin benar-benar komikal namun tanpa bisa dipungkiri juga bekerja menambah emosi terhadap penderitaan para subjeknya, sementara Ali Suliman (pernah tampil dalam ‘The Kingdom’) yang memerankan penyelamat Afghan, Gulab dibalik sepenggal informasi nyata eksistensi Taliban yang ditentang, adat suku disana sekaligus sempalan moral dari kisah sejati ini juga tampil cukup baik di tengah-tengah mereka. Adegan penghujung tentang awal hubungan persahabatan yang lantas kembali dijelaskan di guliran sosok-sosok nyata event ini pada end credits -nya juga bisa tergelar dengan menarik dan cukup menyentuh.

LS4

            So, disitulah letak kehebatan ‘Lone Survivor’ sebagai adaptasi true event dan effort-nya sebagai sebuah tribute kepahlawanan satuan militer AS yang diangkat Berg. Tampilannya bisa jadi hanya seperti sebuah rekonstruksi nyaris tanpa dramatisasi lewat skripnya. Tapi siapa bilang physical filmmaking yang biasanya jatuh menjadi sangat pop tak bisa jadi senjata taktis untuk mengalihkan kedalaman subjeknya? Detil teknisnya sudah menjalin komunikasi rasa yang luarbiasa pada pemirsanya. You’ll feel their pain and fear, dan diatas semuanya, sebuah potret patriotisme tanpa kompromi yang jadi tergelar dengan sangat, sangat, kuat. This is a strong tribute to unrelenting patriotism, dan Peter Berg sudah menggarapnya dengan juara. (dan)

~ by danieldokter on February 8, 2014.

One Response to “LONE SURVIVOR : A STRONG TRIBUTE TO UNRELENTING PATRIOTISM”

  1. best movie…..seruuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: