NON-STOP : A TWISTED CRASH LANDING ACTION

NONSTOP

Sutradara : Jaume Collet-Serra

Produksi : Silver Pictures, StudioCanal, York Studios, Universal Pictures, 2014

NS5

            Lewat ‘Taken’, Luc Besson  memang sudah merubah predikat Liam Neeson menjadi seorang action hero. Walau ada ‘The-A-Team’ sebagai penerus di tengah-tengahnya, tapi ‘Unknown’ (2011) –lah yang punya tone paling mirip dengan apa yang dilakukan Besson. Sutradara asal Spanyol yang menggarapnya, Jaume Collet-Serra, memang tak punya hubungan dengan Besson atau karya-karyanya, namun dari beberapa produksi kerjasama Amerika-Perancis (StudioCanal), sama seperti film-film Besson bahkan belakangan membuka PH Ombra Films yang bervisi sama dengan apa yang dilakukan Besson di negara asal serta distribusi internasionalnya, Collet-Serra banyak dianggap sebagai penerus Besson dari kacamata sineas Spanyol.

NS9

            Begitupun, bukan berarti Collet-Serra benar-benar mengikuti jejak panutannya ini. Selagi Besson semakin melangkah ke trademark popcorn action yang linear, Collet-Serra tak seperti itu. Feel action-nya tetap dipertahankan, walaupun di ‘Unknown’ hanya muncul cukup singkat di bagian penghujung, namun layered twists yang sepertinya sudah jadi effort sineas-sineas muda asal Spanyol di scene internasional juga ikut dibawa jadi bagian penting sebagian film-filmnya. ‘Non-Stop’ membawa action itu ke ranah yang semakin eksplosif mengeksploitasi sosok baru Neeson dan predikatnya tadi dibalik nama produser Joel Silver yang sudah sangat lengket dengan action genre. Trailer-nya sudah menyiratkan hal yang sama, mengingatkan ke formula-formula yang sudah pernah disentuh Hollywood lewat film-film macam ‘Flightplan’ ataupun plane hijacking action lain yang punya twist sebagai pelengkapnya.

NS2

            Dalam penerbangan nonstop dari New York ke London, Federal Air Marshal Amerika Bill Marks (Liam Neeson) yang punya trauma masa lalu tiba-tiba mendapatkan pesan teks berisi ancaman misterius di line pribadinya. Mengaku akan membunuh satu penumpang setiap 20 menit dengan tebusan 150 juta dolar lewat transfer, pengirim teks misterius itu benar-benar mengatur permainannya dengan baik, dari korban yang mulai berjatuhan hingga menempatkan Marks sebagai tersangka utama. Menuju teror bom yang siap meledak diatas udara, Marks pun harus memutar otak untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi dalam permainan berbahaya ini.

NS10

            Dengan premis yang sangat menjanjikan, ‘Non-Stop’ seharusnya bisa menjadi explosive action dengan potensi resepsi sangat universal. Whodunit thriller, cat and mouse game in almost a single set, disaster-action eksplosif serta tak lupa sedikit sempalan dramatisasi dan lovestory antar karakter yang digelar diatas action dengan fondasi fantasi, dimana sebuah suspension of disbelief, pelanggaran logika demi bangunan twist berlapisnya akan jadi hal yang sah-sah saja. On the other hand, tetap ada Liam Neeson yang jelas cukup gede sebagai jualan utamanya. Namun sayangnya tak persis seperti itu.

NS1

            Skrip yang ditulis John W. Richardson, Chris Roach dan Ryan Engle sayangnya terlalu sibuk memutar balik bangunan twist itu menjadi sesuatu yang lebih rumit serta berlapis hingga melupakan konsistensi plot di banyak sisinya. Walaupun dalam fondasi fantasi tadi semua bisa kemana saja, ditambah banyaknya karakter yang saling tumpang tindih bersama subplot dalam storytelling-nya, pace-nya pun sedikit terpinggirkan, berjalan agak naik turun, menjadi kurang fokus dengan overloaded efforts yang disempalkan dengan penuh sesak ke dalamnya. Klimaksnya cukup eksplosif, namun di sisi lain juga terasa sedikit kelewat berlebihan. Like the third act gonzo twist, terutama bagi penonton-penonton yang lebih analitis menelusuri plothole dalam sebuah film.

NS11

            Bukan Liam Neeson tak bermain bagus sebagai Bill Marks yang penuh tekanan, walaupun masih dibawah apa yang dilakukannya sebagai Bryan Mills dalam ‘Taken’, pendukung lainnya pun sebenarnya cukup baik. Ada Julianne Moore sebagai Jen Summers, potensi love interest Marks, Scott McNairy, Linus Roache, Anson Mount, Nate Parker, Omar Metwally dan Corey Stoll hingga dua pramugari diperankan Michelle Dockery ,yang cukup menyita perhatian dan Lupita Nyong’o yang baru saja memenangkan Oscar lewat ’12 Years A Slave’. Hanya saja, porsinya tak lagi bisa terbagi rapi dengan masing-masing empati yang diharapkan ke tiap karakter yang ada.

NS3

         Di luar itu, ‘Non-Stop’ masih punya beberapa keunggulan lain. Adegan-adegan aksi berikut efek yang lumayan wah di bagian-bagian klimaksnya masih bisa bekerja dengan pacuan adrenalin cukup tinggi bersama tight editing Jim May dan scoring John Ottman yang juga tak kalah bagus. Jadi begitulah. Jelas tak ada yang bisa memungkiri bahwa Collet-Serra sudah menyajikan action yang cukup eksplosif, but in the end, resepsinya agaknya tetap akan terbagi. Depend on what types of audience you are, inilah resiko film-film dengan formula tumpang tindih demi menyematkan twist berlapis seolah tak ada habisnya, sementara tak juga rela melepas faktor hiburannya agar bisa tampil semaksimal mungkin. ‘Non-Stop’ memang ada di ranah tontonan seperti itu. You could love it, or simply hate this twisted crashlanding action. (dan)

NS4

~ by danieldokter on March 7, 2014.

2 Responses to “NON-STOP : A TWISTED CRASH LANDING ACTION”

  1. saya pasti non-ton non-stop, preview nya mantab macam flightplan

  2. aq sh dh ntn,mnrkq flmnya bgs,intensitas ktgangannya trjaga.bhkn mnrq msh lbh bgs drpd Taken 2.apalagi ada si cantik Michelle Dockery ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: