MR. PEABODY & SHERMAN : HISTORY AND ABSURDITY

MR. PEABODY & SHERMAN

Sutradara : Rob Minkoff

Produksi : DreamWorks Animation, Pacific Data Images, Bulwinkle Studios, 20th Century Fox, 2014

MPS10

            Tak seperti di luar, walaupun bukan juga terlalu terkenal, disini mungkin tak banyak yang pernah tahu ‘Peabody’s Improbable History’, segmen animasi dari serial teve ‘The Rocky And Bulwinkle Show’. Kini dibawa oleh eksekutif produser Tiffany Ward, putri salah satu kreator aslinya, Jay Ward, adaptasinya mendapat treatment baru dibawah judul ‘Mr. Peabody & Sherman’ dari DreamWorks Animation. Seperti lineup animasi DreamWorks lain dibalik profil bagusnya sebagai salah satu pesaing utama Disney dan Pixar, trailer-nya memang sudah menarik perhatian jauh sebelum rilisnya. Kontennya sebenarnya cukup unik, namun rentang waktu terlalu jauh dari generasi pemirsa segmen televisinya dulu, di sisi lain, mungkin memunculkan resiko tersendiri. Apalagi, berbeda dari yang sudah-sudah, kali ini DreamWorks memilih untuk tak memasang aktor-aktor kelas satu sebagai voice cast-nya. Kecuali Leslie Mann dan sejumlah cameo, hanya pemirsa serial TV ‘Modern Family’ mungkin yang sedikit lebih akrab dengan sebagian cast utamanya.

MPS1

            Sebagai anjing berbicara terpintar di dunia bahkan meraih gelar institusional Harvard dan hadiah Nobel sebagai ilmuwan, Mr. Peabody (Ty Burrell) mengadopsi anak manusia, Sherman (Max Charles) yang kemudian dijadikannya partner bersama temuan mesin waktunya, WABAC (Leila Birch). Berdua mereka bisa bertualang ke era historikal di berbagai belahan dunia, bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal. Namun keberadaan Sherman sebagai anak adopsi seekor anjing membuatnya sedikit tersisih di sekolah. Menjadi objek bully rekannya, Penny Peterson (Ariel Winter), perlawanan Sherman kemudian menimbulkan masalah lewat agen pengawas hak asuh anak Mrs. Grunion (Allison Janney). Satu-satunya cara adalah dengan mengundang orangtua Penny, Paul dan Patty (Stephen Colbert & Leslie Mann) ke sebuah jamuan spesial, dimana kekacauan terjadi akibat ulah Sherman yang melanggar aturan Peabody, membawa Penny bertualang waktu dengan WABAC. Dari Ancient Egypt, Renaissance Florence ke Trojan War, bertemu Leonardo DaVinci (Stanley Tucci) – Mona Lisa (Lake Bell), King Tut (Zach Callison) dan Agamemnon (Patrick Warburton), petualangan mereka malah berujung pada terkontaminasinya kontinuum ruang dan waktu, mengacaukan time vortex hingga melemparkan tokoh-tokoh sejarah ke masa sekarang bahkan membuat semuanya terancam tak bisa kembali dibalik keputusan final Mrs. Grunion tentang hak asuh Peabody terhadap Sherman.

MPS7

            See that plot. Masalah terbesar ‘Mr. Peabody & Sherman’ dibalik konsep unik produk aslinya memang terbentur pada absurditas yang terasa agak kelewat batas. Mulai dari konsep anjing jenius yang mengadopsi anak manusia, walaupun punya moral filosofis dalam interaksi hewan-manusia namun sulit untuk berjalan bersama diatas latar nyata set-nya hingga teori-teori fisika kuantum dengan segala ketidakpastian interpretasi ilmiahnya yang terlalu berat bahkan untuk imajinasi anak-anak.

MPS11

     Usaha sutradara Rob Minkoff (‘The Lion King’, ‘Stuart Little’ & ‘The Forbidden Kingdom’) yang awalnya merencanakan adaptasi live action bersama penulis Craig Wright mengikuti pakem asli animasinya membenturkan karakter-karakter unik ini dengan informasi world history, lengkap dengan seabrek tokoh-tokoh sejarah, dari Marie Antoinette (Laurie Fraser), Odysseus (Tom McGrath), ilmuwan Albert Einstein (Mel Brooks) – Isaac Newton hingga presiden-presiden AS George Washington, Abraham Lincoln dan Bill Clinton (semua disuarakan Jess Harnell) walau di satu sisi sangat menarik namun membuatnya jadi makin terlihat absurd karena didasari sci-fi yang jauh lebih rumit dari sekedar sebuah fantasi perjalanan waktu. Ditambah wujudnya sebagai animasi segala umur, ini mau tak mau membuat sasaran pemirsanya jadi akan sangat terbagi diatas gap-gap yang cukup serius.

MPS8

            However, tampilan voice cast dan sisi komedinya memang masih bisa berjalan dengan baik. Chemistry diantara karakter-karakter utamanya terbangun dengan bagus, dan feel fantasy adventure-nya juga tergelar dengan cukup seru. Secara teknis, animasinya pun tak kalah oke dengan gimmick 3D yang terlihat bisa dimanfaatkan demi menambah excitement-nya secara keseluruhan. Scoring dari Danny Elfman yang memang selalu masuk ke absurditas macam ini pun ikut menjadi nilai tambahnya. Sayangnya, fondasinya sudah kelewat absurd untuk bisa memunculkan sinergisme yang benar-benar kuat dengan unsur-unsur tadi. So yes, it’s unique and fun, but left too little impressions dengan kaitan historis dan absurditas yang gagal berjalan secara beriringan. (dan)

MPS12

~ by danieldokter on March 10, 2014.

One Response to “MR. PEABODY & SHERMAN : HISTORY AND ABSURDITY”

  1. Hi! Great site! My name is Maddie. Do you have an email address I can contact you on? Thanks and have a great day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: