CAPTAIN AMERICA : THE WINTER SOLDIER ; ANOTHER MARVEL’S MARVEL

CAPTAIN AMERICA : THE WINTER SOLDIER
Sutradara : Anthony Russo & Joe Russo
Produksi : Marvel Studios, 2014

CA211

Di tangan President Of Marvel Studios, Kevin Feige, adaptasi komik Marvel memang tengah terus membuat keajaiban. Visinya yang kabarnya sudah menyiapkan lineup film lebih lagi dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) hingga 2028, mostly to The Avengers Trilogy sama sekali bukan didasari oleh effort asal-asalan. Sambil menunggu sejumlah rights dari tokoh Marvel lain kembali ke mereka dan meninggalkan pesaingnya, DC Comics, jauh di belakang, ia sudah merancang semua dengan sangat cermat, bahkan dalam hal konsistensi, jauh dari pencapaian sineas manapun yang pernah mengadaptasi superhero universe dalam komik-komiknya. Everything is connected, dan semua sudah dimulai even sebelum penonton bisa mereka-reka koneksinya. Pendeknya, mereka-mereka di Marvel ini sudah tahu pasti apa langkahnya ke depan. Bukan berupa usaha-usaha bongkar pasang dari plot hingga bidikan cast-nya.

CA23

Menyusul ‘Iron Man 3’ dan ‘Thor : The Dark World’ sebagai setup entries MCU Phase 2 ke ‘The Avengers 2’, ‘Captain America : The Winter Soldier’ pun kabarnya disiapkan bagi sebagian penonton yang selama ini menganggap karakter ini jadi pengembangan Marvel terlemah dalam universe-nya. Anyone who loved the comics pasti sudah tahu bahwa film pertamanya, meminjam genre classic WWII dengan sutradara Joe Johnston sebagai topengnya memang secara cermat sudah meletakkan karakter itu ke sisi terpentingnya sebagai seorang leader diantara rekan-rekannya. No matter the action might seems a little old fashioned, sesuai timeline universe-nya, mereka sudah meletakkan fondasi kuat sebagai awal. Dengan 5 kontrak film ke depan, meskipun diwarnai isu pensiunnya Chris Evans sebagai aktor, bahkan desas-desus rencana mengurangi dominasi Robert Downey, Jr. dalam franchise-nya, Feige dan kru-nya sudah siap menaikkan karakter itu ke level berikutnya.

CA210

Konsepnya pun dirancang tak kalah unik. Menggamit duo sutradara Anthony Russo dan Joe Russo yang mungkin belum punya rekor kuat di genre-nya, bagi banyak orang ini seperti perjudian besar-besaran. Lihat saja filmografi mereka sebelumnya, yang paling hanya menyisakan ‘Welcome To Collinwood’ atau ‘You, Me and Dupree’ di luar serial ‘Arrested Development’, yang kesemuanya lebih berupa komedi. Tapi mereka datang dengan approach action yang mereka akui secara terus terang, entah sengaja atau tidak di luar kedekatan waktu rilisnya, sangat diinspirasi kesukaan mereka atas ‘The Raid’. Mengurangi CGI dan mengedepankan hand to hand close combat fight diatas atmosfer plot yang seolah jadi tribute ke recruitment aktor legendaris Robert Redford ke dalam MCU, a strong political conspiracy thriller alaThree Days Of Condor’ bersama ‘The Parallax View’ atau ‘Marathon Man’, mereka mulai mengacak-acak eksistensi S.H.I.E.L.D. di wilayah-wilayah lebih gelap tanpa melupakan entertaining factor kuat yang tak pernah mau dikompromikan Feige di franchise-nya. Saat kebanyakan adaptasi superhero mau mengikuti jejak ‘The Dark Knight’ yang ternyata melembek dan malah balik mengekor Marvel di ‘The Dark Knight Rises’, Marvel jelas adalah pemenangnya.

CA26

Dua tahun setelah assembled event di ‘The Avengers’, Steve Rogers aka Captain America (Chris Evans) masih setia mengabdi pada S.H.I.E.L.D. dan Nick Fury (Samuel L. Jackson). Namun setelah menuntaskan misinya bersama Natasha Romanoff aka Black Widow (Scarlett Johannson) di atas Lemurian Star, sebuah kapal S.H.I.E.L.D. yang disatroni pembajak Algeria Georges Batroc (Georges St-Pierre), Rogers mulai tak betah mengetahui Fury menyimpan banyak rahasia dibalik proyek terbaru S.H.I.E.L.D. bernama Project Insight, senjata massal yang juga jadi ambisi atasan mereka Alexander Pierce (Robert Redford). Bersamaan dengan itu, Fury yang diserang oleh sekelompok pembunuh misterius yang dikepalai sosok misterius bernama The Winter Soldier (Sebastian Stan) malah memilih Rogers sebagai satu-satunya orang yang bisa ia percaya. Dengan Fury yang dianggap berkhianat, mau tak mau Rogers pun menemukan dirinya sebagai target dari Pierce dan agen-agen S.H.I.E.L.D.s S.T.R.I.K.E. team yang dipimpin oleh Brock Rumlow (Frank Grillo). Berjuang memulihkan nama, menghadapi amukan The Winter Soldier sambil harus memilih siapa kawan dan siapa lawan sebenarnya bersama Romanoff dan partner barunya Sam Wilson aka Falcon (Anthony Mackie), plus agen Maria Hill (Cobie Smulders) dan Agent 13 (Emily VanCamp) yang punya hubungan ke masa lalunya, Rogers akhirnya menemukan kenyataan bahwa misi terdahulu yang membawanya ke masa depan belum lagi berakhir sampai disitu.

CA24

Sekilas, dayatarik utama sekuel ini memang terletak pada adegan-adegan aksi persis seperti yang dijanjikan Feige lewat kiprah duo Russo plus konseptornya Ed Brubaker dari action cult tahun 2009 ‘Angel Of Death’, yang ternyata memang tampil dengan sangat meyakinkan. Efek visual CGI dari ILM serta sejumlah company lain tentu masih sangat mewarnai filmnya sebagai action-fantasy blockbuster, plus gimmick 3D yang tak terlalu spesial, tapi dengan pengurangan porsi untuk menggantikannya dengan close combat fightings, ‘Captain America : The Winter Soldier’ jadi terasa sangat remarkable. Terasa sangat seru, meski dibatasi level kesadisan berbeda namun dalam intensitas fighting scenes nyaris seperti ‘The Raid’, sisi ini menciptakan keajaiban baru secara berbeda dengan Marvel entries lainnya. Fighting choreography dari James Young, stunt performers yang juga berada dibalik cult women prison actionRaze’ tahun lalu di-handle dengan sangat baik mostly oleh Evans, Johannson, Sebastian Stan dan Frank Grillo (karakter Rumlow juga dikenal sebagai Crossbones di komiknya) yang mendapat porsi paling besar untuk adegan-adegan itu.

CA28

Jauh dari gelaran adegan-adegan close combat fights yang memang menaikkan level karakternya yang banyak dianggap tak sekuat rekan-rekan lain di ‘The Avengers’, plus treatment Captain America’s shield-nya yang makin sejajar dengan Thor’s mjolnir atau Iron Man’s suits, Anthony dan Joe Russo tetap tak melupakan pengembangan karakterisasi Steve Rogers diatas sebuah konsistensi plot thriller konspirasi itu dengan sangat kuat. Skrip yang tetap ditangani oleh duo penulis pendahulunya, Christopher Markus dan Stephen McFeely (Narnia franchise, ‘Pain & Gain’) itu dengan taktis menyematkan dialog-dialog untuk memberi penekanan soldier-type yang dimiliki Rogers dalam leadership demand-nya diantara kolaborasi para superhero Marvel ini. Bangunan plot-nya sebagai conspiracy thriller yang dipenuhi characters’ paranoia itu juga tampil dengan solid tanpa sekalipun melupakan sisi fun-nya sebagai tontonan berkelas blockbuster. Dan ini juga tak kalah penting, bahwa kiprah composer baru-nya, Henry Jackman, ternyata tak menyampingkan main theme dari Alan Silvestri di film pertama. Meski tak dipadukan jadi elemen baru dalam scoring yang cukup kuat mengiringi nuansa thrilling serta action-nya, memorable theme itu masih digunakan langsung di banyak adegan untuk memperkuat benang merah karakternya.

CA29

Bersama detil-detil variasi kostum yang keren, Chris Evans tetap memainkan Steve Rogers di tengah dilemmatic paranoia dan keteguhan super-soldier serba Amerika-nya dengan bagus, begitu juga Scarlett Johannson yang makin menunjukkan kekuatannya sebagai heroine di genre-genre sejenis. While Redfords appearance bersama interaksinya dengan Samuel L. Jackson jadi highlight sangat kuat disini, pendukung lain juga tak kalah baik, terutama Anthony Mackie dengan kostum Falcon dan sentuhan komedik yang pas, Frank Grillo dan Emily VanCamp sebagai karakter baru yang sangat mencuri perhatian. Namun yang benar-benar bergerak bersama kekuatan konsep Feige adalah Sebastian Stan sebagai The Winter Soldier. Sosoknya mungkin tak kelewat spesial sekuat karakternya yang dijadikan judul, serta tak pula diberi kesempatan beraksi terlalu banyak, namun yang kita lihat dengan jelas, casting-nya di film pertama benar-benar punya alasan kuat untuk dikembangkan sebesar itu, persis menyamai sosok dalam komiknya di sekuel ini. Masih ada penampilan Toby Jones, Garry Shandling dan Jenny Agutter, cameo Stan Lee sepeti biasanya serta mid-credit yang jauh lebih mengundang ketimbang post-credit scene-nya, mengantarkan kita ke Aaron Taylor-Johnson, Elizabeth Olsen dan Thomas Kretschmann sebagai sosok-sosok baru yang akan makin membuat stars factor di sekuel ‘The Avengers’ nanti bakal makin hebat.

CA25

So be it. Inilah dominasi Marvel di ranah adaptasi superhero mereka. Sebuah kekuatan konsep yang benar-benar menunjukkan kehebatan visi secara berimbang di keseluruhan elemen-elemennya. Ketika penontonnya masih mereka-reka akan disuguhkan hasil seperti apa, mereka terus menciptakan keajaiban baru dalam pendekatan berbeda di instalmen film-filmnya. Another Marvel’s marvel, yang lagi-lagi sudah membuktikan kedigdayaan itu di perolehan box office-nya. (dan)

CA21

~ by danieldokter on April 7, 2014.

3 Responses to “CAPTAIN AMERICA : THE WINTER SOLDIER ; ANOTHER MARVEL’S MARVEL”

  1. yup captain amrca the winter soldier mnrtq flm trbaik marvel di MCU phase 2, bobot anatara adegan aksi&ceritanya bnr2 seimbang&solid, salut buat Anthony Russo dan Joe Russo yg mnrtq brhasil menyutradai flm ini, smg sequel cptai amrca bs lbh bgs lg.

  2. […] CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER – Dan DeLeeuw, Russell Earl, Bryan Grill and Dan Sudick […]

  3. […] CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER – Dan DeLeeuw, Russell Earl, Bryan Grill and Dan Sudick […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: