SABOTAGE : A SHOWDOWN GONE AWRY

SABOTAGE
Sutradara : David Ayer
Produksi : Albert S. Ruddy Productions, Crave Films, QED International, Roth Films, Open Road Films, 2014

SB12

Pasca karir politik dan usianya yang semakin menua, mungkin banyak orang yang meragukan eksistensi seorang Arnold Schwarzenegger sebagai screen’s action hero. Toh kemunculannya dalam level makin meningkat di franchise ‘The Expendables’, ‘Escape Plan’ bahkan ‘Last Stand’ sudah menunjukkan bahwa ia masih pantas memegang label itu, meski bukan lagi beraksi hanya sendirian seperti di film-filmnya dulu.

SB5

Meneruskan pola itu, ‘Sabotage’ yang semula berjudul ‘Ten’ ini melangkah ke racikan baru yang sebenarnya sangat menarik. Helmed by David Ayer, writer-director yang dikenal dengan gritty touch-nya di ranah action-thriller kriminal, membuat tema itu hadir dengan sebuah subtlety yang kelihatan beda dengan film-film lain di genre sejenisnya, dari ‘Training Day’, ‘Fast And The Furious’, ‘Dark Blue’, ‘Street Kings’ ke ‘End Of Watch’, film ini sungguh punya potensi yang sangat spesial.

SB11

Pertama, meski bukan saduran langsung, ’Sabotage’ adalah sebuah gruesome, not just light, action yang berdiri diatas inspirasi novel terkenal Agatha Christie, ‘And Then There Were None’, also titledTen Little Niggers’ atau ‘Ten Little Indians’, sebagai salah satu novel Agatha yang paling sering diangkat baik sebagai source atau sekedar inspired ke layar lebar, bahkan sampai ke India (‘Gumnaam’, 1965) dan perfilman daerahnya.

SB6

Lantas lihat kolaborasi-kolaborasi yang ada di dalamnya. Bukan saja oleh skrip yang ditulis Ayer bersama Skip Woods, penulis dibalik well-known blockbusters dari ‘Swordfish’, ‘X-Men Origins : Wolverine’, ‘The A-Team’ hingga ‘A Good Day to Die Hard’, deretan nama dalam ensemble cast-nya juga menjanjikan. Mendampingi Arnie, ada Sam Worthington, penerusnya di ‘Terminator : Salvation’, Terrence Howard, Joe Manganiello, Josh Holloway, Max Martini dan Olivia Williams. So you see, elemen-elemen yang ada di ‘Sabotage’ sungguh tak sekedar main-main.

SB7

Dalam sebuah penggerebekan kartel narkoba yang berakhir kacau atas raibnya uang sejumlah 10 juta USD bahkan kehilangan salah satu anggota mereka, agen-agen dalam sebuah tim elit DEA (Sam Worthington, Joe Manganiello, Terrence Howard, Josh Holloway, Max Martini, Kevin Vance, Mireille Enos) yang dipimpin oleh John ‘Breacher’ Wharthon (Arnold Schwarzenegger) diskors, berbalik menjadi tersangka dan tercerai-berai. Namun tak lama setelah Floyd (Martin Donovan) tak bisa menemukan bukti, satu-persatu ditemukan tewas secara misterius. Penyidik Caroline Brentwood (Olivia Williams) dan partnernya Darius Jackson (Harold Perrineau) yang masuk ke dalam lingkaran ini malah menemukan kenyataan pelik di tengah intrik berbelit diantara anggota tim yang tersisa.

SB2

Sinked at box office and panned by most critics, bukan berarti ‘Sabotage’ sama sekali tak punya kelebihan. Meski kelihatan miscast, bagi sebagian orang mungkin akan sangat menarik melihat Arnie beranjak meninggalkan typecast-nya ke sebuah gory-sadistic action berbalut whodunit mystery plot yang tetap mengedepankan gritty atmosphere Ayer biasanya, pendukung-pendukung itu pun sebenarnya tampil dengan baik. Meski sebagian tak diberi kesempatan lebih, muncul dengan tampilan berbeda, Worthington, Manganiello, Olivia Williams dan Harold Perrineau bergantian mencuri layar lewat penampilan mereka. Namun yang paling menonjol adalah Mireille Enos dengan aura tough female kuat sebagai Lizzy.

SB4

Salahnya, kolaborasi Ayer dan Woods memang jadi bumerang ke filmya sendiri. Kesalahan terbesarnya ada pada skrip yang muncul bagaikan racikan minuman dengan rasa yang berantakan. Being not well blend, selagi Ayer terlihat sibuk memasukkan signature-nya, Woods kerap menggelar twist and turn-nya secara tak rapi. Akibatnya, action dan twisted mystery plot-nya seperti benar-benar berjalan terpisah tanpa bisa benar-benar menyatu. Pace-nya kacau, setup-setup-nya terasa overbuilt tanpa kaitan kuat satu sama lain, dan bangunan karakterisasi yang kelewat dangkal hampir tak mampu menyisakan chemistry diantara seabrek karakter itu, bahkan ke rentetan aksi di adegan klimaks yang jadi terasa berlalu begitu saja.

SB3

So yes, ini benar-benar sayang sekali. Berbeda dengan trailer-nya yang sangat menjanjikan inovasi berbeda diatas racikan elemen-elemen baru itu, hasilnya malah berbalik melakukan sabotase terhadap karir orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kecuali adegan aksi serba sadis dan tampilan fisik ensemble cast yang mungkin masih lumayan bisa dinikmati sebagai sisi hiburannya, ‘Sabotage’ tak lagi punya sesuatu yang lebih. Seperti premisnya, a showdown that gone awry, and that’s too bad. (dan)

Here’s a much better poster design :

SB10

~ by danieldokter on April 11, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: