MALEFICENT : SYMPATHY FOR THE DEVIL

MALEFICENT

Sutradara : Robert Stromberg

Produksi : Walt Disney Studios Motion Pictures, 2014

MF9

            Ask yourself first and be honest. Tapi di luar AS, mungkin, mungkin tak banyak orang yang ingat nama ini. Diambil dari animasi klasik Disney tahun 1959, ‘Sleeping Beauty’ berdasarkan novel ‘La Belle au bois Dormant’ dan ‘Little Briar Rose’, masing-masing dari Charles Perrault dan Brothers Grimm, lebih banyak orang yang tahu sekedar sosoknya sebagai seorang penyihir jahat bertanduk hitam yang menenung putri Aurora. Tak perlu heran juga, no matter how classic dan sama-sama jadi icon utama Disney Princess, ‘Sleeping Beauty’ memang bukan atau paling tidak tak se-terkenal ‘Snow White’ atau ‘Cinderella’ dalam kultur populer dunia Disney. Keberadaannya sebagai penutup animasi klasik fairytale Disney sebelum akhirnya bangkit lagi jauh setelah kreatornya tutup usia, decades later, lewat ‘The Little Mermaid’ mungkin juga memperjelas statusnya selain banyak dianggap pengikut ‘Snow White’ dengan sebagian premis sangat mirip.

MF5

            However, ‘Sleeping Beauty’ tetaplah sebuah klasik. Trend fairytale re-imagining yang sejak beberapa tahun belakangan sudah mencatat beberapa adaptasi baru baik dari Disney, ‘Alice In Wonderland’ atau di luar Disney seperti ‘Snow White and The Huntsman’, ‘Red Riding Hood’ atau ‘Hansel & Gretel : Witch Hunters’ jelas tak meninggalkan alasan untuk ‘Sleeping Beauty’ buat turut diangkat ke layar lebar. Resepnya tak jauh beda, live action re-imagining dengan elemen twist, namun ‘Maleficent’ menyimpan satu sisi yang lain dari pendahulunya, selain tentunya faktor Angelina Jolie yang sudah sejak awal mereka siapkan secara khusus sebagai kandidat satu-satunya untuk memerankan Maleficent. Dengan skrip yang ditulis oleh Linda Woolverton, scriptwriterBeauty & The Beast’, ‘The Lion King’ serta ‘Alice In Wonderland’, Robert Stromberg akhirnya masuk sebagai sutradara menggantikan Tim Burton dalam rencana awalnya. Dua Oscar untuk kiprahnya di art direction dalam James CameronsAvatar’ dan ‘Alice In Wonderland’ rasanya sudah cukup menjelaskan mengapa Stromberg pantas memulai debut penyutradaraannya disini. Now read the new plot closely.

MF7

            Berseberangan dengan kerajaan manusia yang dipimpin oleh King Henry (Kenneth Cranham), ada kerajaan The Moors yang dihuni oleh makhluk-makhluk dongeng. Salah satu penjaga terkuatnya, peri cantik bersayap bernama Maleficent (mudanya diperankan oleh Ella Purnell dan Isabelle Molloy) suatu hari secara tak sengaja melanggar batas dengan jatuh cinta pada bocah Stefan (Michael Higgins) yang melintasi The Moors. Namun beranjak dewasa, mereka semakin terpisahkan oleh ambisi Stefan dibalik keinginan raja untuk menguasai The Moors. Kehilangan sayap dan patah hati oleh pengkhianatan Stefan dewasa (Sharlto Copley) yang memperoleh tahta setelahnya, sisi jahat Maleficent (Angelina Jolie) pun muncul untuk merancang sebuah pembalasan telak pada Stefan. Sasarannya adalah putri Aurora (Elle Fanning ; kecilnya diperankan Vivienne Jolie-Pitt dan Eleanor Worthington Cox), dibalik kutukan bahwa tepat setelah ulang tahunnya yang ke-16, jarinya akan terluka oleh mesin pemintal dan membuatnya mati suri hingga hanya ciuman sejati yang bisa membebaskan tenungnya. Stefan yang panik kemudian memerintahkan seisi kerajaan untuk membuang semua pemintal dan mengasingkan Aurora ke hutan di bawah penjagaan tiga peri, Knotgrass (Imelda Staunton), Thistletwit (Juno Temple) dan Flittle (Lesley Manville). For a while it sounded like the originalSleeping Beauty’, the rest is for you to find out yourself.

MF4

            Okay. To some, baik yang benar-benar tahu atau hanya sekedar tahu source aslinya, ini mungkin kedengaran seperti lelucon atau malah bisa jadi kurang ajar. But look closer. Lebih dari sekedar inovasi untuk menyematkan character twist seperti apa yang dilakukan banyak fairytale re-imagining akhir-akhir ini, Linda Woolverton memilih jalan yang kita lihat dalam produk-produk reboot franchise terkenal ala ‘Star Trek’, ‘Robin Hood’ atau ‘James Bond’. Mengeksplorasi latarnya kembali dari awal yang tak pernah kita dengar atau lihat dalam versi manapun dari ‘Sleeping Beauty’ dan menciptakan sedikit simpati terhadap villain legendaris ini, ia jadi leluasa menciptakan motif yang kuat untuk sosok Maleficent barunya. No, I won’t spoil you any more details, namun kabarnya ada sedikit pengeditan ulang yang menghilangkan peran Miranda Richardson dan Peter Capaldi untuk membuat eksplorasi baru itu bisa sedikit lebih fokus terhadap karakter yang mereka jadikan judul ketimbang Aurora. Beberapa re-shoots yang dibantu John Lee Hancock dari ‘Saving Mr. Banks’ juga begitu.

MF3

            Hasilnya, bukan saja jadi unik, tapi ada satu hal terpenting yang tak membuatnya terpeleset ke banyak fairytale reimagining lain termasuk dari Disney sendiri. Meski tak sepenuhnya sempurna, di saat usaha-usaha character twist film-film lain di genre yang sama menyampingkan wujud asli source mereka dalam pendekatan genre baru yang lebih mengarah ke dewasa, Woolverton dan Stromberg tetap menyimpan respek penuh buat menghadirkan ‘Maleficent’ sebagai sebuah family love-fairytale sebagaimana adanya ‘Sleeping Beauty’. Penekanan sosok mengerikan Maleficent-nya bahkan mungkin berpotensi membuat pemirsa belianya ketakutan termasuk recycled original theme songOnce Upon A DreamLana Del Rey yang jadi benar-benar eerie bersama scoring baru dari James Newton Howard dan kreasi creatures effect dari makeup/effect artist legendaris Rick Baker, tapi eksplorasi love and revenge-nya tak sekalipun menghilangkan sisi funMaleficent’ tetap sebagai sebuah fairytale yang bisa dinikmati seluruh keluarga, apalagi di second act yang membuat motivasi rombakan karakternya jadi terasa relevan lewat interaksi Jolie dengan Fanning dan pemeran trio peri itu, bahkan di beberapa bagian terpentingnya, bisa terasa jauh lebih menyentuh dari animasi asli Disney-nya. Sayang gimmick 3D-nya tak spesial, menyisakan hanya sedikit kedalaman lebih dalam tampilannya.

MF2

            The rest, tentulah soal Angelina Jolie. Bagaikan jadi showcase-nya yang sangat personal, Jolie memang memainkan karakter Maleficent dengan enchanting factor luarbiasa. Menyapu bersih semua perhatian hanya ke sosoknya, menenggelamkan banyak nama terkenal dari Sam Riley yang memerankan Diaval,  gagak jadi-jadian sidekick Maleficent, Brenton Thwaites pemeran Prince Phillip, Juno Temple, Sharlto Copley bahkan aktris se-senior Lesley Manville dan Imelda Staunton serta Elle Fanning sebagai Aurora sendiri, ‘Maleficent’ benar-benar seolah berpegang pada penampilan Jolie seorang, and in good ways, ini termasuk hal yang jarang bisa kita dapatkan di banyak film. Kalaupun masih perlu disebut, masih ada narasi dari Janet McTeer yang turut memberikan konklusi di penghujungnya.

MF1

            So yes, lagi-lagi tak usah heran dengan mixed reviews yang muncul. Inovasi yang mereka hadirkan dalam re-imagining ini memang nyaris terdengar seperti lelucon bagi yang paling tidak tahu karakter Maleficent itu berfungsi sebagai apa dalam fairytale aslinya. Walau akan tetap mengakui performa Jolie, some might hate it that much. But don’t worry, it also has a deep soul exploration yang membuat feel love stories dan pure fairytale-nya tetap muncul dengan begitu solid. Yes it might be a joke, but a pretty charming joke, with more sympathy for the devil. (dan)

MF6

~ by danieldokter on June 4, 2014.

3 Responses to “MALEFICENT : SYMPATHY FOR THE DEVIL”

  1. mas , efek 3D nya bagaimana ? pop outnya banyak gak, brightnes dan depthnya bagaimana ..
    thx

  2. […] MALEFICENT – Anna B. Sheppard and Jane Clive […]

  3. […] MALEFICENT – Anna B. Sheppard and Jane Clive […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: