OCULUS : A NEW DOSE OF DREAD

OCULUS

Sutradara : Mike Flanagan

Produksi :  WWE Studios, Intrepid Pictures, Blumhouse Productions, 2014

OC3

            Katanya, horror adalah salah satu genre paling taktis bagi pembuatnya. Selain jarang-jarang perlu star factors untuk jualan utamanya, dibalik demand utama tampilannya agar bisa menakut-nakuti pemirsanya, teknis-teknis minimalis juga lebih sering bisa bekerja membangun feel-nya. Belum lagi soal word of mouth lebih bombastis saat produknya berhasil membuat penonton ketakutan. So you could make a good one even with limited budgets. Ada benarnya.

OC1

Then, what makes a good horror? Jawabannya bisa sangat beragam. Namun di saat trend yang tak pernah mati dan terus digemari penonton ini terus-menerus menawarkan pendekatan yang itu-itu saja, sesuatu yang beda bisa terasa fresh. Dan Mike Flanagan agaknya tahu itu. Diangkat dari film pendeknya, ‘Oculus: Chapter 3 – The Man With The Plan’, versi panjang ini kemudian melangkah ke layar lebar dan cukup menarik perhatian dengan world premiere-nya di Toronto International Film Festival tahun lalu. Dan memang benar, ‘Oculus’ bukanlah sebuah horor yang menempatkan amunisi utamanya demi sebuah high profile looks, tapi sama seperti source-nya, meski premisnya tak benar-benar baru, sebuah kekuatan ide dibalik segudang resiko yang ada.

OC2

Setelah serangkaian trauma masa kecil mereka, Tim (Brenton Thwaites) yang baru keluar dari RSJ kembali bertemu dengan adik perempuannya, Marie (Karen Gillan) yang sudah bekerja sebagai petugas pelelangan barang antik dibalik sebuah tujuan. Namun berbeda dengan Marie yang tetap memegang janji mereka sebelum terpisah atas keberadaan sebuah cermin antik dengan kekuatan supranatural yang dianggap jadi pemicu trauma itu, Tim mulai goyah atas perawatannya selama ini, memilih untuk tidak mempercayai satupun kejadian itu. Begitupun, Tim tetap menemani Marie kembali bersama cermin antik itu ke rumah masa kecil mereka, mendokumentasikan semua napak tilas untuk sebuah pembuktian sekaligus mengakhiri semuanya.

OC6

Okay, premis itu boleh jadi seakan terdengar seperti found footage horror tipikal lainnya, atau paling tidak, meski punya demonic icon baru, horor lain tentang kekuatan supranatural dibalik cermin antik juga bukan lagi sesuatu yang benar-benar baru. Namun Flanagan yang menulis skripnya bersama Jeff Howard sudah menggaris batas perbedaan pendekatan mereka dalam menggarap ‘Oculus’. And no, ini bukan sekedar horor yang menempatkan mata utama seperti makna judulnya di elemen-elemen surveillance camera secara tipikal, tapi jauh lebih inovatif dari itu. Penceritaan back and forth-nya secara paralel di satu sisi memang beresiko membingungkan sebagian penonton yang lebih suka easy jumpscares dalam menikmati film horor, atau juga berpotensi membuat pace-nya jadi naik turun. Tapi ini memang sulit buat dihindari karena clue-clue buat menyusun puzzling mystery-nya, tanpa juga dengan bangunan twist yang njelimet, harus tergelar di sepanjang storytelling-nya.

OC7

Melakukannya dengan cukup rapi, Flanagan memang punya satu amunisi ampuh untuk membuat ‘Oculus’ paling tidak bisa berbeda dari horor-horor tipikal yang ada sekarang. Walau tetap punya sejumlah jumpscares, gore scenes dan tipikalisme penampakan lain untuk menakut-nakuti penontonnya, ia lebih mengarahkan horornya ke permainan atmosfer untuk membangun keseluruhan sisi seramnya. Dan inilah faktor yang terbangun dengan sangat solid dalam ‘Oculus’, sekaligus memperjelas judul serta tagline keren-nya, ‘You see what it wants you to see’ dengan dreadful visual ambiguity yang dihadirkan Flanagan. Elemen-elemen yang membangun dread atmosphere itu juga didukung tak kalah solid oleh kekuatan akting cast, sinematografi Michael Fimognari, scoring dari The Newton Brothers plus efek-efeknya, yang tak mesti terlalu wah tapi sudah cukup mendukung penceritaannya.

OC5

Selain Brenton Thwaites, aktor muda yang tampaknya bakal sangat menanjak setelah tampil dalam ‘Maleficent’ dan the upcomingThe Giver’ bersama Jeff Bridges dan Meryl Streep, Karen Gillan dari ‘Doctor Whoseries dan dalam waktu dekat, ‘Guardians Of The Galaxy’, Rory Cochrane dan Katee Sackhoff, yang tampil paling baik sebagai vehicle utama sekaligus kekuatan terbesar di flashback storytelling-nya justru dua talent cilik, Garrett Ryan dan Annalise Baso yang memerankan Tim dan Marie muda dengan ketakutan natural mereka. Di penempatan cast yang bagus ini, suspense dan dread atmosphere-nya jadi tampil luarbiasa kuat bersama faktor teknis lain tadi, menjadikannya sajian horor yang fresh dan berbeda dari trend dan pendekatan-pendekatan tipikal yang sudah mulai terasa agak melelahkan sekarang. A new dose of dread. (dan)

~ by danieldokter on June 8, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: