VIVA JKT48 : A CHARMING AND ENERGETIC CELEBRATION OF THE IDOL GROUPS TREND

VIVA JKT48 

Sutradara : Awi Suryadi

Produksi : Maxima Pictures, 2014

JKT486

            Kecuali bagi penggemar sejatinya, mungkin tak banyak yang tahu sejak kapan sebenarnya fenomena idol groups dalam kultur pop Jepang ini dimulai dengan tahapan-tahapan perkembangannya. Namun popularitas salah satu ikon terpopulernya, AKB48, beberapa tahun terakhir ini memang benar-benar fenomenal. Dan ini berbeda dengan sekedar fandom biasa terhadap sosok grup musik atau penyanyi. Lebih dari itu, mengambil konsep ‘idols you can see everyday’, scene di seputar event panggungnya sampai seolah punya universe dan ensiklopedi tersendiri dari style hingga penggunaan istilah-istilah tertentu, nyaris bagai sebuah kultur baru. Tak hanya membuat trend itu jadi menjamur ke seluruh bagian kota atau distrik di Jepang, tapi juga merambah Indonesia, dimana JKT48 yang dibentuk resmi tahun 2011 merupakan grup saudari AKB48 pertama di luar Jepang yang mengadopsi semua budayanya, dari pertunjukan rutin yang dinamakan Teater JKT48 secara rutin di sebuah mal Jakarta, hingga transfer personilnya.

JKT481

            Yang lebih hebat tentulah sambutan penggemarnya, yang dengan cepat juga mengadopsi kultur aslinya. Bagi sebagian orang, ini mungkin cukup lucu, dimana tingkatan fandom terhadap grup idolanya kadang sudah benar-benar melewati batas fanatisme yang selama ini ada, hingga berjuang untuk bisa bersalaman dalam hitungan detik dalam event yang disediakan manajemennya. Tapi yang lebih menyita perhatian tentulah barisan penggemarnya yang rata-rata merupakan lawan jenis, mostly bukan pula dari usia yang sepadan dengan personil-personil atraktif yang dipilih secara ketat ini. Apapun itu, kultur ini memang layak mendapat sorotan lebih. Apalagi sebagai jualan layar lebar, dimana dari jauh-jauh, rencana pembuatan film berjudul ‘Viva JKT48’ dari sutradara Awi Suryadi ini sudah menyita perhatian banyak orang. Bagi fans, ini jelas mereka inginkan, sementara bagi selebihnya, seru juga untuk mengetahui bahwa fenomena seperti ini benar-benar ada.

JKT488

            And oh no, ia tak lantas menggamit keseluruhan personil yang hingga kini berjumlah 72 orang ke dalam filmnya. Meski masih ditambah penampilan beberapa personil lain, ‘Viva JKT48’ berfokus ke hanya 8 member-nya, Melody (Melody Nurramdhani Laksani), A-chan (Ayana Shahab), Nabilah (Nabilah Ratna Ayu), Shania (Shania Juniantha), Rona (Rona Anggreani), Haruka (Haruka Nakogawa), Naomi (Shinta Naomi) dan Cindvia (Cindy Yuvia). Menemukan diri mereka terdampar masing-masing dalam 8 koper di Pulau Komodo, tanpa mengetahui apa yang benar-benar terjadi, mereka harus menelusuri apa yang terjadi dibalik niat jahat seorang wanita bernama Miss Kejora (Ayu Dewi). Dibantu 3 fans setianya (Mario Maulana, Bobby Samuell & Ciput), mereka pun meyakinkan manager Takeshi (Nobuyuki Suzuki) untuk berjuang merebut teater mereka kembali.

JKT485

            Okay. Dalam sebuah selebrasi popularitas subjek-subjek sejenis yang memang tak jauh dari anggapan-anggapan aji mumpung, mungkin tak ada yang terlalu spesial dari plot-nya. Namun Awi agaknya benar-benar menyelami lebih konten yang ingin diangkatnya ke layar. Resepnya pun masih berada di elemen-elemen tipikal dimana ikon-ikon popularitas mereka termasuk penempatan lagu-lagu hits dan aksi panggung subjeknya wajib ditampilkan sebagai highlight utama, namun lebih dari sebuah visual companion biasa yang terbatas hanya jadi sajian hura-hura, Awi memang punya tanggung jawab lebih besar terhadap para fans sekaligus penyampaian informasi dari kultur baru dunia pop tadi, tanpa juga meninggalkan wujud aslinya sebenar-benarnya sebagai sebuah tontonan hiburan.

JKT484

            Naskah yang ditulis oleh Alim Sudio, Cassandra Massardi dan Raditya Mangunsong juga dengan jeli melihat celah-celah ini. Selagi 8 member sebagai fokus utamanya dibiarkan mengambil patron nyata sebagai diri mereka sendiri, sebagaimana di film-film dengan basis sama sekaligus mengakomodir apa yang diinginkan fans yang memang punya fanatisme lebih dibandingkan idola lain, mostly tanpa juga harus menonjolkan salah satu tapi lebih secara bersama-sama, informasi terhadap kulturnya disematkan lewat karakter tiga fans yang diperankan oleh Mario Maulana, Bobby Samuell dan Ciput. Malah, keberadaan karakter mereka juga bisa jadi fan service yang solid, membuat fans-nya yang punya sebutan ‘wota’ itu merasakan wujud dukungan yang biasa mereka berikan ke idolanya untuk berjuang bersama-sama. Ikon-ikon penting seperti signature event dan penggunaan lightstick yang khas dalam teater-teaternya juga muncul dengan baik serta menarik.

JKT489

           Dan semua tetap berada dalam garis batas komedi yang tak punya ambisiusme lebih dalam storytelling-nya, dimana kekonyolan yang dihadirkan bukan juga jadi tak relevan. Penampilan Ayu Dewi, menggantikan Cut Mini Theo yang semula sudah banyak dipublikasiyang seperti biasa, kelewat komikal, mungkin terasa annoying bagi sebagian penonton, namun blend-nya tak lantas jadi lari kelewat jauh dengan tone keseluruhannya. Toh hampir semua karakter yang dihadirkan sama-sama komikal. Masih ada beberapa cameo dari komedian dan komik Indonesia seperti Djaitov Yanda dan Babe Cabita yang bekerja cukup baik mengisi selipan-selipan komedinya. Namun hal terbaiknya tentulah pengarahan Awi yang benar-benar tahu arahnya mau dibawa kemana. Potensi lebihnya dalam produk-produk iklan atau videoklip sudah sangat sesuai dengan kapasitas yang diperlukan, capturing all the crucial elements dibalik dunia JKT48 yang fenomenal ini jadi tersampaikan dengan sangat menghibur.

JKT4811

        So, dalam kapasitas yang jauh berbeda dari film-film sejenis yang kenyataannya hadir sebatas companion hura-hura belaka, ‘Viva JKT48’ ini memang punya kekuatan lebih. More than just a light entertainment, ia hadir sebagai sebuah selebrasi yang solid, baik sebagai fan service yang bagus, membawa mereka ke sebuah petualangan baru menyaksikan idolanya, sekaligus informatif lewat sebuah potret menarik terhadap eksistensi kulturnya yang spesial. A charming, fun and energetic celebration of the idol groups trend. Now see it if you want to know more. (dan)

~ by danieldokter on June 10, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: