HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 : RIDE AN EVEN GREATER ADVENTURE!

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2

Sutradara : Dean DeBlois

Produksi : DreamWorks Animation, 2014

HTTYD232

            Back in 2010, tak ada yang menyangka bahwa produksi DreamWorks Animation ini akan menjadi sebesar sekarang. Okay, dari segi branding dan merchandising, franchise-nya mungkin tak sehebat ‘Madagascar’ atau ‘Kung Fu Panda’ dengan kids-friendly characters yang terpampang dimana-mana, tapi jangan tanya dari sisi teknis animasi dan resepsi seimbang antara kritikus dengan penonton. However, lebih dari visual highlights plus salah satu pemanfaatan gimmick 3D terbaik yang pernah ada hingga mengundang ketakjuban itu, hal terbaik dari kolaborasi Chris Sanders dan Dean DeBlois, keduanya konseptor ‘Lilo & Stitch’, yang diangkat dari book series Inggris karya Cressida Cowell ini adalah bagaimana mereka mengemas plot enemies become friends dengan unsur-unsur yang sebenarnya sangat dewasa bahkan sangat eksplisit secara realita menyangkut kematian dan disabilitas fisik bisa menyatu dengan atmosfer animasi dan character concept segala umur yang tetap fun serta sangat seru.

HTTYD21

            Kini, meninggalkan Dean sendiri dalam penyutradaraan serta skripnya karena Chris Sanders tengah disibukkan dengan proyek ‘The Croods’, rencana sekuelnya pun seakan punya kewajiban lebih dari pencapaian film pertamanya. Inovasi dalam storytelling yang tetap mengemas unsur-unsur dewasa itu tetap menjadi poin krusial di wilayah-wilayah ambiguitas musuh dan teman, sementara visual development-nya digagas lebih lagi dengan merekrut Roger Deakins, sinematografer kawakan sebagai konsultan. Semua voice talent-nya kembali, bahkan dengan tambahan Cate Blanchett sebagai salah satu karakter pentingnya. So yes, it’s really intriguing untuk melihat sejauh mana mereka bisa menggagas pengembangannya.

HTTYD233

 

            Lima tahun setelah perdamaian bangsa Viking Berg dengan para naga yang bukan saja bekerja, menjaga desa hingga jadi tunggangan para dragon riders ini, Hiccup (Jay Baruchel) yang tetap bersahabat, sharing their disablities, dengan naga langka dari spesies Night Fury, Toothless, masih menyangsikan kemampuannya untuk menggantikan peran ayahnya, Stoick the Vast (Gerald Butler) sebagai kepala suku. Masalah kembali muncul kala Hiccup dan Astrid (America Ferrera) mendapati sekelompok penangkap naga yang dipimpin oleh Eret (Kit Harington). Mengetahui bahwa atasan Eret adalah Drago Bludvist (Djimon Hounsou), pemburu naga yang pernah punya konflik dengan Stoick, Stoick pun memerintahkan sukunya untuk berjaga-jaga. Namun Hiccup bersikukuh untuk mengadakan perundingan dengan Drago. Melarikan diri dari Berg, ia pun terjebak di sebuah daerah terasing tempat para naga hidup dan dijaga oleh alpha dragon, sesosok naga raksasa dan Valka (Cate Blanchett), yang ternyata merupakan rahasia terpenting dari masa lalu Hiccup dan Stoick. Soon, bersama Stoick, Astrid dan rekan-rekannya yang menyusul kesana, mereka harus berhadapan dengan Drago yang juga memiliki alpha dragon-nya dan siap untuk membuat semua naga berbalik menjadi musuh mematikan, termasuk Toothless sendiri.

HTTYD22

 

            Look at that plot. Tetap berbenturan dengan elemen-elemen sangat dewasa yang ada di instalmen awalnya, malah dengan satu unsur ekstrim yang akan sedikit sulit diterima para pemirsa belia, ‘How To Train Your Dragon 2’ ternyata masih menyimpan kekuatan yang sama untuk men-tackle blend keseluruhannya. Teknis animasinya tetap juara, namun mungkin tak lagi mengundang ketakjuban sama atas penggunaan gimmick 3D semaksimal pendahulunya. Disini, DeBlois dan timnya lebih memusatkan kekuatan pada set visual lewat sinematografi animasi cantik dibawah bantuan Roger Deakins sebagai konsultannya. On much bigger scale, ini sangat berhasil membuat feel adventure-nya jadi semakin dahsyat meski tak lagi membawa highlight dragon riders POV seperti rollercoaster ride yang sangat solid di film sebelumnya.

HTTYD27

 

            Pendalaman plot-nya pun tetap menunjukkan keunggulan yang sama atas tendensi-tendensi melahirkan sebuah petualangan seru yang jauh melebihi kompleksitas animasi-animasi sejenis. Turnover plot di 20 menit akhirnya benar-benar luarbiasa serius bak sebuah live action dewasa, tapi tak lantas berarti menghilangkan simpati ke salah satu karakter, juga tak meluluhlantakkan feel fun-nya sebagai tontonan segala umur. Selagi scoring dari John Powell terasa sangat anthemic, perpaduan desain karakternya tetap menggaris batas ini dengan tegas, membangun kontras antara awkwardness Hiccup yang sangat cartoonish, yang tetap dihidupkan dengan bagus oleh Jay Baruchel, berikut tampilan Toothless yang cenderung childish namun bisa berubah dengan keperluan penaikan intensitas konfliknya, dengan voice talent Gerald Butler, Cate Blanchett dan Djimon Hounsou buat mengisi part yang lebih serius. Sebagai penyeimbang komedik untuk tetap membuat sisi fun-nya hadir dengan solid, meski porsi Christopher Mintz-Plasse, Craig Ferguson, T.J. Miller dan Jonah Hill ditekan jauh, masih ada Kristen Wiig dan karakter baru yang diisi oleh Kit Harington sebagai Eret.

HTTYD29

 

 

            So yes, ini memang sebuah sekuel yang bisa dibilang mampu melampaui predesesornya dengan detil-detil beda diatas konsep sama yang masih dipertahankan, dan itu artinya sungguh spesial. Menolak untuk bermain aman sebagaimana rata-rata sekuel dari franchise sukses, menyelami lagi unsur-unsur unlikely-nya dengan berani bahkan secara ekstrim tanpa mengorbankan moral-moral interkoneksi keluarga, ekologi, redemption even seni perang diatas plot friends and enemies-nya, ini adalah salah satu kandidat terbaik summer movies tahun ini, or even one of the best animated sequel ever. Now go ride this even greater adventure, and be amazed. Be really amazed! (dan)

HTTYD25

~ by danieldokter on June 15, 2014.

2 Responses to “HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 : RIDE AN EVEN GREATER ADVENTURE!”

  1. […] HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 – Dean DeBlois and Bonnie Arnold […]

  2. […] HOW TO TRAIN YOUR DRAGON 2 – Dean DeBlois and Bonnie Arnold […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: