DELIVER US FROM EVIL : UNUSUAL TAKES ON EXORCISM HORROR

DELIVER US FROM EVIL

Sutradara : Scott Derrickson

Produksi : Jerry Bruckheimer Films & Screen Gems, 2014

DUFE1

            To avid horror fans, jauh sebelum waktu rilisnya, ‘Deliver Us From Evil’ sudah jadi film horor yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya karena tema exorcism adalah salah satu yang paling populer di horor Hollywood serta juga potentially creepy, ini adalah filmnya Scott Derrickson, sutradara yang sudah menghasilkan ‘The Exorcism of Emily Rose’, ‘Sinisterand if you paid more attention, ‘Scream 4uncredited writer. Co-writer-nya, Paul Harris Boardman, juga seperti life long partner Derrickson di kebanyakan filmografinya, dengan sentuhan kental di genre horor.

DUFE3

            Last but not least, tentulah karena ‘Deliver Us From Evil’ memang dijual sebagai sebuah adaptasi buku non fiksi ‘Beware The Night’ karya Ralph Sarchie dan Lisa Collier Cool, film berdasar real life account of Sarchies exorcism events, NYPD Sergeant turned demonologist, yang jika ditarik panjang juga punya hubungan dengan sejumlah paranormal lain yang pernah diangkat ke layar lebar, salah satunya Ed & Lorraine Warren dari ‘The Conjuring’.Dan okay, faktor Jerry Bruckheimer yang duduk di kursi produser mungkin tak termasuk salah satunya, secara Bruckheimer memang tak punya kredit meyakinkan di genre-nya, tapi belum tentu tak bisa memberikan sentuhan baru terhadap pendekatannya.

DUFE4

            Menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan misterius dengan latar supranatural yang saling terhubung dan sulit terjelaskan, walau awalnya ditentang partnernya, Butler (Joel McHale), NYPD officer Ralph Sarchie (Eric Bana) mau tak mau terpaksa bekerjasama dengan pendeta Castilian Catholic urakan Joe Mendoza (Edgar Ramirez). Misi yang bukan saja menenggelamkan Sarchie dalam obsesi-obsesi terpendam terhadap rahasia masa lalunya, tapi juga punya resiko terbesar, menempatkan istri dan putrinya (Olivia Munn & Lulu Wilson) dalam bahaya.

DUFE9

            Kredibilitas Derrickson meng-handle elemen-elemen krusial dalam genre horor, creating goosebumps dari usual jumpscares, exorcism scenes, pengaturan angle dan feel found footage sebagai pelengkap ke penggunaan simbol-simbol wajib seperti children toys, jelas tak perlu diragukan. Seperti ‘Sinister’ dan ‘The Exorcism of Emily Rose’, bersama feel vintage sinematografi Scott Kevan dan score Christopher Young, style-nya juga sangat terasa dalam ‘Deliver Us From Evil’. Namun tanpa bisa dihindari, pendekatan plot yang dibangun lewat skrip atas porsi partnership-nya dengan karakter Mendoza dengan latar belakang drugs junkie dan sedikit sempalan classic rock reference, mostly dari ‘The Doors’ di soal-soal keterlibatan demoniknya mau tak mau memang menciptakan sebuah tahanan kuat untuk bisa sepenuhnya bermain di horror pace itu.

DUFE2

            Disini juga mungkin sentuhan Bruckheimer, yang lebih terbiasa bermain di ranah-ranah buddy movie, jadi terasa sangat mendistraksi atmosfer horor-nya. Walau tetap lumayan menyeramkan, sempalan komedi yang secara alami harus terbangun dalam skrip itu, bukan saja dari dialog tapi juga dari penjelasan unlikely characters-nya, terutama Mendoza dengan rambut gondrong ala rocker dan Butler dengan asesoris Red Sox-nya, ternyata punya potensi mengecewakan penggemar horor yang mengharapkan pendekatan murni genre-nya. Namun di sisi lain, ini seperti menghadirkan suatu racikan baru diatas banyaknya tema-tema sama yang sudah pernah kita saksikan di film-film sejenis.

DUFE5

            Eric Bana jelas pilihan tepat untuk memerankan Sarchie. Dari Queens accent ke aura war-vet serta tough cop tipikalnya yang kuat, ia juga membangun chemistry unik dengan gaya rocker Mendoza yang di-handle Edgar Ramirez dengan baik sekali. Dari karir awalnya sebagai pin-up model ke sejumlah film-film kelas B, walau tetap memberikan dayatarik lebih ke filmnya, Olivia Munn mungkin tak diberi kesempatan lebih, namun Joel McHale benar-benar berhasil mencuri perhatian di tengah fokus duet Bana serta Ramirez.

DUFE7

            So this really depends on what you’re looking for. ‘Deliver Us From Evil’ bisa jadi sedikit mengecewakan bagi para penggemar horor yang mengharapkan purity dalam substansi genre-nya, tapi buat yang mau melihat lebih, walau belum sepenuhnya membentuk perfect blend, ini benar-benar menciptakan kombinasi unik secara keseluruhannya. Guliran plot-nya bisa jadi tetap klise, tapi tidak demikian dengan detil-detilnya. Now go figure, kapan terakhir kita melihat buddy movie yang tak lantas meninggalkan sentuhan komedi serta sedikit action namun dibalut bersama konklusi horor? Dan kapan pula sebuah exorcism-horror dilengkapi dengan referensi musik rock secara kental di dalamnya? Unusual takes on exorcism horror, dan itu artinya bagus. (dan)

~ by danieldokter on July 13, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: