INTO THE STORM : THE NEW BREED OF DISASTER PORN

INTO THE STORM

Sutradara : Steven Quale

Produksi : Village Roadshow Pictures, Broken Road Productions, New Line Cinema, Warner Bros, 2014

ITS12

            Found footage horror, itu biasa. Tapi found footage disaster, mungkin belum pernah ada sebelumnya. Beberapa film dengan found footage style seperti ‘Devil’s Pass’ (‘The Dyatlov Pass Incident’) maupun ‘Chronicles’ bisa jadi punya elemennya, tapi toh secara keseluruhan bukan secara murni ada di genre disaster. Sebagai subjeknya, tornado pun sudah cukup lama tak muncul ke layar lebar. Pernah menghasilkan trend yang sebatas menjamur di epigon-epigon kelas B kebawah setelah kesuksesan ‘Twister’-nya Jan De Bont, lengkap dengan background profesi yang sebelumnya jarang-jarang didengar orang, storm catchers, tapi tak juga jadi terlalu luarbiasa.

ITS4

            So, apa yang dilakukan New Line Cinema bersama sutradara Steven Quale dan penulis skrip John Swetnam, merupakan pendekatan baru dalam perpaduan style dan genre-nya. Quale sebelumnya dikenal sebagai 2nd unit director James Cameron di ‘Titanic’ dan ‘Avatar’ serta debut penyutradaraan layar lebar pertama di ‘Final Destination 5’, sementara skrip Swetnam baru saja kita lihat di ‘Step Up All In’. Seperti layaknya rata-rata film dengan found footage style, ini memang lebih ke sebuah hiburan murni dengan bujet tak terlalu tinggi. Namun bedanya, ia digagas dengan visual effects serba taktis hasil kerja keroyokan dari Digital Domain, Rhythm & Hues dan Gentle Giant. Itu juga mungkin yang membuat mereka berani merilisnya di tengah-tengah periode akhir pertarungan summer blockbuster tahun ini.

ITS3

 

            Selagi Pete (Matt Walsh), storm chaser veteran yang ambisius, metereologis Allison Stone (Sarah Wayne Callies) dan dua kameramennya (Arlen Escapeta & Jeremy Sumpter) yang tergabung dalam satu tim menelusuri jejak tornado yang akan menyerang kota kecil Silverton, Colorado, diatas Titus, storm chasing tank berkekuatan mutakhir, sebuah SMU lokal tengah menyiapkan upacara wisuda mereka. Disana, wakil kepala sekolah Gary Morris (Richard Armitage) sibuk mengatur kedua putranya, Donnie (Max Deacon) dan Trey (Nathan Kress) untuk mendokumentasikan acara itu tanpa menyadari sebuah tornado EF5 yang berkekuatan raksasa bakal menyerang mereka. Didorong oleh Donnie yang terjebak di situs lain akibat menolong highschool crush-nya, Kaitlyn (Alycia Debnam-Carey), ketika tornado itu seketika melanda, Gary dan Trey mau tak mau harus bergabung dengan Pete dkk. demi menyelamatkan mereka.

ITS10

            Oh yeah. Tak jauh beda dengan found footage lain yang digagas dengan pendekatan eksploitatif ke genre-nya, ‘Into The Storm’ memang semata-mata menjual pameran kehancurannya. Skrip Swetnam sedikit banyak masih mencoba menyisipkan sisi ilmiah dalam penjelasan serangan tornado ini, namun jangan berharap lebih ke plot-nya. Secara klise, ia lagi-lagi mengulik elemen-elemen klise dalam disaster genre, here, father to sons, dengan konflik yang juga digelar sebatas dangkal-dangkal saja untuk menyempalkan sepenggal emosinya, sama seperti beberapa karakter lain yang ada, bahkan sisi komedi dari dua local geek yang diperankan Kyle Davis dan Jon Reep.

ITS8

            And yes, bangunan karakternya juga cukup digagas dengan sekenanya, malah dalam banyak sisi, membuat plot-nya berkali-kali terasa sangat ‘no-brainer’ dibalik kebetulan ini-itu bak anak-anak yang tengah bermain perang-perangan dengan toy soldiers-nya. Di tengah banyaknya awkward dialogues serta soal logika yang terpinggirkan, walaupun ini adalah sebuah fantasi murni, hanya Matt Walsh, aktor yang lebih dikenal sebagai komedian yang kerap tampil di frat-pack movies yang kelihatan menonjol lewat comical acts-nya secara proporsional. Lihat saja adegan Walsh paling gokil keluar jalur namun tetap terasa sebagai highlight paling fun di salah satu bagian klimaksnya, sementara selebihnya hanya mengandalkan faktor looks semata.

ITS11

         Dalam konteks ini, bukan berarti rata-rata mereka tak berhasil mencuri perhatian, namun masih jauh dari blend akting yang benar-benar memadai, terutama yang terparah, Richard Armitage sebagai lead yang paling dijual. Popularitasnya yang menanjak lewat perannya sebagai Thorin di ‘The Hobbit’ memang menunjukkan sosoknya pantas jadi lebih besar sebagai Hollywood’s lead, di luar, tentu saja, kemiripannya dengan Hugh Jackman. Hanya saja, seakan tak sekalipun bersedia kelihatan jelek di depan kamera, karakter Morris digelar bak old fashioned James Bond yang mau melayang-layang separah apapun disapu puting beliung raksasa tetap bisa beraksi dengan full style. Serba elegan, lengkap dengan catwalk expressions yang sangat diatur, bahkan masih sanggup menyiratkan act of flirting ketika jiwa orang kesayangannya berada dalam bahaya besar.

ITS21

        Tapi jangan tanyakan soal eksploitasi disastrous scene-nya. Dengan found footage style yang tetap digarap secara taktis, efek visual tampilan tornado menyapu manusia, bangunan hingga pesawat terbang-nya meski terkadang terasa berlebihan tapi benar-benar luarbiasa. Like a first class production, dibantu scoring yang juga cukup bagus dari Brian Tyler, ‘Into The Storm’ berhasil memvisualisasikan penghancurannya di level yang sama sekali tak main-main. Dengan skala dan intensitas jauh lebih dahsyat dari apa yang kita saksikan belasan tahun lalu lewat ‘Twister’, bahkan secara solid belum pernah ada di sejarah genre-nya. Tornado disaster had never been this fun.

ITS2

 

     So go ask yourself. Dengan filmografi Quale yang sedikit banyak sudah menunjukkan spesialisasinya mengedepankan sisi teknis ketimbang tetek-bengek penceritaan atau sisi sinematis lain, apa yang sebenarnya mengundang kita datang ke bioskop untuk menyaksikan ‘Into The Storm’ kalau bukan keberadaannya sebagai sebuah disaster porn? In this case, trust me. ‘Into The Stormwill take you to the new eye of the storm like you’ve never seen before. The new breed of disaster porn. (dan)

 

~ by danieldokter on August 10, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: