TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES : COWABUNGA!

TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES

Sutradara : Jonathan Liebesman

Produksi : Nicklodeon Movies, Platinum Dunes, Gama Entertainment, Mednick Productions, Paramount Pictures, 2014

TMNT10

            Oh yeah. Just google it. As a word, ‘Cowabunga’, walau punya etimologi jelas dari sebuah serial TV anak-anak di AS, ‘The Howdy Doody Show’ (1947-1960), dan dipercaya berasal dari native American exclamation, punya sejarah penggunaan yang sangat panjang dan beragam. Maknanya bisa jadi mengarah ke hal-hal yang sama, sebagai sebuah eksklamasi kesenangan atau kegembiraan, tapi tetap saja, yang paling melekat padanya adalah ‘Teenage Mutant Ninja Turtles’ (TMNT).

TMNT2

 

 

            Berasal dari comic book series ’80-an dari Mirage Studios, ciptaan Kevin Eastman dan Peter Laird, popularitas superhero kura-kura ninja-mutan dengan nama yang diilhami 4 renaissance artists ini menanjak pesat menjadi pop kultur ikonik di akhir ’80 ke awal ‘90an lewat serial animasi berjudul sama yang bertahan dari 1987 ke 1996, diikuti perkembangan comic series dengan tone saling jauh berbeda, termasuk versi manga dan Archie Comics yang paling mendekati serial animasi itu, anime series, live-action series, film franchise (3 instalmen dari film pertamanya yang meraih sukses fenomenal tahun 1990 plus CGI animated movie 2007) hingga serial animasi terakhir yang dipegang Nicklodeon.

TMNT7

            So, sejarah panjang dengan berbagai rekor kesuksesan itu jelas membuatnya sangat pantas untuk terus dihidupkan kembali. Masalahnya, dalam deretan summer movies tahun ini, cukup banyak cibiran atas anggapan-anggapan bahwa franchise-nya sebenarnya sudah kehabisan nafas. Apalagi, pembaharuan tampilan Ninja Turtles dalam live-action reboot yang cenderung terasa agak menyeramkan dibalik teknik motion capture performance ini sedikit banyak menjadi tantangan cukup besar. Then again, yang mendampingi Nicklodeon mewujudkan ide ini adalah Michael Bay dengan Platinum Dunes-nya. Sebagaimana hujatan yang baru saja menyerang ‘Transformers’, kritikus boleh saja tetap membenci Bay plus reuninya dengan Megan Fox, meski penyutradaraannya ada di tangan Jonathan Liebesman (‘Battle L.A.’, ‘Wrath Of The Titans’). Tapi toh pada akhirnya, perolehan box-office-lah yang akan bicara. Dan Bay, jelas tahu bagaimana menggerakkan pasar.

TMNT9

            Sebagai reporter berita Channel 6 News di New York, April O’Neil (Megan Fox) yang selalu didampingi kameramen Vernon Fenwick (Will Arnett) yang diam-diam menaruh hati padanya, merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan yang dirasanya tak punya tantangan. Melawan atasannya (Whoopi Goldberg), April mulai mengikuti sepak terjang organisasi misterius Foot Clan dibawah pimpinan Shredder (Tohoru Masamune) yang kerap mengancam keselamatan New York. Penyelidikan ini kemudian membawanya pada sebuah pertemuan dengan sekelompok kura-kura vigilante dengan keahlian ninja yang berukuran dan bisa berbicara selayaknya manusia ; Leonardo (Pete Ploszek, voiced by Johnny Knoxville), Raphael (Alan Ritchson), Michelangelo (Noel Fisher) dan Donatello (Jeremy Howard). Sayangnya, tak ada yang percaya dengan cerita April termasuk Fenwick, kecuali kolega almarhum ayahnya, ilmuwan Eric Sacks (William Fichtner), yang didatangi April untuk memastikan kecurigaannya atas asal-usul mereka sebagai produk mutasi eksperimen masa lalu Sacks dan ayahnya (Paul Fitzgerald). Di saat yang sama, tikus Splinter (Danny Woodburn, voiced by Tony Shalhoub) yang mengasuh dan melatih empat Ninja Turtles ini memerintahkan mereka untuk mengamankan April. Dari Splinter-lah April akhirnya mengetahui sejarah masa lalu itu, namun Shredder dan Foot Clan sudah siap menyerbu gorong-gorong tempat persembunyian mereka dibalik niat jahat menghancurkan seisi kota dengan virus mematikan. April pun terpaksa bergabung dengan Ninja Turtles untuk menghentikan Shredder sekaligus menyelamatkan New York.

TMNT5

            Dengan sedikit twist untuk perombakan kecil origin story-nya, which is okay, karena sejarah panjang franchiseTMNT’ memang punya relativitas universe sangat longgar – variatif, sebenarnya skrip dari duo Josh AppelbaumAndré Nemec (‘M:I Ghost Protocol’) dan Evan Daugherty (‘Divergent’) ini tak terlalu jauh beda dengan konsep yang diusung instalmen pertama live action film-nya tahun 1990. Menggabungkan elemen-elemen dalam serial animasi ’80an-nya, dimana April O’Neil adalah seorang reporter dan beda masing-masing warna topeng Ninja Turtles sebagai pembeda teratas karakternya. Dark tone komik orisinilnya tetap terasa, hanya saja, sentuhan Bay memang menahannya tetap ada di ranah sangat pop ketimbang ‘TMNT’ versi 1990 yang jauh lebih kuat di feel independennya. Apalagi, Jonathan Liebesman sama-sama dikenal lebih mementingkan sisi komersil lewat sejumlah blockbuster dalam filmografinya.

TMNT6

              Dan mereka juga tak memerlukan karakter Casey Jones untuk mendistraksi porsi lead Ninja Turtles bersama April O’Neil yang ternyata bisa dibawakan dengan sangat baik lewat mo-cap performance aktor-aktornya bersama Megan Fox. Cukup dengan modifikasi karakter Vernon Fenwick, kameramen/rival April dalam serial animasinya, yang bisa bekerja dengan proporsional lewat akting komikal Will Arnett. Malah, dibandingkan instalmen-instalmen film ‘TMNT’ lainnya, versi 2014 inilah yang paling berhasil menghidupkan semua percampuran rupa-rupa elemen karakter Ninja Turtles plus Splinter, tak terkecuali Shredder dan algojo-algojo Foot Clan dibalik Japanese background-nya, yang pernah ada dalam sejarah panjang franchise-nya dengan solid, lengkap dengan sejumlah nods dan mocking ke genre-nya lewat dialog-dialog keren yang digelar Appelbaum-Nemec dan Daugherty, dari ‘X-Men’, ‘Batman’ hingga ‘Star Wars’, homage ke pop kultur ’90-an yang mewarnai sempalan komedinya dengan fun factor yang dahsyat (salah satunya lihat lift scene-nya), serta tentu saja persyaratan wajib makanan kegemaran mereka, pizza. With extra, even 12 layers of different cheese.

TMNT11

            Di tangan Megan Fox, usaha Bay dan timnya untuk mengingatkan kita bahwa salah satu template paling klise kisah-kisah superhero tentang female reporter yang setengah mati berniat membongkar origin karakter superhero sebenarnya bisa terlihat fresh dan sangat asyik,  juga tampil begitu hidup. Jauh dari tipikalisme ‘damsel in distress’ yang dilakoninya di ‘Transformers’, walau di beberapa bagian masih terasa auranya, Fox bisa membentuk blend yang erat bersama para kura-kura ninja dengan dayatarik luarbiasa yang dimilikinya. Meyakinkan kita bahwa sosoknya punya fungsi sangat besar berada di tengah-tengah plot klise genre-nya plus action sequence eksplosif ala Bay, berkali-kali, Will Arnett dan aktor lebih senior seperti William Fichtner sampai terlihat berakting dengan penuh kecanggungan saat berada dalam satu frame dengannya.

TMNT4

          Mo-cap characters-nya pun sama. Tak peduli tampilannya seaneh melihat 4 Ice Cube dalam satu film, hanya dengan dua voice actor yang dikenal, Johnny Knoxville dan Peter Shalhoub, bentukan karakter Ninja Turtles ini hadir dengan detil sangat kuat untuk bisa langsung dikenali, lengkap dengan interaksi khas antara karakter yang sering berseteru hingga asesoris senjata unik masing-masing dibalik potensi karakter favorit yang akan berbeda bagi tiap penontonnya, apakah itu Leo, boyscout paling lurus dengan leadership kuat, Raph the bad boy, free spirited Mikey atau Donnie the tech-geek.

TMNT1

        Namun yang paling menggelegar tentulah adegan-adegan aksi dan pameran efek visualnya. Sekali lagi, walau hanya sebagai produser, dari sejarah karir yang sangat dipengaruhi dua moguls di industrinya, Steven Spielberg dan Jerry Bruckheimer, Bay menunjukkan kedigdayaannya meng-handle faktor ini, menutupi sepenuhnya keberadaan Liebesman yang memang belum punya signature khas dari film-film sebelumnya termasuk benar-benar memanfaatkan teknologi teratas yang dimiliki ILM (Industrial Light & Magic), bahkan scoring Brian Tyler-pun terasa sangat Bay. Dengan peningkatan intensitas yang rapi dari awal menuju ke klimaks, ‘TMNT’ memang tak lantas seheboh boom-bangTransformers’, namun dari fights choreography-nya ke adegan ski-snow action yang meninggalkan semua action sequence James Bond jauh ke belakang plus roof-top explosive climax, adalah sesuatu yang tak pernah kita bayangkan bisa muncul di franchiseTMNT’. Gimmick 3D-nya hadir dengan depth yang bagus plus beberapa popped-up yang meski tak banyak tapi menyisakan satu out-of-frame scene yang keren. And oh, just when you thought they were forgetting that iconic word, ‘Cowabungayell-nya akan menaikkan level of excitement itu berlipat ganda.

TMNT3

              So, lagi-lagi, abaikan kebencian kritikus terhadap kiprah Bay memanjakan penontonnya dengan suguhan eye-candy dan pure form of entertainment. And no, trust me, kebanyakan mereka tak akan punya antusiasme sebesar itu buat mengikuti sejarah franchise pop culture macam ‘TMNT’. Selagi generasi baru penontonnya akan mendapat pengenalan yang solid, bothTMNTfans or even Splinter could never have guessed that their Leo, Raph, Mikey and Donnie could reach this level of awesomeness. Ketika franchise sekelas Nicklodeon bisa dengan mudah menggeser ‘Guardians of the Galaxy’-nya Marvel dari puncak box-office, semua kita akan tahu selebar apa jalan yang sudah disediakan Bay dan timnya untuk kelanjutannya nanti. Dan itu artinya, Cowabunga! (dan)

TMNT8

~ by danieldokter on August 12, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: