LUCY : A MYTH BASED ON 90% MYTH

LUCY 

Sutradara: Luc Besson

Produksi : Canal +, Ciné+, EuropaCorp, TF1 Films Production

LUC9

            Selamat datang di era dimana 90% pengetahuan populer kebanyakan orang berasal dari google. And oh yeah, walaupun tagline itu kedengaran seperti science terapan yang keren, dalam neuroscience, rata-rata manusia menggunakan hanya 10% dari kapasitas otaknya, tak peduli awalnya datang dari siapa, bahkan Albert Einstein sekalipun, adalah mitos. Kita bisa saja mereka-reka kemana penjelasan selanjutnya bisa dibawa lewat banyak bagian pop culture yang mengetengahkan tema yang sama, bahwa penggunaan kapasitas otak secara lebih bisa membuat manusia bisa punya kemampuan telekinetik, telepati atau apapun, tapi lagi, dasarnya, adalah sebuah mitos.

LUC8

            However, dalam sebuah genre fantasi, semua bisa kemana saja. The rest, adalah seberapa besar pembagian sub-genre di dalamnya bisa membentuk satu kesatuan cerita yang meyakinkan. Sebelum ‘Lucy’ sudah ada ‘Limitless’ yang punya premis dengan penelusuran serba mirip. Bedanya, selain pairing up Scarlett Johannson dan Choi Min-sik yang jelas jadi nilai jual tinggi, ‘Lucy’ adalah filmnya Luc Besson sekarang, bukan dulu. Jadi mau kemanapun ambisi Besson seperti yang dijelaskan dalam banyak press release, bahwa ‘Lucy’ merupakan sci-fi action yang menggabungkan ‘Leon : The Professional’, ‘Inception’ dan ‘2001 : A Space Oddysey’ – tak jauh pula dari ‘The Tree Of Life’ dengan seabrek filosofi lebih, lagi, pada dasarnya, ini adalah filmnya Besson.

LUC2

            Dijebak oleh kekasihnya, mahasiswi Amerika di Taiwan, Lucy (Scarlett Johansson) seketika menemukan dirinya berada di tengah kekuasaan drug lord Korea, Mr. Jang (Choi Min-sik). Ia pun tak bisa menolak saat sindikat Jang menugaskannya menjadi kurir penyeludup obat bius sintetis bernama CPH4 yang disembunyikan di dalam perutnya. Salahnya, dalam sebuah kekacauan, kantungan obat itu pecah dan masuk ke sistem tubuh Lucy, dan secara tak terduga, ia mulai menemukan bahwa dirinya memiliki kekuatan super yang terus menanjak bersama perkembangan penggunaan kapasitas otaknya. Menelusuri kejelasan anomali ini lewat Professor Samuel Norman (Morgan Freeman), ilmuwan yang tengah meriset hal yang sama tentang kapasitas otak sambil berusaha menggagalkan paket lain ke Paris melalui kapten polisi Pierre Del Rio (Amr Waked), Mr. Jang ternyata juga tak semudah itu melepaskan Lucy begitu saja.

LUC6

            In terms of fantasy genre, memang tak ada yang salah dengan usaha Besson yang kelihatannya begitu menganggap ‘Lucy’ sebagai karya personal high-concept-nya yang akan jadi monumental. Bujet yang digunakan Besson juga tak tanggung-tanggung, termasuk penggunaan IMAX camera, lokasi lintas negara hingga efek visual oleh ILM, sebagai produksi termahal EuropaCorp. Namun mencampurkan filosofi-filosofi penciptaan berikut pandangan science yang kental, oh yeah, that includes the visualization of ‘the missing link’ theory dibalik sejarah nama yang diusung karakternya sebagai Australopithecus aferensis yang dibangun mirip dengan sekuens di ‘2001 : A Space Oddysey’, banyak pendekatan superhero serta explosive heroine action yang kerap jadi spesialisasinya sejak ‘La Femme Nikita’,  salahnya, ‘Lucy’ tidak membentuk blend yang sempurna.

LUC4

            Adegan-adegan aksi dengan tambahan efek visual yang keren memang bekerja dengan baik sebagaimana film-film heroine action Besson biasanya. Bersama pace yang cukup kencang, Scarlett Johansson juga berhasil memanfaatkan aura-nya ke dalam karakter yang membuat penontonnya punya koneksi kuat terhadap ‘Lucy’. Sementara Morgan Freeman tetap tampil dalam wilayah-wilayah aman di sejumlah genre sama seperti ‘Transcendence’, mereka tak sia-sia mengontrak Choi Min-sik jauh-jauh dari Korsel untuk jadi villain utama yang mengerikan. Aktor Mesir Amr Waked juga cukup baik memerankan sidekick dalam wilayah action tadi. Selebihnya, atmosfer Besson sangat terasa lewat sinematografi Thierry Arbogast dan scoring Éric Serra yang kerap jadi tim Besson.

LUC1

            Salahnya, penelusuran science fiction-nya memang tak bisa terbangun se-menarik premisnya. Meski teorinya adalah mitos, tapi banyak eksplorasi thought-provoking yang membuat penontonnya semakin asyik menebak tiap-tiap tahapan peningkatan brain activity-nya. Dan fantasi, meski semuanya bisa kemana saja, namun saat filosofi-filosofi sains mulai bercampur ke dalamnya, even in something called fictions, toh tetap ada logika yang perlu dijaga.

LUC3

           Di bagian-bagian awal, cara Besson mengembangkan ini masih berada dalam penelusuran logika yang rapi, namun meski masih sibuk memuat kaitan terapan ilmu biomolekuler sel dan jaringan dengan teknologi informasi internet mapping and nodes yang menarik, mirip dengan apa yang dilakukan lewat ‘Transcendence’, more than ‘Inception’, sayangnya semua makin berantakan menuju klimaksnya. Belum lagi usaha untuk memuat filosofi manusia lewat adegan-adegan absurd yang berjalan bersamaan itu jadi bergerak semakin jauh mengganggu pacing plot-nya, hingga adegan ending yang benar-benar kehilangan arah, termasuk memvisualisasikan human’s living cells seperti Spider-Man’s black symbiote, dan meluluhlantakkan semua elemen thought-provoking itu sendiri.

LUC7

           So begitulah. Sebagai sebuah action hi-tech, apalagi dengan sentuhan Besson di action signature-nya dan penampilan Scarlett Johannson bersama Choi Min-sik, ‘Lucy’ memang masih bisa bekerja sebagai tontonan hiburan yang seru. Tapi meng-handle high concept-nya dengan eksplorasi sci-fi dibalik keberadaan elemen utama premisnya sebagai mitos, paruh akhirnya benar-benar berantakan. A myth based on 90% myth, yang hanya meninggalkan 10% brain activity penonton yang mengharapkan ‘Lucy’ bisa lebih dari sekedar no-brainer boom-bang action. If you wanted more action, thenLucyis for you, tapi untuk brain capacity sci-fi myth dengan relevansi jauh lebih kuat, tontonlah lagi ‘Limitless’. (dan)

LUC5

~ by danieldokter on September 7, 2014.

3 Responses to “LUCY : A MYTH BASED ON 90% MYTH”

  1. Hey there are using WordPress for your blog platform?
    I’mnew to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you need any html coding kknowledge to make your own blog?

    Any help would be really appreciated!

  2. movie Lucy , Good Look

  3. Mitos? Pelajari pineal gland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: