ANNABELLE : JUST A FORMULAIC HORROR SPIN-OFF

ANNABELLE 

Sutradara : John R. Leonetti

Produksi : New Line Cinema, Atomic Monster, The Safran Company, Warner Bros, 2014

ANN

            Like it or not, ‘Annabelle’ sudah menciptakan fenomena antrian penonton dimana-mana. Entah memang horror tak pernah jadi genre yang ditinggalkan dalam konteks film sebagai komoditas, dari industri film negara manapun, tapi yang jelas, kuncinya adalah permainan formula. Okay, yang dicari tiap orang dalam genre-nya bisa jadi beda-beda, namun hal yang paling umum, kita semua tahu. Seperti hype menaiki wahana yang memancing adrenalin, orang-orang yang datang ke bioskop untuk menyaksikan film horor memang mencari satu hal kebanyakan. Ingin ditakut-takuti.

            Then, keberadaannya sebagai bagian dari franchise horor yang luarbiasa sukses, spin-off sekaligus prekuel dari ‘The Conjuring’, yang punya status acclaimed atas keberhasilan tim yang sama melepaskan similaritas film itu dengan ‘Insidious’ yang sama-sama sukses, adalah daya jual yang jelas membuat hype-nya sangat memuncak. Though overall, tak peduli bahwa ‘Child’s Play’ dan epigon-epigonnya sudah bermain di wilayah yang sama ataupun embel-embel based on true events, premis yang dibawa para penggagasnya (oh ya, nama James Wan dan produser Peter Safran dari ‘The Conjuring’ ada di kursi produser) punya keyword termudah serta paling singkat untuk menjelaskan jualannya. Boneka Setan. That’s it.

            Pasangan John dan Mia Gordon (Ward HortonAnnabelle Wallis) yang tengah menanti kelahiran anak pertama mereka seketika diteror oleh sebuah serangan misterius setelah John menghadiahi Mia sebuah boneka untuk melengkapi koleksinya. Menyadari serangan ini punya kaitan dengan boneka tersebut, mereka pun membuangnya. Namun setelah John dan Mia mencoba melupakan kejadian itu dengan kepindahan mereka ke apartemen baru setelah melahirkan seorang putri, serangkaian kejadian mengerikan kembali menghantui mereka. Melalui bantuan Father Perez (Tony Amendola) dan wanita pengelola toko buku Evelyn (Alfre Woodard) yang menyimpan sebuah trauma masa lalu, mereka pun mencoba memecahkan misteri ini.

            Dari premisnya, memang tak ada yang spesial dari ‘Annabelle’. Begitu pula konklusi akhir yang dianggap banyak real horror fans cenderung mengada-ada. Tapi mungkin James Wan dan Peter Safran sebagai penggagasnya tahu betul bahwa penampakan boneka Annabelle yang lewat epilog-nya diketahui tersimpan di museum Ed & Lorraine Warren, merupakan highlight spesial dan ultimate scary scene dalam ‘The Conjuring’, sehingga sekalipun statusnya dipenuhi aji mumpung, spin-off ini sekaligus menjadi keinginan banyak orang.

            Melengkapi status itu, deretan cast-nya pun seakan dengan sengaja tak mencoba menyamai ‘The Conjuring’ dibalik bujet pembuatan yang jauh lebih serba hemat. Dengan hanya satu aktor senior, aktris Afrika-Amerika Alfre Woodard, selebihnya adalah wajah-wajah yang tergolong baru. Annabelle Wallis, keponakan aktor Inggris legendaris Richard Harris yang memulai debutnya lewat film Bollywood, ‘Dil Jo Bhi Kahey…’ bersama Amitabh Bachchan, Ward Horton dan Tony Amendola yang seolah-olah versi KW dari aktor-aktor lain yang sudah dikenal pun tak juga bermain kelewat spesial. Penulisnya, Gary Dauberman, juga baru memulai debutnya di film layar lebar. Namun lagi, the real lead-nya jelas adalah title character-nya sendiri, dan ini yang paling perlu ditonjolkan dengan treatment lebih.

            By all means, di luar itu, ‘Annabelle‘ jelas bukan horor yang jelek. Malah, profil seadanya tetap tak membuatnya jatuh seperti horor-horor low budget kelas B diatas kesan blockbuster yang terlihat jelas. Ia memang tak menggunakan kekuatan set untuk dengan sendirinya membangun atmosfer menyeramkan seperti ‘The Conjuring’, walaupun penyutradaraan John R. Leonetti, DoPThe Conjuring’ tetap memberikan nuansa yang mirip dibalik vintage set bersama scoring Joseph Bishara yang tak peduli seberapa tipikal tetap bisa memicu ketegangan, tapi cukup sebatas bermain-main di usaha menakut-nakuti penontonnya. Combining all kinds of scare, dengan permainan jump scare tetap menjadi yang terdepan, ini ternyata bisa bekerja dengan cukup baik bagi penonton yang memang mencari hal itu dari sebuah film horor.

            So, semuanya akan terpulang lagi pada beda-beda tipe penonton film horor yang punya keinginannya masing-masing. ‘Annabelleis clearly just a formulaic horror spin-off penuh alasan aji mumpung dari James Wan bersama timnya, tapi paling tidak, ada beberapa spine-tingling scenes yang benar-benar kuat dalam keseluruhan permainannya. Untuk yang mementingkan plot, mungkin harus berpikir dua kali kalau tak sekedar mengikuti hype-nya, sementara ‘Annabelle’ juga jelas tak sedetil ‘The Conjuring’ dalam bangunan atmosfernya. Tapi buat penyuka hal paling umum bagi genre-nya, senang ditakut-takuti sambil sesekali berteriak di dalam bioskop, this is absolutely for you! (dan)

~ by danieldokter on October 11, 2014.

One Response to “ANNABELLE : JUST A FORMULAIC HORROR SPIN-OFF”

  1. Waah..reviewnya keren mas bro..penggemar film banget sepertinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: