DRACULA UNTOLD : THE HORROR LEGEND IN SUPERHERO TREATMENTS

DRACULA UNTOLD 

Sutradara : Gary Shore

Produksi : Legendary Pictures, Michael De Luca Productions, Universal Pictures, 2014

DU

            Seberapa jauh Anda mengenal ‘Dracula’? Sebagai komoditas yang bukan lagi baru di genre horor bahkan impact-nya ke berbagai ragam pop culture, dari gambaran klasik hingga modern, sudah banyak sekali versi film dari karakter vampire legendaris yang pertama kali dipopulerkan Bram Stoker lewat novelnya, ‘Dracula’ di tahun 1897 ini. Namun, satu yang masih tergolong jarang, adalah penempatan karakternya sebagai tokoh protagonis.

            Versi baru dari Legendary Pictures yang dimaksudkan eksekutifnya, Thomas Tull, dalam rencana reboot Universal Monsters sebagai universe baru dibalik kerjasama mereka setelah lepas dari Warner Bros, bahkan melangkah lebih jauh ke wilayah treatment yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Seperti spesialisasi Legendary lewat film-film fantasi/superhero mereka selama masih bergabung dengan Warner, ‘Dracula Untold’ digagas dengan treatment superhero diatas similaritas sebagian elemennya dengan Batman. Dan oh ya, ini tak punya hubungan dengan ‘I, Frankenstein’-nya Lionsgate yang diangkat dari versi novel grafis terpisah dari franchise Universal Monsters. Dengan source yang tetap diambil berdasarkan novel klasik Bram Stoker, namun latar yang dikombinasikan dengan inspirasi Stoker ke sejarah Vlad The Impaler, yang bukan baru sekali ini juga dicampuradukkan, seperti apa hasilnya?

            Walau menjadi bagian dari wilayah kesultanan Turki di abad pertengahan, Vlad (Luke Evans), Pangeran Transylvania, menolak keinginan Sultan untuk menjadikan anak-anak dari kerajaannya termasuk putranya, Ingeras (Art Parkinson) sebagai prajurit Turki. Di tengah peperangan yang tak seimbang, tanpa menghiraukan akibatnya, Vlad terpaksa membuat perjanjian dengan seorang vampire (Charles Dance) untuk memberinya kekuatan. Dengan kekuatan baru itu, Vlad dengan mudah menghantam balik pasukan Turki seorang diri. Namun Sultan Mehmed (Dominic Cooper) dari Turki juga tak tinggal diam. Membaca kekuatan ini, di tengah reaksi dari pasukannya sendiri atas kecurigaan mereka bahwa Vlad sudah berubah menjadi monster, serangan balasan yang dilancarkan Mehmed akhirnya membuat permaisuri Vlad, Mirena (Sarah Gadon) menjadi korban. Vlad pun terpaksa melanggar syarat untuk bisa kembali jadi manusia normal atas perjanjian setan itu, serta lebih jauh merubah hampir semua pasukannya menjadi monster yang sama dengan dirinya untuk membalas dendam pada Mehmed sekaligus menyelamatkan Ingeras dan kerajaannya.

            Mengikuti trend reboot banyak franchise legendaris Hollywood menarik ulang karakternya jauh sebelum yang selama ini dikenal orang, premis baru pengenalan ulang Dracula yang digagas sutradara Gary Shore dalam debut penyutradaraan layar lebarnya dengan latar historis asli peperangan Vlad dengan Turki di abad pertengahan ini boleh jadi digelar duo penulis baru Matt Sazama dan Burk Sharpless dengan gambaran serba klise film-film perang berlatar sejarah. Hanya saja, satu hal yang membedakannya adalah bagaimana motivasi karakter utama yang dipindahkan ke ranah protagonis diatas alasan cinta dan keluarga yang sebenarnya sama-sama klise menjadi begitu kuat untuk menekankan sparks of love story sebagai elemen wajib hampir di tiap versi legenda tokoh ini, termasuk ke time-lapse setnya yang membuka penyatuan universe baru franchise monsters itu nantinya.

            Luke Evans juga memerankan karakternya dengan bagus. Tak jauh beda dengan film-film yang lain yang menjadikannya sosok middle ages hero, namun dengan emosi yang sedikit lebih baik. Tak ada yang terlalu spesial dengan Dominic Cooper sebagai antagonis utama dan rata-rata pemeran pendukung lainnya, sementara Sarah Gadon menjadi distraksi cantik dibalik tampilan fisiknya, dan creepy look Charles Dance dimanfaatkan dengan baik hingga ke open epilogue yang menarik itu.

               Namun yang membuatnya sangat, sangat spesial, lebih dari kesan kolosal adegan-adegan peperangan adalah visual treatment ke karakternya sendiri. Sinematografi DoP senior John Schwartzman ke set yang sama cantiknya itu membentuk blend yang sempurna dengan efek khusus yang ditangani oleh WETA Workshop dan Framestore dengan begitu mengagumkan. Almost never before seen in any Dracula movies, lihat bagaimana gambaran Dracula terpecah dan menyatu dari ribuan kelelawar menggempur habis lawan-lawannya dengan detil visual luarbiasa. Score dari Ramin Djawadi juga bekerja dengan baik dalam penekanan emosi dari dramatisasi ke adegan-adegan perangnya.

            So yes, ‘Dracula Untold’ adalah sebuah reboot yang cukup unik. Elemennya boleh saja disusun lewat banyak genre-cliche yang bercampur-baur dalam racikan kombinasi keseluruhannya, namun gelaran efek, visual serta sparks of love story-nya, benar-benar bisa membuat kita jatuh cinta. The horror legend in superhero treatments, and now, let the games begin. (dan)

~ by danieldokter on October 11, 2014.

2 Responses to “DRACULA UNTOLD : THE HORROR LEGEND IN SUPERHERO TREATMENTS”

  1. Halo this is me.can i continue again my docter in here.I am your comunity/user yesterdaynin the past before i am stop.

  2. what is the new one,and faster one bring it over to.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: