NIGHTCRAWLER : A RELENTLESS, SOUL-SICK SATIRICAL THRILLER

NIGHTCRAWLER 

Sutradara : Dan Gilroy

Produksi : Open Road Films, Entertainment One, Elevation Pictures, Madman Entertainment, 2014

NC1

            Dari sekian banyak tipe film, hal paling menarik dari tampilan ‘Nightcrawler’ mungkin adalah isi yang susah untuk ditebak, kecuali kita sudah membaca-baca tentangnya lewat media. Muncul bagai sebuah indie piece di tengah-tengah fall blockbusters yang jauh lebih senyap dari summer namun rata-rata punya kualitas lebih secara konten ketimbang sekedar hiburan, rasanya tak ada yang menyangka sejauh mana ia bisa menyerang secara begitu ofensif menyampaikan ide liar screenwriter Dan Gilroy dari keluarga sineas Hollywood, The Gilroys, that if you paid more attention, punya talenta yang sangat pantas buat disimak lebih jauh.

            Dari sang ayah, Frank Daniel Gilroy, yang lebih dikenal sebagai Pulitzer winning American playwright namun juga menulis dan menyutradarai film, yang paling dikenal mungkin Tony Gilroy, penulis franchise Bourne hingga ‘The Devil’s Advocate’ bahkan ‘Armageddon’ sebagai co-writer, dan mendapat nominasi Oscar untuk ‘Michael Clayton’ yang disutradarainya sendiri. Sementara Dan Gilroy, yang baru memulai debut penyutradaraannya, memang tak punya kredit sebesar kakaknya dan selama ini berada lebih dibalik bayang-bayang istrinya, Rene Russo. Begitupun, selain sebagai penulis film-film lebih kecil seperti ‘Chasers’, ‘Freejack’ dan ‘Two for the Money’, ia juga ada dibalik ide ‘Real Steel’ dan ikut menulis instalmen Bourne terakhir.

            ‘Nightcrawler’ memulai kisahnya lewat pengenalan singkat seorang sosiopat penuh ambisi, Lou Bloom (Jake Gyllenhaal), yang tak kunjung sukses mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya di tengah jantung West Coast AS, Los Angeles. Namun pertemuannya dengan videografer amatir Joe Loder (Bill Paxton) yang memburu berita kriminal untuk dijual ke stasiun televisi mengubah segalanya. Mengikuti jejak Loder, dengan bantuan Rick (Riz Ahmed), pengangguran yang diiming-iminginya kesuksesan sebagai asistennya, Bloom menggelar permainannya. Lebih dari sekedar mengungguli kompetitornya, like a mastermind, ia mulai melintas batas kewarasan tak terbayangkan untuk menguasai lapangan ini sekaligus menaikkan posisi penawarannya terhadap Nina (Rene Russo), news director berita pagi di sebuah stasiun TV yang juga dijadikan sasaran obsesinya.

            So you see. Ide yang diikutsertakan ke kontes pembiayaan film dari The California Film Tax Credit program dan tak terpilih namun mendapat alokasi sebagian bujetnya dari badan yang sama ini mungkin tak sepenuhnya punya elemen yang benar-benar baru. Namun cara Dan Gilroy meracik semua elemennya, menyatukan gritty satire tentang kegilaan media televisi dan jurnalisme kotor seperti ‘Network’ dibalik west coast culture and paranoia bersama feel L.A. crime thrillers dengan respek tinggi ke film-film klasik hingga cult ’70 ke ‘80an dalam genre-nya, dari ‘Chinatown’ ke ‘To Live and Die in L.A.’, lengkap dengan atmosfer sodium glare dan luminous glow-nya, untuk berbaur menjadi sebuah konsep yang benar-benar fresh dan orisinil diatas gambaran media madness in digital age menyelami nocturnal underbelly wilayahnya yang kelam, memang luarbiasa. Sebagian kombinasi penuh homage ini boleh jadi sudah kita lihat dalam ‘Drive’, yang datang dari sebagian produser yang sama, tapi dengan elemen-elemen tambahannya, ‘Nightcrawler’ bahkan mencapai kedalaman lebih lagi.

        Seakan belum cukup, bangunan karakter hingga konflik-konfliknya juga dipenuhi referensi serba klasik. Ada nafas psikologis dan studi karakter ala ‘Taxi Driver’ dengan Travis Bickle-nya yang sangat terasa berikut elemen-elemen perjalanan tokoh utama yang mirip dengan karakter legendaris Chuck Tatum, diperankan Kirk Douglas dalam Billy WildersAce in the Hole’. With these nods to those classics, bentukan karakter-karakter dalam ‘Nightcrawler’ jelas jadi fondasi sangat kuat untuk keseluruhan bangunan plot-nya. Dan jangan lupakan juga bahwa atmosfer itu tak akan bekerja tanpa Robert Elswit, DoP langganan Paul Thomas Anderson serta scoring James Newton Howard yang begitu mendukung vintage ambiance-nya.

         Tapi ‘Nightcrawler’ tak akan jadi sebaik itu tanpa Jake Gyllenhaal. Seperti apa yang dilakukan Robert De Niro dalam ‘Taxi Driver’, memerankan seorang sosiopat yang meyakinkan penonton akan kesanggupannya melangkah sejauh mana demi sebuah ambisi, ‘Nightcrawler’ menjadi showcase terbaiknya. Awkward gesture dan tatapan kosong menerjemahkan kegilaan terpendam itu tampil dengan luarbiasa terjaga dengan intensitas kian menanjak ke menit-menit terakhir ‘Nightcrawler’ dibalik makeover riasan dan tampilannya secara keseluruhan, tanpa sekalipun melepaskan secuil empati bagi sebentuk keberpihakan ke sosok miringnya hingga ke let loose ending bak pilot episode dari sebuah TV series, bukan dalam artian jelek tentunya, yang membuat kita ingin terus menyaksikan kelanjutannya.

       Pendukung-pendukung lainnya pun remarkable. Di usianya yang sudah menginjak kepala 6, Rene Russo masih menyisakan elegant sparks, seksi dan begitu seduktif, menyamai penampilan terbaiknya dalam remakeThe Thomas Crown Affair’ memerankan seorang pekerja media oportunis, sementara sebagai sidekick Bloom, Riz Ahmed, British – Pakistani actor – rapper yang sebelumnya sudah bermain kuat dalam ‘The Reluctant Fundamentalist’, berakting penuh emosi sebagai Rick, mewarnai kegilaan karakter Gyllenhaal memberi balance yang sempurna. Masih ada juga Bill Paxton sebagai karakter kunci turnover plot-nya. Singkat, tapi proporsional.

             So yes, tanpa ekspektasi ini-itu, ‘Nightcrawler’ ternyata merupakan tontonan sangat spesial, jauh di luar apa yang kita perkirakan sebelumnya. Dibalik gritty satire tentang criminal journalism dan local news TV culture yang boleh jadi terasa agak cerewet dan nauseous seolah sebuah dark comedy namun tersampaikan dengan atmosfer statis penuh ambiguitas jalanan serta atmosfer eastside L.A. tanpa kehilangan unsur pulse-pounding thriller yang cukup intens, ‘Nightcrawler’ bukan saja jadi sebuah bold directing debut dari Dan Gilroy tapi juga showcase terbaik bagi Jake Gyllenhaal. A relentless, soul-sick satirical thriller! (dan)

~ by danieldokter on November 20, 2014.

2 Responses to “NIGHTCRAWLER : A RELENTLESS, SOUL-SICK SATIRICAL THRILLER”

  1. […] NIGHTCRAWLER – Dan Gilroy […]

  2. […] NIGHTCRAWLER – Dan Gilroy […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: