7/24 : MEMBANGUN ROMANTISME DI RUANG SEMPIT

7/24 (7 HARI / 24 JAM)

Sutradara : Fajar Nugros

Produksi : MNC Pictures, 2014

724 film

            Film-film yang menggunakan set terbatas untuk menyampaikan filosofinya selalu jadi hal yang menarik. Sebagai sebuah komedi romantis seperti tampilan promo-nya, ‘7/24’ tak hanya bicara soal cinta, namun juga, dalam skup lebih dewasa, soal keluarga yang membungkus interaksi karakter utama suami-istri yang ditampilkan. Namun masalah paling krusialnya adalah lagi-lagi problem klasik dalam perfilman kita. Set rumahsakit yang dipilih sebagai medium interaksi itu jelas tak bisa hanya jadi sekedar set, tapi juga harus bicara dalam guliran plot serta konflik-konfliknya. Disini, skrip yang ditulis oleh Nataya Bagya menjadi sangat penting untuk memuat setup serta motivasi tokoh-tokohnya. Berhasil atau tidak, nanti dulu.

            Concern lainnya mungkin ada pada status produksinya. Sebagai bagian dari serangkaian proyek MNC Pictures dengan film-film layar lebar mereka ke depan, ‘7/24’ memang tak sepenuhnya digarap dengan standar film layar lebar. Seperti film-film macam ‘Andai Ia Tahu’, ‘Jatuh Cinta Lagi’ atau ‘Vina Bilang Cinta’ dari kiprah stasiun-stasiun TV berbeda, ada feel garapan FTV dari tampilan hingga official poster yang tak bisa ditinggalkan. Walau dalam industri yang masih terus tengah berkembang, ini tak mengapa, serta bukan berarti ‘7/24‘ lantas jadi produk sinematis yang tak layak, namun paling tidak Affandi Abdul Rachman yang duduk di kursi produser sudah memperkirakan keseimbangan itu. Menghadirkan filosofi hubungan di set terbatas yang sebenarnya tak juga kelihatan sangat pop itu, storytelling dalam penyutradaraannya diserahkan pada Fajar Nugros, yang dari karya-karya sebelumnya selalu bisa mengedepankan faktor jualan yang kuat dengan unsur komunikasi yang akrab pada pemirsanya.

             Dan memang benar, kalau daya tarik terbesar dari ‘7/24’ adalah kehadiran kembali Dian Sastrowardoyo ke layar lebar. Meski filmografinya tak banyak, kiprah Dian di ‘Ada Apa Dengan Cinta?’, salah satu film yang membawa kembali film Indonesia dari status mati suri-nya sudah membuatnya menjadi sosok paling fenomenal dalam sejarah film kita hingga kehadirannya selalu ditunggu. Cast lainnya pun menarik. Selain Lukman Sardi yang menjadi pasangan Dian, ada Ari Wibowo, duet ayah dan anak Henky dan Verdi Solaiman , dan banyak lagi.

            Hidup sebagai keluarga metropolis yang serba modern di tengah kesibukan mereka, pasangan Pras (Lukman Sardi), seorang sutradara terkenal dan Tania (Dian Sastro), wanita karir yang sukses terpaksa sama-sama menginap di rumahsakit karena kelelahan. Tapi permasalahan terbesar bukanlah ada pada penyakitnya, melainkan dalam kebersamaan yang jarang-jarang mereka dapatkan selama 7 hari 24 jam ini, hubungan pernikahan mereka yang sudah menginjak usia ke-5, mulai diuji.

          Walau penuh kelakar, skrip yang memuat dialog-dialog soal hubungan suami istri dengan semua problematika rumah tangga itu, meski sebagian tersampaikan dengan dialog-dialog filosofis, hampir tak pernah gagal menembak sasarannya. Dian Sastro, seperti biasanya, tetap terasa sangat magnetic, luarbiasa natural dan membentuk chemistry yang bagus dengan Lukman Sardi. Meski karakternya terasa jauh lebih santai, Lukman tetap bisa meng-handle karakter Pras dengan akting yang pas. Distraksi komedi dari Indra Birowo dan Husein Idol yang memerankan rekan kerjanya juga mengisi comedic timing yang pas, berikut duet Henky dan Verdi dengan tambahan sentuhan dramatis yang bagus untuk menambah rasa menjelang pengujungnya. Masih ada juga penampilan Ari Wibowo dan Minati Atmanagara yang belum kehilangan kekuatan screen presence mereka, Fandy Christian dan Dahlia Poland di subplot penyampaian love conclusion-nya serta Tiffany Orie yang sayangnya sedikit tersandung di feel dialog yang memuat salah satu konklusi penting di bagian akhirnya.

           Meski begitu, Nataya ternyata gagal total memuat dialog-dialog medis untuk mengantarkan interaksi karakter-karakternya dalam set ruang rawat tadi. Walau bukan jadi elemen terpenting kecuali dalam setup konflik awalnya dan tak sampai merusak plot, entah kenapa skripnya terus-menerus menampilkan dialog medis salah kaprah tanpa didasari riset pantas dalam memaparkan latar penyakit yang dihadirkan di bagian-bagian awal ‘7/24’. Sebagian mungkin bisa dimengerti, in terms of comedy, namun sebagian lagi dipenuhi blunder dan kesalahan cukup konyol hingga harus bicara tentang dosis-dosis obat yang tak benar, terutama buat pemirsa yang lebih mengerti bidang keahliannya. Ini lagi-lagi menjadi catatan penting atas kiprah penulis kita yang terus-terusan sembarangan menggunakan google sebagai riset sekedarnya.

         Dan lagi, sebagai kombinasi treatment film layar lebar dan FTV itu, tata teknisnya pun jelas tak terlalu spesial, dimana sebenarnya penggunaan set terbatas dan serba sempit itu sebenarnya bisa membentuk keseimbangan jauh lebih baik terhadap kedalaman tema yang mereka sampaikan dalam bangunan romantismenya. Dengan segala keterbatasan ini, untungnya ‘7/24’ tetap bisa menjadi tontonan yang menarik sesuai nama dua aktor utama yang terpampang jauh lebih besar di posternya berikut storytelling Fajar Nugros yang cukup lancar seperti biasanya. Sebagai sebuah feel good – adult romcom dengan konten sedikit lebih dalam, ‘7/24’ memang berhasil menggantungkan kekuatan utamanya pada pesona Dian Sastro dan kekuatan akting Lukman Sardi, sehingga sulit membayangkan apa jadinya hasil keseluruhannya tanpa mereka. (dan)

~ by danieldokter on December 9, 2014.

One Response to “7/24 : MEMBANGUN ROMANTISME DI RUANG SEMPIT”

  1. […] DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: