PADDINGTON : A VERY MERRY CHRISTMAS GIFT

PADDINGTON 

Sutradara : Paul King

Produksi : Heyday Films, Studio Canal, 2014

PM

            Walaupun karakternya cukup dikenal oleh anak-anak seluruh dunia, tak banyak mungkin anak-anak disini yang benar-benar kenal dengan karakter beruang bernama ‘Paddington’ yang berasal dari Inggris lewat buku anak-anak karya Michael Bond ini. Begitu juga dengan adaptasi TV produksi BBC di tahun 1979 sebelum akhirnya berpindah ke Hanna-Barbera sepuluh tahun setelahnya.

            Namun di negaranya sendiri, adaptasi ‘Paddington’ merupakan proyek adaptasi cukup ambisius yang sudah dirancang sejak tahun 2007 oleh produser Harry PotterDavid Heyman dengan Hamish McColl (‘Mr. Bean’s Holiday’, ‘Johnny English Reborn’) sebagai penulisnya. Tertunda hingga lebih dari 5 tahun, kabarnya baru terdengar lagi di tahun 2013 dengan masuknya Paul King, bukan juga sutradara asal Inggris yang dikenal luas dan Colin Firth sebagai pengisi suara Paddington, tapi kemudian diganti oleh Ben Whishaw menjelang produksinya. Mengikuti pakem film anak dan family holiday seperti ‘Home Alone’, ‘Baby’s Day Out’ dan banyak lagi, jadwal rilisnya memang diperuntukkan untuk liburan natal tahun ini. Jadi wajar saja, mengingat kultur penonton bioskop kita juga tak terlalu akrab dengan film-film produksi UK, kecuali tampilan Nicole Kidman di trailer-nya, promosinya terasa adem-ayem saja.

            Bagi yang lebih mengenal source-nya, plot-nya pun cukup setia sebagai kombinasi kisah petualangan subjeknya lewat buku-buku itu kecuali sedikit detil lebih di origin story-nya. Lebih berupa anthropomorphised bear ketimbang fabel biasa, Paddington (disuarakan Ben Whishaw) yang bisa bicara dengan british dialect selayaknya manusia-manusia di universe-nya dan menggemari selai jeruk (marmalade) ini dikisahkan berasal dari pedalaman Peru oleh penemu/penjelajah Inggris bernama Montgomery Clyde (Tim Downie) bersama keluarganya, uncle Pastuzo (disuarakan Michael Gambon) dan aunt Lucy (disuarakan Imelda Staunton).

            Sayang, sebuah bencana gempa lantas memisahkannya dari sukunya. Oleh Lucy, Paddington diungsikan ke London sampai ditemukan oleh Keluarga Brown; Henry (Hugh Bonneville), Mary (Sally Hawkins) serta kedua anaknya Jonathan (Samuel Joslin) dan Judy (Madeleine Harris) yang kemudian membawanya pulang dan memberinya nama itu. Namun seorang wanita pemilik museum, Millicent (Nicole Kidman) yang begitu menginginkan Paddington untuk museumnya bekerjasama dengan tetangga Brown, Mr. Curry (Peter Capaldi) menyebabkan kesalahpahaman yang berbuntut kekacauan lebih jauh. Sambil terus mencoba mencari Clyde, Paddington akhirnya menemukan jawaban yang ia cari selama ini tapi semua sudah terlambat. Kini hanya Keluarga Brown yang bisa membantunya dari niat jahat Millicent.

           Kecuali secuil detil pendekatan antropomorphism yang dalam visualisasinya sebenarnya tak berbeda jauh dari film-film keluarga Hollywood yang menggabungkan karakter fabel berbalut CGI dengan karakter-karakter live action seperti ‘The Smurfs’ atau ‘Alvin and the Chipmunks’ dan masih banyak lagi, tak ada yang terlalu spesial dari plotnya. ‘Paddington’ tetap punya formula baku genre-nya tentang tokoh fabel yang berbaur dengan dunia manusia dengan karakter protagonis – antagonis serta sekumpulan karakter fabel lain dalam perjalanan plot itu. Ada komedi, dalam konteks ini, bagi yang lebih mengenal karya-karya Bond menyorot middle-class british family, sangat Inggris, jauh lebih light and witty ketimbang Hollywood, juga drama serta aksi yang semuanya dikemas dalam pakem tontonan keluarga. Tak ada sesuatu yang baru.

            Namun lantas, yang membedakan kualitasnya adalah penggarapan dan atmosfer holiday movies yang dimiliki ‘Paddington’. Sebagai produksi bertaraf blockbuster negara penghasilnya, production values, penggarapan teknis serta kreasi CGI dan animatronics dari Framestore dalam menghidupkan karakter ‘Paddington’ benar-benar tampil sangat rapi dan menjadikan karakter sentral itu begitu hidup, charming serta adorable untuk membaur bersama karakter-karakter live action-nya. Baik pengisi suara terutama Ben Whishaw dan live action cast-nya, termasuk Jim Broadbent dan Julie Walters yang rata-rata adalah aktor-aktor Inggris papan atas, plus Nicole Kidman, juga bermain pas dalam porsi komikal serta komedik mereka. Bersama sinematografi Erik Wilson dan scoring Nick Urata, masing-masing cast ini bisa memberikan dayatarik berbeda untuk memberi penekanan pada kelas produksinya sebagai feelgood and warmhearted movie yang sangat asyik untuk dinikmati seluruh keluarga di masa-masa liburan. So yes, this is cute and cuddly. A very merry Christmas gift for the whole family! (dan)

PM2

~ by danieldokter on December 27, 2014.

One Response to “PADDINGTON : A VERY MERRY CHRISTMAS GIFT”

  1. […] Read the full review here […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: