THE CROSSING: PART 1 (太平轮) : A LOVE AND WAR EPIC VISUAL SPECTACLE

THE CROSSING: PART 1  (太平轮) 

Sutradara : John Woo

Produksi : Beijing Gallop Horse Film, China Film Group Corporation, Lion Rock Productions, Zhejiang Huace Film & TV, 2014

thecrossing

            Dalam kelas apapun, sebut 5 sineas paling legendaris dalam perfilman Asia, nama John Woo akan jarang luput dari pilihan banyak orang. Namun langkahnya mendunia lewat beberapa produksi Hollywood mungkin sedikit banyak diwarnai kompromi kelewat jauh hingga dianggap tak lagi sekuat kiprahnya di era ’80 dan ’90-an. Bahkan kembalinya Woo ke negaranya lewat dwilogi ‘Red Cliff’, Three Kingdoms Epic yang digarap secara kolosal, tetap dianggap tak mampu mengembalikan kebesaran namanya.

            ‘The Crossing’, proyek ambisius yang sudah terdengar kabarnya sejak 2008 di festival Cannes ini agaknya merupakan vehicle yang disiapkan John Woo untuk itu. Sejak lama disebut-sebut sebagai ‘Chinese Titanic’, epic romance fiktif dibalik kisah nyata tenggelamnya kapal Taiping di Selat Taiwan tahun 1949 ini memang disiapkan secara tak main-main, serta dilepas dalam dua instalmen. Selain penggarapan kolosal, Woo juga menggamit tiga aktris dari Cina, Korea dan Jepang untuk mendampingi aktor-aktor utamanya. Namun begitu, bagian pertama yang baru dirilis Desember lalu sekaligus menjadi highlight di Singapore International Film Festival barusan, memang masih berupa prolog dengan pengenalan multikarakter yang nantinya akan berinteraksi diatas tragedi itu. In other words, hampir sama sekali belum menyinggung kejadian nyata tersebut sebagai sentral filmnya

            Seusai mengalahkan Jepang di 1945, Jendral Lei Yifang (Huang Xiaoming) menikahi Zhou Yunfen (Song Hye-kyo), putri seorang bankir kaya lewat cinta pada pandangan pertama. Namun perang saudara yang antara partai nasionalis dan komunis terpaksa memisahkan mereka dari kehidupan keluarga penuh impian ini. Di tengah situasi tak menentu akibat perang itu, Yu Zhen (Zhang Ziyi), janda seorang prajurit yang terpaksa menjadi pelacur demi bertahan hidup bertemu dengan Tong Daqing (Tong Dawei), bawahan Yifang, dan Yan Zenkun (Takeshi Kaneshiro), seorang dokter asal Taiwan yang sebelumnya bekerja untuk Jepang masih terus mencari kekasih Jepang-nya, Noriko (Masami Nagasawa) dibalik pandangan tabu hubungan kedua bangsa saat itu.

            Memulai prolog-nya, kisah cinta paralel tiga pasang manusia inilah yang menjadi sorotan utama Woo bersama penulis skrip nominee Oscar Wang Hui-ling dari ‘Crouching Tiger, Hidden Dragon’ dalam ‘The Crossing: Part 1’. Sedikit terdengar sangat tidak John Woo, namun dibesut diatas setting perang saudara, skrip itu jadi punya banyak celah untuk menampung signature khas-nya di sepanjang film. Setelah adegan perang pembuka yang cukup kolosal, bagian-bagian awal penceritaannya bisa jadi terasa masih agak terbata-bata dalam pengenalan satu-persatu karakter dalam storytelling paralel itu, namun menginjak hampir separuh masa putarnya, dari bonds between men theme yang kuat bak film-film Woo biasanya, highlight scenes seperti karakter-karakter utama yang saling menodongkan senjata tepat di kening masing-masing, action seru dengan sentuhan gore body parts beterbangan, slo-mo plus cipratan darah hingga white doves yang lebih lagi, semua hadir bergantian dan mengundang decak kagum tanpa henti seolah menjadi tribute showcase untuk film-filmnya sendiri selama ini, yang sudah jarang juga kita lihat.

            Star studded ensemble-nya juga jadi kekuatan yang jelas cukup mewarnai bagian pertama ini. Walau sudah dipasangkan dengan aktor-aktor papan atas seperti Jet Li, Andy Lau bahkan Christian Bale di ‘The Flowers of War’, Tong Dawei mungkin masih sedikit terasa terlalu fresh dan belum punya kharisma kuat dalam perfilman mereka selagi Takeshi Kaneshiro, man-muse John Woo akhir-akhir ini, belum lagi mendapat porsi besar dalam plot-nya. Namun Huang Xiaoming, satu dari segelintir chinese actor generasi terakhir yang punya potensi sebesar aktor-aktor legendaris mereka selama ini, tetap mampu meng-handle porsi terbesarnya sebagai lead dengan sangat baik. Sementara Zhang Zhiyi mendominasi deretan aktris lintas negara-nya, Song Hye-kyo dari Korea dan Masami Nagasawa dari Jepang, yang mendapat porsi terkecil disini.

            Namun hal terbaik dalam ‘The Crossing: Part 1’ tetaplah ada pada penggarapan serba mewah itu. Dalam nafas epik percintaan diatas perang yang mengantarkan kisah nyata tragedi kapal tenggelam itu, semua teknis penggarapannya sungguh tak main-main untuk menciptakan sebuah visual spectacle di setiap sisi terkecilnya. Production design dari Horace Ma diatas kesempurnaan set dan art directing dengan detil-detil luarbiasa yang ikut bicara menggambarkan tiap situasi dalam penceritaannya, sinematografi Zhao Fei, DoP senior yang sudah malang-melintang bekerjasama dengan Zhang Yimou, Feng Xiaogang, Chen Kaige bahkan Woody Allen, berikut melodious scoring dari komposer Jepang Taro Iwashiro (‘Red Cliff’, ‘Rurouni Kenshin’ & ‘Memories of Murder’), semua bekerja dengan baik memanjakan penontonnya dengan cinematic experience serta juga emosi yang luarbiasa. Feast for our eyes, hanya sayang, versi stereoscopic 3D dan IMAX 3D-nya tak bisa ikut kita nikmati disini.

            Being lavishly crafted as a visual spectacle, apapun hasil akhirnya, walau kabarnya box office domestiknya lagi-lagi tak sebesar yang diharapkan, ‘The Crossing: Part 1’ sudah berhasil membawa John Woo kembali ke top form-nya, lengkap dengan semua special signature yang sudah lama ditunggu-tunggu penggemarnya. Kita mungkin masih harus menunggu beberapa bulan untuk pencapaian akhirnya, namun ini sudah lebih dari cukup untuk sebuah awal menuju penutup yang terasa sangat menjanjikan lewat teaser di bagian pengujungnya. (dan)

~ by danieldokter on January 9, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: