SEVENTH SON : AN UNDERCOOKED EPIC FANTASY

SEVENTH SON

Sutradara : Sergei Bodrov

Produksi : Legendary Pictures, Thunder Road Films, 2014

Seventh Son

            Dibalik banyak elemen-elemen yang sama, genre fantasy epic mungkin sudah sedikit tergantikan dengan Young Adults oleh detil-detil persepsi berbeda, salah satunya dari set yang rata-rata bergerak di dunia nyata ketimbang period era. Tapi bukan berarti ‘Seventh Son’, yang diangkat dari novel ‘The Spook’s Apprenticea.k.a.The Last Apprentice: Revenge of the Witch’), bagian dari ‘The Wardstone Chronicles’ karya Joseph Delaney ini punya segmentasi jauh berbeda terutama dari segi usia.

           Mungkin lebih dekat sebagai young teens, adaptasinya memang didahului dengan berbagai masalah. Dari bongkar pasang cast and crew hingga jadwal rilis yang terus mundur, padahal publikasinya sudah terdengar cukup lama. Toh, deretan cast-nya punya nama-nama yang cukup menjanjikan. Ben Barnes yang melejit lewat sekuel adaptasi layar lebar Narnia jelas cukup berpotensi untuk jadi idola baru. Di belakangnya pun masih ada Jeff Bridges dan Julianne Moore, yang jelas bukan aktor main-main. Hanya saja, sutradaranya, sineas asal Rusia Sergei Bodrov, yang walau sudah pernah menghasilkan ‘Mongol’ (2007) yang jadi nominee Oscar untuk Best Foreign Film, memang belum terlalu dikenal disini.

         Bertahun-tahun setelah berhasil menawan penyihir jahat Mother Malkin (Julianne Moore), pemburu penyihir (dalam novelnya disebut Spook) Master John Gregory (Jeff Bridges) terpaksa menghadapi pembalasan dendam sang penyihir. Kehilangan murid (Kit Harrington) yang sudah dipersiapkannya sejak lama, Gregory pun terpaksa mencari apprentice baru berdasar sebuah ramalan. Putra ketujuh dari putra ketujuh bernama Tom Ward (Ben Barnes) yang ditemukan Gregory di sebuah desa itu lantas mengikuti takdirnya, namun belajar dari kekalahannya, Mother Malkin yang kini kembali merekrut penyihir lain, Bony Lizzie (Antje Traue) dan Radu (Djimon Hounsou), memang tak semudah itu bisa mereka kalahkan. Apalagi dengan kemunculan gadis misterius Alice Deane (Alicia Vikander) dan rahasia masa lalu yang selama ini disimpan Gregory rapat-rapat dari sang murid.

         Sebagai produksi berkelas blockbuster, meski akhirnya mengambil jalur aman untuk dirilis di masa-masa sepi, ‘Seventh Son’ sebenarnya bukan tak punya potensi. Selain deretan cast yang menarik, pengarahan Sergei Bodrov yang sudah teruji dalam genre epic pun diwarnai dengan action scenes bertabur efek visual CGI yang cukup seru. Set dan production values-nya pun berkelas, bersama tampilan-tampilan fantastic creatures dan scoring Marco Beltrami yang belakangan masuk menggantikan kolaborasi A.R. Rahman & komposer Finlandia Tuomas Kantelinen yang sudah bekerjasama dengannya di ‘Mongol’.

           Sayangnya, seperti proses produksinya yang penuh masalah hingga sudah dimundurkan berkali-kali, kita memang bisa melihat kenapa pada akhirnya Thomas Tull dari Legendary Pictures seakan tak percaya diri melepasnya ke pasar. No, bukan aktor-aktor sekelas Bridges, walaupun sedikit terlalu tua hingga terasa agak sulit mengucapkan dialognya, dan Julianne Moore sampai generasi baru seperti Barnes dan Vikander tak bermain dengan kredibilitas akting mereka dalam genre seperti ini, tapi masalah utamanya ada pada chemistry yang kacau balau. Dan ini berdampak pada sempalan-sempalan komedi yang dihadirkan mewarnai hubungan karakter-karakter utamanya, terutama yang diperankan Bridges dan Barnes, ‘The Spook’ and his ‘Apprentice’.

          Walau bersama Charles Leavitt di skrip ada nama Steven Knight, scriptwriter nominee Oscar yang tahun lalu juga menelurkan ‘Locke’ sebagai sutradara, pendekatan hubungan dua karakter utamanya yang digagas dalam pakem buddy movie genre ini dengan kombinasi action-comedy itu jadi kerap terasa garing tanpa menyisakan emosi apapun, baik dalam dramatisasi ataupun komedi. Begitu juga diantara Barnes – Vikander untuk sempalan love story, atau Bridges dan Moore sebagai musuh bebuyutan dibalik twist-nya.

           Seakan semua terlalu asyik bermain sendiri-sendiri, talent-talent lain yang sebenarnya cukup punya nama dari Olivia Williams, Djimon Hounsou, Antje Traue yang kemarin bermain menarik dalam ‘Man of Steel’, Kit Harrington hingga tampilan singkat Jason Scott Lee, mostly behind mockup, terasa tersia-sia. Menyisakan hanya sepenggal feel majestis ala blockbuster dalam penggarapan teknis, itupun tak juga terlalu spesial secara keseluruhan, ‘Seventh Son’ lebih terlihat sebagai kegagalan. An undercooked epic fantasy, dan ini benar-benar sayang sekali. (dan)

~ by danieldokter on January 29, 2015.

One Response to “SEVENTH SON : AN UNDERCOOKED EPIC FANTASY”

  1. sbgai slh satu pmbaca nvlnya, aq bnr2 kcwa dngn adaptasi flmnya, crta di flm bnr2 ngancurin crta di novelnya. sebenarnya agak brbeda gpp, asal benang merahnya msh ttp dipertahankan, tp ini bnr2 brbh ttl. y kl flmnya mmng bgs msh bs dimaafin, lah ini bnr2 jlk, kcwa jdnya. slh satu nominasi flm trburuk th ini untkq dh!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: