MORTDECAI : A FUN BUT HALF-BAKED SPY ADVENTURE SPOOF

MORTDECAI 

Sutradara : David Koepp

Produksi : Infinitum Nihil, Mad Chance Productions, Odd Lot Entertainment, Lionsgate, 2015

mortdecai

            Oh yes. Meski genre-nya dinamakan espionage atau spy, trend-nya dari era golden age cinema ke dekade ’70-’80an memang punya penelusuran beragam, baik dalam film, novel, komik ataupun pop culture lain. Bukan selamanya berpusat pada karakter-karakter agen rahasia, tapi juga various kinds of heroes or so-called-heroes dari profesi yang beragam, malah sebagiannya, bentuk-bentuk antagonis seperti pencuri atau mercenaries. ‘Mortdecai’, showcase Johnny Depp terbaru yang diangkat dari karakter utama dalam novel series berstatus cult karya penulis Inggris Kyril Bonfiglioli ini juga ada di genre itu. By atmospheres, sebagian ahli literatur juga menyebutnya Picaresque, cerita-cerita kepahlawanan dari lingkungan korup yang cenderung mengedepankan karakter abu-abu. The most heroic forms among criminals. Disinilah biasanya subgenre adventure atau heist story menjadi pendamping yang sangat sesuai. So yes, dalam genre-genre seperti ini, baik yang straight maupun spoof, reference adalah hal yang sangat dibutuhkan.

            In examples, dalam banyak pendekatan berbeda namun punya pakem serupa, penonton ‘Mortdecai’ boleh kembali mengulik sebuah film lama ‘Hudson Hawk’ yang dibintangi Bruce Willis dan Andie McDowell, yang baik dalam resepsi penonton maupun box office bernasib hampir sama seperti ‘Mortdecai’. Selebihnya adalah spy adventure dengan karakter-karakter jagoan bersama tough sidekick-nya. Sebut diantaranya, a bunch of Charlie Chans, The Green Hornet, Pink Pantheror even Batman atau Sherlock Holmes, dengan elemen intrik ala spionase yang hampir selalu menyeruak ke lapisan teratasnya.

            Salahnya, ini adalah filmnya Johnny Depp dengan Infinitum Nihil-nya. Entah mengapa, kecuali di franchise atau adaptasi berdasar source yang sudah jauh lebih dikenal orang banyak, kebanyakan film-film Depp, dimana siapapun pengarahnya selalu harus berkompromi dengan statusnya sebagai A-list Hollywood Star dan pemilik Infinitum, Depp memang punya kecenderungan aneh untuk tak membiarkan penontonnya bisa menebak genre filmnya hanya lewat tampilan poster. ‘Mortdecai’ pun seperti itu. Ketimbang bergerak mulus sebagai sebuah spy spoof dalam jadwal rilis yang berdekatan dengan ‘Kingsman’ yang punya genre hampir mirip, Depp lebih memilih kemisteriusan itu dalam konsep promonya dengan menampilkan comedic tone lebih diatas elemen lain yang sebenarnya bisa lebih menjual.

            Sebagai seorang art-dealer eksentrik, Charlie Mortdecai (Johnny Depp) yang selalu didampingi oleh pelayan setianya, jagoan tangguh serta womanizer Jock (Paul Bettany), tengah berada di ambang kebangkrutan atas hutang-hutangnya, apalagi kala misinya di sebuah transaksi vas antik dengan mafia-mafia Hong Kong berujung kekacauan. Memilih untuk mengubah penampilannya dengan curly moustache yang malah dibenci setengah mati oleh istrinya, Johanna (Gwyneth Paltrow), Mortdecai mencoba sekali lagi peruntungannya lewat kasus misterius dibalik sebuah lukisan Goya yang sudah memakan korban oleh seorang pembunuh misterius. Bekerja sama untuk mendapatkan bagian dari saingan masa kuliahnya, Inspektur Alistair Martland (Ewan McGregor) yang tengah menginvestigasi kasus itu, Mortdecai pun bertualang hingga ke Los Angeles untuk menemui milyuner Milton Krampf (Jeff Goldblum) dan putrinya yang nymphomaniac, Georgina (Olivia Munn). Dari sana, kekacauan demi kekacauan pun mulai terjadi dengan Johanna yang menyusul karena rasa cemburunya terhadap Georgina.

            Atas status adaptasinya, tentu tak ada yang sepenuhnya salah dengan ‘Mortdecai’. Wujudnya memang mirip sebuah spoof, dan oleh penulis skrip Eric Aronson bersama sutradara David Koepp, lebih dikenal sebagai scriptwriter terkenal dari sejumlah film-film terkenal dari ‘Mission: Impossible’ ke ‘Indiana Jones’, ‘Spider-Man’ dan ‘Jurassic Park’, plot-nya sudah disusun diatas banyak referensi ke campur aduk elemen lintas zaman dalam genre itu. Mengikuti tone asli novelnya yang memang sama sekali bukan parodi gila seperti ‘Austin Powers’, bukan pula action showcase seru dan hip alaJames Bond’ atau ‘Kingsman’ barusan, light comedy-nya, meski dipenuhi oleh hit and miss karena mengadopsi gaya Inggris yang kental, juga tak jelek. Hanya saja, tentu bagi banyak orang, ini seperti pilihan yang serba tanggung.

            Chemistry-nya, walau tak jelek, juga tak sempurna. Namun baik Gwyneth Paltrow yang memerankan Johanna yang elegan, Ewan McGregor sebagai clean and suave Inspector Martland, terlebih Paul Bettany yang paling menarik sebagai sidekick tangguh sekaligus menonjolkan sexual comedy-nya, bisa menutupi akting Depp yang memang masih tak bisa meninggalkan Jack Sparrow’s curse dengan gaya nyelenehnya. Pendukung-pendukung lainnya pun masih bisa memberikan dayatarik seperti Jeff Goldblum, Ulrich Thomsen dan mostlyOlivia Munn dalam eksploitasi keseksiannya.

           Selain itu masih ada presentasi teknis yang bagus dari production design dan sinematografi DoP asal Jerman Florian Hoffmeister yang karyanya sudah kita saksikan dari ‘In Secret’ dan ‘The Deep Blue Sea’. At many scenes, kita mungkin lebih sering tersenyum ketimbang tertawa, namun pemaparan heist intrigue lewat storytelling-nya yang cukup stylish, dan memang sophisticated seperti tagline-nya, paling tidak masih bisa menyisakan keseluruhan tontonan yang masih cukup fun. Ini memang mirip sekali dengan kasus ‘Hudson Hawk’ dulu, dengan konsep bagus yang sayangnya tergarap serba tanggung. Melihat hasilnya, rasanya tak yakin kalau niat Depp menjadikan ‘Mortdecai’ sebagai franchise bisa benar-benar terlaksana. A fun but half-baked spy adventure spoof. Sayang sekali. (dan)

~ by danieldokter on February 16, 2015.

One Response to “MORTDECAI : A FUN BUT HALF-BAKED SPY ADVENTURE SPOOF”

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi movies menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini http://www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: