FROM VEGAS TO MACAU II ( 賭城風雲Ⅱ ): WONG JING’S RETURN TO THE RIGHT MIX OF ACTION AND MO LEI TAU COMEDY

FROM VEGAS TO MACAU II ( 賭城風雲Ⅱ )

Sutradara: Wong Jing

Produksi: Bona International Film Group, Media Asia Films, Mega-Vision Pictures, Sun Entertainment Culture, Shaw Organisation, 2015

vegas 2b

            Oh yes. Name any Hong Kong directors, mungkin tak ada yang filmografinya sebanyak Wong Jing. Over so many genres and class, through ups and downs, ia masih konsisten membuat film sampai sekarang, walaupun genrenya tak pernah benar-benar konsisten. However, signature-nya yang paling dikenal, selain formula yang sebenar-benarnya ada di ranah komersil, ada dalam slapstick comedy, yang dalam perfilman Hong Kong secara lebih spesifik disebut dengan Mo Lei Tau (means nonsensical). Like a total nonsense, style komedi yang salah satunya sangat dipopulerkan oleh Stephen Chow (juga sebagian besar dari film-filmnya yang diarahkan Wong Jing) ini juga sekaligus jadi definisi perfilman mereka melalui dekade demi dekade, dan paling bersinar di akhir ’80-an ke awal ’90-an sebelum akhirnya kandas dilibas erotic genre bersama kejatuhan film mereka mirip seperti kita.

            On the other hand, gambling movies juga merupakan satu dari sekian banyak trend yang sangat mendefinisikan perkembangan sinemanya. Sempat marak di tahun ’70-an, tak ada yang menyangkal kejayaannya di akhir ’80-an ke awal ’90-an itu. Pionirnya juga datang dari Wong Jing lewat ‘God of Gamblers’, bahkan sebelum ‘All For the Winners’ mendongkrak nama Stephen Chow ke puncak ketenarannya. Dibintangi Chow Yun-fat dan Andy Lau sebagai hottest pair sinema mereka era itu, ‘God of Gamblers’ sebenarnya tak sepenuhnya orisinil. Membawa kembali genre gambling movies ke layar lebar, latar drama komedinya sedikit banyak merupakan saduran tak resmi dari ‘Rain Man’, hanya saja, diolah secara lebih kreatif. Dengan kesuksesan sekaligus popularitas karakter ‘Dewa JudiKo Chun alias Chocolate yang diperankan Chow, mengikuti kecenderungannya bermain aji mumpung dengan sekuel, ‘God of Gamblers’ pun diikuti sejumlah sekuel – spin-off– sekaligus crossover dimana ada dua sekuel pertamanya yang sama-sama dibesut Wong Jing dengan genre berbeda.

            ‘God of Gamblers 2’ (1990) yang memasangkan Andy Lau bersama Stephen Chow sebenarnya lebih berupa spin-off sekaligus crossoverGod of Gamblers’ dan ‘All for the Winners’, digagas dengan genre action comedy dengan gaya mo lei tau yang kental, sedangkan ‘God of Gamblers 2’ satunya, a.k.a.God of Gamblers Returns’ (1994; disini dirilis dengan judul Master Gambler) adalah straight sequel (tanpa Andy Lau) yang lebih setia ke tone film pertamanya. Setelah lama tak lagi mencetak box office hits walaupun jumlah filmografinya masih seabrek, tahun lalu, Wong Jing mengangkat kembali franchise ini ke sebuah sajian khusus Chinese New Year.

            ‘From Vegas to Macaua.k.a.The Man from Macau’ yang mengembalikan Chow Yun-fat ke genre gambling movies dengan dukungan Nicholas Tse dan komedian Chapman To itu sebenarnya tak juga benar-benar membawa trend-nya kembali meskipun sukses besar. Cenderung lebih mendekati ‘God of Gamblers’ walaupun komedinya sedikit lebih kental, dengan keseluruhan karakter baru, satu hal yang spesial adalah kemunculan kembali karakter Ko Chun di ending filmnya (juga diperankan Chow Yun-fat) diiringi dengan main theme karya Lowell Lo dan Sherman Chow yang jelas masih diingat oleh semua fans-nya. Tak ada yang terlalu spesial dari filmnya, namun seakan jadi kejutan yang tak disangka-sangka, mau tak mau, Wong Jing memang sudah memulai setup kuat untuk membangkitkan kembali franchise ini, dan diatas semuanya, setelah sederet mis-steps karir internasional berikut kiprah Chow di film-film lokal negaranya, ‘From Vegas to Macau’ paling tidak berhasil mengembalikan aktor legendaris itu ke hot seat-nya. At times, kembali dipaksa berkonyol ria dibalik tampilan foundation tebal untuk menutupi usianya yang kian menua, tapi tak sekalipun kehilangan pesona masa jayanya dulu.

            ‘From Vegas to Macau II’ bukan berarti lantas menyambung benang merah ke franchise lamanya secara langsung, walaupun sudah berani memulai opening credits-nya dengan main themeGod of Gamblers’ beraransemen beda. Tetap bergerak dari karakter baru Chow dalam film pertamanya, Ken, yang juga dikenal sebagai ‘God of Gamblers’ yang kali ini diminta pihak interpol untuk membongkar organisasi kriminal DOA yang berada diatas Mr. Ko (Gao Hu, karakter antagonis dari film pertama), yang kabarnya dikepalai seorang wanita Jepang bernama Aoi dan mengendalikan kejahatan dari atas pesawat pribadinya. Merasa tak enak atas permintaan mantan muridnya, agen interpol Vincent (Shawn Yue) lewat orangtuanya, sahabat lama Ken (diperankan David Chiang), Ken pun memulai misinya mencari akuntan DOA Mark (Nick Cheung) yang tengah berada dalam pelarian bersama putri kecilnya (Angela Wang), sementara ia juga dibayangi oleh kekasih masa lalunya, Molly (Carina Lau).

            Sama seperti formulanya memindahkan toneGod of Gamblers’ ke sekuel spin-off/crossover 1990nya dulu, Wong Jing juga menyiapkan sebuah kejutan meriah  dengan cameo lebih lagi di pakem mid-credits yang sama, lengkap dengan kemeriahan waktu rilisnya yang tetap menyambut Chinese New Year tahun ini. Hanya saja bedanya, Wong menambahkan formula action-nya secara jauh lebih eksplosif dengan taburan teknologi bersama sempalan mo lei tau comedy yang kian menggila disana-sini lewat karakter Mark yang diperankan dengan baik oleh aktor Hong Kong serba bisa Nick Cheung. Mendampingi Chow dan Cheung, aktor muda Shawn Yue mungkin sedikit tertinggal ketimbang porsi Nicholas Tse di film pertama (tapi bisa dimengerti dengan perubahan tone tadi untuk bertukar posisi dengan karakter komedik yang diperankan Chapman To di film pendahulunya), tapi Carina Lau dan sejumlah cameo dari David Chiang, Lolanto, Eric Tsang dan Wong Jing sendiri, adalah bonus yang sangat menyenangkan.

            Explosive actions yang juga mengikuti trend blockbuster Hong Kong belakangan ini sejak kesuksesan ‘Firestorm’, ‘The White Storm’ dan ‘Storm-storm’ pengikutnya, tanpa bisa disangkal, menjadi keunggulan yang membuat sekuel ini jauh lebih megah dari pendahulunya. Sementara komedi mo lei tau serba nonsense, ngaco dan tak nyambung melanggar semua aturan konsistensi plot itu – walau bagi sebagian bisa jadi terasa aneh, tapi tidak bagi pemirsa yang akrab dengan style ini di era kejayaannya dulu– turut melibatkan karakter mechanical butler yang diberi nama seharafiah mungkin, ‘Robot’, juga membuat kombinasinya semakin meriah. Kombinasi action, mo lei tau dengan sentuhan VFX dan teknologi itu, bahkan dengan gimmick 3D (sayangnya tak disini), dibesut Wong yang juga hampir selalu menulis skrip film-filmnya sendiri dengan intensitas menanjak menuju klimaks seru diatas pesawat udara bak sebuah spy movies yang memang cukup sering jadi elemen film-film Wong dari aksi hingga komedi.

            Tapi keunggulan terbaik ‘From Vegas to Macau II’ sebagai sekuel adalah gambling scenes dan heart factor yang tak pernah lepas lewat chemistry erat karakter-karakternya, mostly diantara Chow Yun-fat dengan Nick Cheung. Dalam pendekatan sangat mirip dengan apa yang dilakukan Wong dalam ‘God of Gamblers 2’ (1990), selagi gambling scenes yang jadi polesan wajib buat penekanan genrenya benar-benar tampil tak sekedar jadi tempelan dengan sempalan nonsense-magical slapstick yang luarbiasa hilarious bersama typical shots diatas kartu-kartu poker dan meja judi itu, almost without warning, Wong menyadarkan kita bahwa Nick Cheung, salah satu aktor terbaik yang bisa masuk ke peran apa saja dari protagonis ke antagonis dalam berbagai genre itu merupakan pasangan yang luarbiasa pas dengan Chow Yun-fat untuk membangun buddy-comedy-nya. Dan di usianya yang semakin menua, Chow Yun-fat ternyata masih gesit dibalik kehilangan bobotnya untuk beraksi dengan trademark dua senjata di tangannya, bahkan buat diserahi porsi komedi sekonyol apapun, once he’s very good at, yang sejak lama sekali sudah tak lagi kita saksikan.

            Secara samar namun bisa terlihat jelas oleh fans franchise-nya, Wong juga membangun karakter Mark dengan sedikit elemen homage ke karakter Stephen Chow yang mungkin sekarang akan sulit sekali diajak kembali ke film-film seperti ini dibalik idealismenya sebagai seorang sutradara inovatif. Walau bukan dibentuk sebagai master gambler dan menambahkan interaksi dramatis antara karakter Mark dengan putri kecil di tengah-tengah misi dan pelarian itu, porsi mo lei tau-nya terbagi dengan rapi antara karakter Chow dan Cheung. Surprise cameos di mid-credits scene, kali ini dengan durasi lebih panjang yang lagi-lagi akan lebih dikenali dead fans franchise-nya untuk semakin menjelaskan tendensi itu, benar-benar berhasil menambah kemeriahan feel-nya sebagai Chinese New Year Blockbuster. Okay, ini boleh jadi akan sangat segmented,  memang, apalagi waktu rilisnya tak benar-benar tepat di saat perayaan utama hari rayanya bersama pamor Chinese movies yang semakin menurun disini, tapi untuk siapapun yang dulunya sangat menikmati semua sajian ‘God of Gamblers’ terutama sekuel versi 1990-nya, ‘From Vegas to Macau IIis Wong Jings return to the right mix of action and mo lei tau comedy. A perfect treat for this Lunar New Year. Hilarious! (dan)

from vegas to macau 2

~ by danieldokter on March 3, 2015.

One Response to “FROM VEGAS TO MACAU II ( 賭城風雲Ⅱ ): WONG JING’S RETURN TO THE RIGHT MIX OF ACTION AND MO LEI TAU COMEDY”

  1. it would be good stephen chow present in this movie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: