AMERICAN SNIPER : A TAUT AND COMPREHENSIVE WAR BIOPIC

AMERICAN SNIPER

Sutradara : Clint Eastwood

Produksi : Village Roadshow Pictures, Mad Chance Productions, 22nd & Indiana Pictures, Malpaso Productions, Warner Bros, 2014

american sniper

            Walau bukan pertama kali, paling tidak dalam sepuluh tahun terakhir, kala pola film-film Oscar dianggap makin jauh dari resepsi penonton umum, mencari Oscar’s Best Picture nominee yang bisa berjaya di peringkat box office, sungguh tak mudah. ‘American Sniper’, in many ways, is like one of a kind. Biar statusnya bisa digolongkan blockbusters, ia jelas bukan ada di kelas ‘Titanic’ atau ‘Avatar’. So, bisa meraih kesuksesan luarbiasa dalam perolehan box office, bahkan di keseluruhan 2014 menempati peringkat teratas, sekaligus jadi film bergenre perang tersukses di Amerika dan dunia dalam sejarah, ini jelas spesial.

            Nanti dulu soal kontroversi menyangkut subjeknya. By numbers of victims, the most lethal sniper in U.S. military history, sosok Chris Kyle memang dengan sendirinya sudah kontroversial, apalagi menyangkut persepsi sebagian orang tentang keberadaan profesinya dalam aspek kemiliteran. Diangkat dari buku best sellerAmerican Sniper: The Autobiography of the Most Lethal Sniper in U.S. Military History’ dari Kyle, Scott McEwen dan Jim DeFelice sebelum insiden yang mengakhiri hidupnya di tahun 2013, setelah berpindah dari rencana awal penyutradaraan David O. Russell dan Steven Spielberg, skrip yang ditulis oleh Jason Hall, bukan juga seorang penulis high profile di Hollywood, ‘American Sniper’ memang digagas Eastwood bukan hanya sebagai semi-biopik dengan character study-nya, tapi juga film perang dengan moral anti-perang. Lagi-lagi, soal like and dislike seputar beda-beda persepsi itu akan sulit sekali buat dihindari. Sementara, pemilihan Bradley Cooper juga banyak dianggap cukup beresiko.

            Seperti rata-rata biopik, ‘American Sniper’ juga membahas sekilas kehidupan Chris Kyle (Bradley Cooper) sebelum mengabdikan diri menjadi U.S. Navy SEAL sniper dan awal kehidupan pernikahannya dengan Taya Renae (Sienna Miller) setelah pertemuan mereka di sebuah bar. Namun konfliknya baru dimulai sejak Kyle dikirim ke Irak setelah insiden 9/11. Menjalani profesinya di tengah dilema membidik macam-macam target hingga penduduk tak bersalah yang dipicu oleh keadaan hingga dikenal sebagai legenda dalam jajaran militer negaranya, Kyle terjebak dalam sebuah obsesi saat harus memburu pimpinan al-Qaeda ‘The Butcher’ Abu Musab al-Zarqawi (Mido Hamada) dan kehilangan banyak rekannya. Tak ada yang sama setelah itu, hingga lama setelah kepulangannya perlahan Kyle mulai mencoba bangkit dengan membimbing para veteran beradaptasi ke kehidupan sosial lewat pelatihan tembak.

            Oh ya, walaupun tetap berwujud biopik, lewat penelusurannya, ‘American Sniper’ tetap didominasi dengan pakem film perang sejenis yang didasari karakter-karakter fiktif sehingga tanpa bisa dihindari akan mendapat perbandingan dengan film-film seperti ‘The Hurt Locker’, ‘Zero Dark Thirty’ dan sejenisnya. Walaupun skrip Hall dan storytelling Eastwood tetap punya character study yang kuat dalam konteks biopik sekaligus menyemat moral anti-war-nya, ‘American Sniper’ tetap tak bisa lepas dari pola-pola perburuan target dengan penempatan protagonis – antagonis yang jelas. Di satu sisi ini memang membuat kecenderungan keberpihakan yang berpotensi jadi distraksi, tapi juga tak bisa disalahkan sebagai pilihan penceritaan, terutama untuk menyemat karakter Kyle sebagai sentralnya.

            Selagi source-nya memang didasari buku yang ditulis subjeknya sendiri sehingga penuh dengan distraksi testimonial, pendekatan Eastwood memang kerap punya pola-pola yang sama. Bahkan di salah satu biopik terbaiknya, ‘Bird’, Eastwood adalah Eastwood, dimana pakem penceritaannya selalu punya penempatan protagonis dan antagonis yang jelas. Ini mungkin yang membuat resepsinya berbeda-beda, namun di sisi baiknya, dengan segala elemen yang ia miliki, termasuk keberpihakan sekilas yang tetap tak meninggalkan moral anti-perang, ‘American Sniper’ sekaligus jadi salah satu war biopic yang lebih komprehensif dengan bidikan yang tepat. Dan tanpa bisa ditampik, Bradley Cooper memang berhasil menampilkan akting yang walau tak mengejutkan, tapi punya kedalaman lebih dalam penelusuran emosinya. Sienna Miller pun tak spesial, namun dengan penempatan cast pendukung yang tak satupun punya profil lebih, keduanya jadi terasa sangat menonjol sebagai sentral penceritaannya. In Eastwood’s way, ini berarti bagus, dan dalam nafas patriotisme yang cukup universal pula, fokusnya juga sama baiknya.

            Dalam pencapaian lain, ‘American Sniper’ juga sangat unggul dalam hal teknis, terutama kemenangannya respektifnya di Academy Awards lewat kategori sound editing. Betapa penggarapan teknisnya, dari sinematografi Tom Stern yang hampir selalu bekerjasama dengan Eastwood ke editing dan tata suaranya, memang sangat bekerja membuat penggambaran profesi sniper hingga manhunt thriller-nya jadi terasa begitu menegangkan sebagai war genre. Intense and gripping. Okay, soal mechanical baby itu memang berpotensi jadi kekurangan yang cukup mengganggu, tapi toh Eastwood dan kru-nya bukan tak punya alasan seperti yang sudah banyak dilansir mereka di media. Bahwa di sisi ini akhirnya ‘American Sniper’ terasa tak benar-benar cermat atau berusaha lebih, tapi secara keseluruhan bukan juga hal fatal yang mengganggu storytelling-nya.

            So, di luar rekornya sebagai nominee Best Picture Oscar yang walaupun tak jauh beda dengan rata-rata lainnya, bukan kelewat pop namun terbukti bisa sejalan dengan resepsi penonton awam, ‘American Sniper’ memang punya potensi untuk memperoleh mixed reviews serta bergantung pada banyak persepsi-persepsi kontroversial dari sebagian pemirsanya. Lagi, ini jelas bukan film Eastwood yang paling kuat, tapi juga jauh dari kata gagal. Dengan segala distraksi itu, ‘American Sniper’ tetap merupakan award contender yang sangat layak. A taut and comprehensive war studies, juga biopik yang cukup mampu membahas subjeknya dengan kuat. (dan)

~ by danieldokter on March 13, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: