AIR DAN API : NOT A BIG FIRE, BUT STILL A DECENT SEQUEL TO 2008’S INDONESIAN FIREFIGHTER HIT

AIR DAN API 

Sutradara : Raymond Handaya

Produksi : Starvision, 2015

air dan api 2

            Sekarang-sekarang ini, sekuel adalah rare case di perfilman kita. Tapi siapapun yang sudah menonton ‘Si Jago Merah’, produksi Starvision yang disutradarai alm. Iqbal Rais di tahun 2008, pasti tak akan tak setuju kalau filmnya dilanjutkan ke sebuah sekuel. Bukan hanya karena film itu lucu dalam gaya bertutur Iqbal yang hampir selalu komunikatif berikut ensemble cast dengan chemistry juara, tapi lebih karena sebagai komedi profesi yang masih cukup jarang ada di sinema kita, naskah yang ditulis oleh Hilman Mutasi dalam kualitas filmografinya yang naik turun, berhasil menangkap elemen-elemen penting yang selain akrab juga informatif ke profesi tersebut dalam lintas budaya lokal kita.

            Sayangnya, baru tujuh tahun setelahnya sekuel itu akhirnya dibuat. Satu hal terpenting yang sulit dipertahankan pastilah deretan main cast-nya. However, dengan plot baru yang ditampilkan, bukan berarti ia lantas jadi kehilangan potensi. Paling tidak, scene stealer terkuatnya yang lebih dikenal sebagai penyanyi ketimbang aktor, Judika, masih melanjutkan perannya disini bersama Deddy Mahendra Desta. Skripnya tetap ditulis oleh Hilman bersama sutradara Raymond Handaya yang di film pertama menjabat astrada, plus Away Martianto. Dan yang sedikit lebih menarik, poster promosinya lumayan jauh dari nuansa komedi.

            Bersama partner baru mereka, Abdur (Abdur Arsyad ; comic standup asal NTT), Gito (Deddy Mahendra Desta) dan Rojak (Judika Sihotang) mendapat tugas untuk membimbing petugas Damkar baru dibawah pimpinan komandan Dicky (Bucek). Diantara calon-calon baru ini, ada Dipo (Dion Wiyoko), pemuda idealis yang melawan keinginan ayahnya (Ferry Salim) untuk menjadikannya seorang pebisnis, Radit (Tarra Budiman), keponakan Dicky yang dipaksa ayahnya menjadi petugas damkar demi menanamkan tanggung jawab, serta Sisi (Enzy Storia), gadis cantik yang sejak kecil ingin mengikuti jejak almarhum ayahnya. Dalam pelatihan, cinta segitiga mulai berkembang diantara mereka. Radit terang-terang menaruh hati pada Sisi, sementara Sisi justru diam-diam menyukai Dipo yang masih terlibat hubungan dengan Tisha (DJ Una) yang menentang keinginannya jadi petugas Damkar. Semuanya memuncak pada kebakaran besar di sebuah gedung perkantoran dan akhirnya berujung pada kasus kebanjiran saat Gito dan Rojak turun tangan untuk menyelesaikan konflik diantara mereka.

            Rentang waktu panjang dari film pertama ke sekuelnya sebenarnya sudah dimulai dengan setup yang meskipun klise namun tetap terasa wajar. Pun begitu halnya dengan konflik yang bermain-main di ranah tak kalah klise soal cinta segitiga serta larangan orangtua untuk membedakannya dengan motivasi-motivasi karakter di film pertama. Adanya subplot campur aduk dari soal Rojak yang dikejar-kejar ibunya Mak Sondang (Lina Marpaung) untuk mencari jodoh akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama pada kakak Sisi, Kirana (Marissa Nasution) serta hubungan naik turun Gito dengan Novi (Girindra Kara), sesama petugas plus sedikit sempalan action, which is necessary needed regarding its theme, dengan penampilan singkat Volland Humonggio yang kebagian adegan aksi bersama Judika, juga masih berada di jalur yang pantas. Paling tidak, ‘Air dan Api’ masih cukup cerdas menyemat informasi tentang profesi yang meski dinamakan firefighter atau Damkar itu tak harus selalu berurusan dengan api, tapi juga punya kewajiban menghadapi segala macam persoalan lain sampai bencana banjir.

            Sayangnya, trio Dion Wiyoko – Enzy Storia – Tarra Budiman tak cukup kuat untuk meng-handle fokus utama dalam plot yang mendominasi 2/3 penceritaan ‘Air dan Api’. Bukan juga tak bermain cukup baik, namun screen presence dan kharisma mereka masih kalah jauh bahkan oleh penampilan supporting cast-nya seperti Abdur Arsyad, Lina Marpaung (Mak Gondut), Marissa Nasution, Joe P. Project dan mostly Bucek, hingga cameo yang mencakup Meriam Bellina, Inggrid Wijanarko, Mongol, Laila Sari dan banyak lagi. Apalagi, skrip Hilman – Raymond dan Away tak cukup memberi ruang lebih buat dua karakter lamanya yang tetap konsisten terlebih Judika dengan celotehan lucu khas Medan bersama Lina Marpaung hingga perempat akhir film dimana akhirnya ikon ‘Si Jago Merah’ kembali muncul. Di satu sisi, ini adalah flaws terbesar bagi ‘Air dan Api’ untuk bisa menyaingi kekuatan film pertamanya, terlebih oleh porsi komedi yang jadinya jauh tergerus tak lagi seimbang oleh drama-drama di sepanjang konfliknya.

            However, penyutradaraan Raymond memang berhasil menaikkan kelasnya dari film sebelumnya (‘I Love You, Masbro‘). Cara bertuturnya terasa jauh lebih lancar termasuk dalam meng-handle dua turnover penting dalam keseluruhan plot yang membutuhkan efek-efek lebih serius dalam pengadeganannya. Dengan tata teknis cukup bagus serta tak asal jadi yang menjadikan dua adegan penting itu berlangsung cukup seru untuk ukuran film lokal sejenis, ‘Air dan Api’ masih menyisakan keunggulan lain lewat pemilihan ending yang secara berani tampil berbeda dari biasanya sekaligus menegaskan konklusi cukup unik bahwa sekuel ini lebih mengarah pada episode pengisi ketimbang estafet karakter total terhadap franchise-nya. With some of those misfires, ‘Air dan Apiis not a really big fire, but still a decent sequel to its predecessor. In our cinema’s rare sequel case, ini adalah salah satu yang masih sangat layak buat disimak. (dan)

~ by danieldokter on April 6, 2015.

One Response to “AIR DAN API : NOT A BIG FIRE, BUT STILL A DECENT SEQUEL TO 2008’S INDONESIAN FIREFIGHTER HIT”

  1. Hahaha keren dan kocak filmnya🙂 sukses terus bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: