INSURGENT : A PROMISING SEQUEL THAT LIFT UP THE FRANCHISE

INSURGENT

Sutradara : Robert Schwentke

Produksi : Red Wagon Entertainment, Summit Entertainment, Mandeville Films, Lionsgate, 2015

insurgent

            Menyambung trend YA (Young Adults) adaptation dan kesukesesan ‘Twilight’ yang memulainya, ‘Divergent’ yang diangkat dari novel series karya Veronica Roth sebenarnya tak terlalu kuat, meskipun terlihat sangat punya potensi. Toh dengan hasil box office yang biarpun laku tapi tak terlalu besar, pihak pembuatnya mungkin benar-benar yakin dengan potensi itu. Packed with more budgets, franchise-nya dilanjutkan ke adaptasi buku ke-2-nya, ‘Insurgent’ bahkan dengan nama-nama lebih kredibel lagi di susunan cast and crew-nya. Sementara main cast-nya tetap kembali disamping Miles Teller yang jelas mendapat porsi lebih atas eksistensi yang makin kuat dalam industrinya setelah ‘Whiplash’ menuju ‘Fantastic Four’ baru nanti.

            Picked up whereDivergentleft off, setelah serangan Jeanine (Kate Winslet) dari Erudite dengan Dauntless soldiers dibawah pimpinan Eric (Jai Courtney) berhasil mendapatkan kotak misterius yang ternyata hanya bisa dibuka oleh Divergents, Tris (Shailene Woodley), Four (Theo James), Caleb (Ansel Elgort) dan Peter (Miles Teller) masih bersembunyi di kawasan Amity. Keributan yang dipicu oleh Peter terhadap Tris membuat pemimpin Amity, Johanna (Octavia Spencer) berniat mengusir mereka, namun keburu disatroni oleh Eric dan orang-orangnya. Tris, Four dan Caleb berhasil melarikan diri ke Factionless namun Peter dengan licik berpindah ke kubu Erudite. Disana, menyadari pimpinan Factionless adalah ibu Four, Evelyn Johnson-Eaton (Naomi Watts), mereka mulai menyusun kekuatan untuk melawan Erudite, namun Caleb yang trauma akibat pengalaman membunuh pertamanya memilih untuk memisahkan diri. Tris dan Four kemudian menuju Candor dan bertemu dengan pimpinannya, Jack Kang (Daniel Dae Kim), namun lagi-lagi Eric menyusul menyerang Candor. Pengejaran ini berlanjut hingga akhirnya Jeanine berhasil mendapatkan Tris yang menyerahkan diri akibat rasa bersalah terhadap komunitasnya, dan kemudian mendapatkan kenyataan mengejutkan tentang eksistensi mereka dari kotak misterius itu di tengah penyerangan Factionless terhadap Erudite. Semuanya belum berakhir disini dan masih akan berlanjut di instalmen ketiga, ‘Allegiant’ yang lagi-lagi akan dibagi menjadi dua film di 2016 nanti.

            Penyutradaraan yang beralih ke Robert Schwentke (sementara Neil Burger, sutradara film pertama kini ada di kursi executive producer) memang membuat ‘Insurgent’ jadi makin dinamis dalam tampilan adegan aksi dan efek visualnya. Skrip yang memuat nama Akiva Goldsman dan Mark Bomback, both are very credible Hollywood writer, plus Brian Duffield, pun berhasil mengemas plot kompleks dalam universe ribet yang tak digelar dengan benar-benar memorable oleh Burger di film pertama jadi jauh lebih enak buat diikuti. Sementara scoring yang dibesut Junkie XL dan diproduseri Hans Zimmer bisa bekerja dengan baik mengiringi action sequence-nya.

            Namun di saat pace lebih kencang, action yang jauh lebih seru serta visual cantik dari sinematografi Florian Ballhaus memberi keunggulan lebih untuk sekuel ini, seperti YA adaptation lainnya, titik berat utamanya memang tetap ada pada main cast-nya. Disini, Shailene Woodley tampil makin kuat bersama chemistry yang juga makin baik dengan Theo James. Ansel Elgort masih tak diberi kesempatan kelewat lebih dibanding Miles Teller yang mendapat kompleksitas tambahan atas konsistensi karakternya, begitu juga sebaris well known supporting cast-nya dari Maggie Q, Zoë Kravitz, Ray Stevenson, Mekhi Phifer plus Octavia Spencer serta Tony GoldwynAshley Judd yang mengulang peran mereka dalam beberapa flashback sequence. Di deretan antagonis, Jai Courtney juga mendapat sorotan lebih bersama Kate Winslet yang jadi semakin kuat dibalik interaksi yang ditunggu-tunggu bersama Naomi Watts. Walau sebagian side characters-nya masih terkesan sekedar tempelan, komposisi cast yang makin besar di ‘Insurgent’ sedikit banyak memang berhasil menambah kekuatannya.

            Selebihnya tentu ada di marketing campaign-nya. Dalam salah satu persyaratan mutlak YA adaptation, Divergent series ini memang boleh dibilang sangat berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada lewat awarding events di pangsa pemirsanya. Dari MTV Movie Awards, Teen Choice dan People’s Choice Awards, paling tidak, franchise-nya berhasil menapak eksistensi yang lebih kuat di tengah persaingan dengan YA adaptation lainnya, terutama satu yang paling berat dan punya similaritas tema, ‘The Hunger Games’. Walau masih berada di bawahnya, paling tidak ‘Insurgent’ sudah bisa meletakkan ekspektasi yang lebih baik ke finale-nya di 2016 nanti. A promising sequel that lift up the franchise. (dan)

~ by danieldokter on April 6, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: