ENTOURAGE : CELEBRATING THE HOLLYWOOD DREAMS

ENTOURAGE

Sutradara: Doug Ellin

Produksi: HBO, Closest to the Hole Productions, Leverage Entertainment, Ratpac-Dune Entertainment, Warner Bros, 2015

entourage

            Kecuali oleh fans setia serialnya, yang lain mungkin wajar bertanya-tanya, “Of all the famous TV series, why Entourage?”. Okay. Di luar kenyataan bahwa serial televisi HBO yang digagas Mark Wahlberg sebagai loosely-threaded biopic dari sejarah karirnya bisa bertahan selama 8 season dari 2004 – 2011 dengan sejumlah rekor nominee and wins dari Emmy, BAFTA hingga Golden Globe, besarnya fanbase serta alasan-alasan yang membuatnya pantas mendapat treatment layar lebar, jawaban paling jelas tentu karena Wahlberg dan Stephen Levinson (produser) serta Doug Ellin sebagai kreatornya lebih berani dari yang lain. Mereka bahkan berani menempatkan ‘Entourage’ ke tengah-tengah pertarungan summer movies 2015 sebagai satu yang dijadwalkan jadi ajang adu big-screen franchise paling seru dalam beberapa tahun terakhir.

            Namun diatas semuanya, mungkin ada dasar yang mendorong keberanian itu. Bahwa walau berfokus pada male friendship story sekelompok sahabat yang sama-sama berjuang meraih kesuksesan dalam karir mereka, ‘Entourage’ adalah sebuah show tentang Hollywood dan semua mimpi yang ada di dalamnya, berikut seabrek cameo seperti series-nya. Sebuah film tentang film, yang tentu tak juga memerlukan referensi terlalu banyak bagi kalangan luar pemirsa series-nya. Itu juga alasannya, mungkin, Ellin dan Rob Weiss yang menulis skrip setelah gagasan ini cukup lama timbul tenggelam dalam pengembangannya, memilih keberadaannya sebagai continuation of the series. Resikonya tetap ada. Selain tetap harus bergantung pada antusiasme fans serial sebagai lini utamanya, durasi terbatas untuk layar lebar mau tak mau membuatnya tak mungkin tampil sedalam 8 season long-running serialnya. Hasil B.O.-nya memang tak terlalu baik dengan review kritikus yang kebanyakan bernada negatif. But in terms of entertainment, nanti dulu.

            Menyambung bagian terakhir serialnya, ‘Entourage’ masih berfokus ke ‘boys from the hood’ Vincent Chase (Adrian Grenier), saudara tirinya Johnny Drama (Kevin Dillon), serta dua sahabatnya Eric ‘E’ Murphy (Kevin Connoly) dan Turtle (Jerry Ferrara). Vincent yang baru berpisah dengan istrinya menginginkan langkah baru dalam karirnya. Ari Gold (Jeremy Piven), mantan agennya yang sudah menjadi studio head memintanya main di produksi pertamanya, namun Vincent memaksa Ari untuk menyutradarainya sekaligus, dengan Johnny sebagai salah satu aktornya. 8 bulan kemudian, ‘Hyde’, film itu ternyata mengalami kendala bujet untuk penyelesaiannya. Meski awalnya Vincent menolak memperlihatkan hasilnya ke Ari, ia tetap ke Texas untuk meminta tambahan bujet pada koboi milyuner Larsen McCredle (Billy Bob Thornton) yang kemudian mengutus putranya, Travis (Haley Joel Osment) untuk melihat rough cut-nya di sebuah acara private screening. Bukannya berjalan mulus, kekacauan mulai terjadi kala Ari dan Travis punya resepsi berseberangan terhadap hasilnya dan makin memanas atas permintaan Travis mengganti Vincent dan Johnny.

            So you see, big screen continuation ini masih tetap bermain di konflik-konflik yang mirip dalam hal intrik-intrik industrinya, namun memang membiarkan plot dasar itu tak pernah jadi benar-benar terlalu dalam karena mereka tetap menyisakan ruang untuk subplot-subplot tiap karakternya sebagaimana ‘Entourage’ bergerak dengan pola penceritaan serial dengan ensemble characters sebagai sentralnya. Tak ada yang salah memang, namun ini membuat penggambaran versi layar lebar ini kerap jadi lebih mirip sekumpulan sketsa yang melompat-lompat ketimbang satu plot utuh. Begitu juga soal solusinya yang tak peduli jadi se-predictable apapun, Ellin agaknya memang lebih memfokuskan ‘Entourage’ sebagai konklusi tambahan penuh selebrasi kehidupan serta industri Hollywood. Mocking and at the same time, embracing them.

            But however, ia bisa mengatasi resiko utama ‘Entourage’ bagi pemirsa non fans TV series-nya dengan menyemat latar karakterisasi tiap tokohnya secara efektif. Tanpa memerlukan durasi berpanjang-panjang, chemistry yang sudah terjalin sepanjang lebih dari 7 tahun itu juga berjalan dengan lancar menjelaskan karakterisasi tokoh-tokoh sentralnya. Keakraban masing-masing pemirsa beda latar itu bisajadi memang relatif, tapi bukan berarti pemirsa non fans serialnya kesulitan untuk mengikuti keseluruhan storytelling-nya, bersama sempalan-sempalan komedi yang diwarnai oleh interaksi Eric dengan mantan tunangannya Sloan (Emmanuelle Chriqui), Turtle dengan Ronda Rousey sebagai celebrity crush-nya dan Vince dengan Emily Ratajkowski yang jadi titik penting konflik utamanya. Billy Bob Thornton dan Haley Joel Osment, di sisi lain juga jadi dayatarik lain atas peran mereka.

            Sentuhan-sentuhan love and hate terhadap Hollywood scenes and lifestyle itu pun semakin meriah dengan penampilan seabrek supporting dan cameo yang berseliweran di sepanjang film menuju ending event Golden Globe Awards yang cukup meriah. Dari rapper seperti Scott Mescudi, Common, T.I., lantas Gary Busey, Andrew Dice Clay, Jon Favreau, Kelsey Grammer, Armie Hammer, Chad Lowe, Bob Saget, David Spade, Mike Tyson, Pharrell Williams, George Takei hingga Jessica Alba, Liam Neeson plus Wahlberg sendiri, dan masih banyak lagi. Walau sebagian cukup ofensif dan mostly sangat male entitled, bukan berarti joke-joke-nya lebih banyak yang gagal mengundang tawa. Dan jangan lupakan juga sinematografi Steven Fierberg, shot in 35mm, yang sangat memberi penekanan dalam cinematic ride-nya.

            So don’t worry even if you’re not the fan of the series. Walau mungkin masih ada resistensi berbeda terhadap interaksi karakter yang jelas akan lebih dipenuhi excitement bagi penyuka serialnya, ‘Entourage’ versi layar lebar ini tetap akan bisa bekerja dengan baik bagi sekedar penyuka film apalagi yang punya antusiasme lebih mengikuti lifestyle dan pelaku-pelaku industrinya. A celebration of Hollywood Dreams. ‘The’ Hollywood Dreams. (dan)

~ by danieldokter on June 17, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: