POLTERGEIST: A FUN SPIN OF THE CLASSIC HORROR FANTASY

POLTERGEIST

Sutradara: Gil Kenan

Produksi: MGM, Ghost House Pictures, Vertigo Entertainment, 20th Century Fox, 2015

poltergeist

            Sebut 10 franchise horor terbaik, ‘Poltergeist’ pasti ada sebagai salah satu diantaranya. Walau sekuelnya, ‘Poltergeist II: The Other Side’ (1986) dan ‘Poltergeist III’ (1988) punya kualitas tak sebanding, ‘Poltergeist’ (1982) benar-benar merupakan sebuah pionir dalam pendekatan haunted house horror yang berbeda. Kolaborasi Steven Spielberg dan Tobe Hooper yang sempat diwarnai isu dualisme komando dalam produksinya itu masing-masing sudah menorehkan warna science dan scary dengan kekuatan sama, membuatnya nyaris berupa sebuah ‘one of a kind’ dalam horror cinema. Di saat pendekatan science soal aspek-aspek paranormal research hingga theory of energy yang diaplikasikan pada electrical devices-nya tetap terasa sangat Spielberg, sentuhan Hooper tetap menjaga feel horor-nya tetap bisa terlihat menyeramkan.

            Lagi-lagi berhadapan dengan isu sama terhadap perlu tidaknya karya-karya klasik itu kembali dihidupkan lewat remake, reboot, atau apapun sebutannya, ‘Poltergeist’ yang kini berpindah ke tangan sutradara Gil Kenan (‘City of Ember’) sejak publikasinya memang sudah mengundang beberapa reaksi. Namun keterlibatan Sam Raimi dengan Ghost House Pictures milik partner/sahabatnya, Robert G. Tapert di kursi produser, paling tidak memberikan ekspektasi berbeda, terlebih atas kesuksesan remakeEvil Dead’ kemarin.

            Keluarga Eric dan Amy Bowen (Sam RockwellRosemarie DeWitt) beserta tiga anak mereka – Kendra (Saxon Sharbino), Griffin (Kyle Catlett) dan si kecil Madison (Kennedi Clements) mulai menemukan kejadian-kejadian aneh di rumah baru mereka. Walau awalnya Eric dan Amy tak percaya, namun teror yang dialami Griffin diikuti hilangnya Madison secara misterius mau tak mau membuat mereka akhirnya mengetahui bahwa rumah itu dibangun diatas pekuburan kuno yang tak dipindahkan sepenuhnya oleh pihak developer. Meminta pertolongan pada parapsikolog Dr. Brooke Powell (Jane Adams) dan mantan partnernya, pengusir hantu terkenal Carrigan Burke (Jared Harris), mereka pun mulai mencari keberadaan Madison dan berusaha menyelamatkannya.

            Kecuali nama karakter dan pertukaran gender beberapa karakternya, tak banyak memang yang berubah dari plot-nya sebagai sebuah reboot atau remake. Selagi visi Raimi dalam aspek-aspek dimensional other worlds-nya sangat terlihat dengan jelas lewat visualisasi dan permainan efek, skrip yang ditulis oleh David Lindsay-Abaire, pemenang Pulitzer lewat ‘Rabbit Holeplay (juga versi filmnya) sayangnya terlalu memfokuskan versi 2015 ini ke soal-soal parapsikologis atau paranormal science-nya.

           Betul memang, sisi ini menjadi satu kekuatan besar yang membuat ‘Poltergeiststandout secara berbeda sebagai horor-nya Spielberg, namun menambahnya terlalu cepat dan terus menerus hingga nyaris menenggelamkan satu persyaratan penting yang tak boleh juga dilupakan dalam persepsi klasik film orisinilnya. Keseraman yang tetap  begitu terjaga di tangan Hooper; menerjemahkan scientific approach Spielberg bermain-main dengan electrical devices dengan kengerian luarbiasa dibalik taglineThey’re Here’ saat aktris cilik Heather O’Rourke – yang meninggal saat ‘Poltergeist III‘ dalam produksi – berkomunikasi dengan roh di depan TV, kini tak lagi meninggalkan kesan apa-apa.

          Dan bukan hanya menanggalkan atribut seram-seramannya, sempalan humor yang sepertinya sangat dinikmati Kenan juga makin keterusan dari latar yang dibahas skrip Lindsay-Abaire lewat karakter Carrigan Burke yang diperankan Jared Harris dan hubungan lamanya dengan Dr. Brooke Powell yang diperankan Jane Adams. Bukan chemistry mereka tak bagus, tapi mau tak mau sisi yang mendominasi hingga ke after credit scene-nya ini jadi memindahkan atmosfer scary versi 1982-nya menjadi scary fun dan cenderung lucu ketimbang mengerikan.

            Tak ada juga yang salah dengan cast lain termasuk Rosemarie DeWitt yang cukup bagus, sementara Kennedi Clements yang seharusnya menggantikan Heather O’Rourke menjadi icon, bukan tak bagus tapi sedikit tertutupi oleh Kyle Catlett (tahun lalu muncul dalam ‘The Young and Prodigious T.S. Spivet’-nya Jean-Pierre Jeunet), yang tampil jauh lebih intens memerankan abangnya. Namun Sam Rockwell dengan ekspresi tipikalnya adalah miscast berantakan yang makin meruntuhkan elemen horor dalam versi 2015 ini. Bersama Jared Harris, Rockwell lebih terlihat sebagai karakter playful yang kelihatan lebih sangat menikmati tiap-tiap scientific process itu ketimbang seorang ayah yang stress luarbiasa karena kehilangan putri kecilnya. Scoring dari Marc Streitenfeld juga jauh dibanding Jerry Goldsmith dulu, dan malah ikut bermain-main seolah tak mementingkan atmosfer horornya. Sementara sinematografi Javier Aguirresarobe (‘Twilight: New Moon‘ & ‘Eclipse‘ serta remakeFright Night‘) terlihat sangat masuk dengan film-film horor fantasi ala Raimi. Bagus, tapi tak spesial.

             So begitulah. Cara mereka memindahkan versi 1982 dengan relevansi science ke tahun 2015 tentu bukannya digagas sama sekali tanpa alasan. Powered up those aspects dengan VFX – gimmick 3D dan memilih tak meninggalkan beberapa memorable scenes berikut electrical devices play-nya dengan cukup kreatif, ‘Poltergeist’ tetap punya nods yang cukup baik ke film orisinilnya. Salahnya hanya satu, that’s if you wish this reboot / remake to be something as scary, this newPoltergeistis a bit lazy. Sebuah enjoyable summer ride yang lebih mementingkan fun factor ketimbang atmosfer horornya. A fun spin of the classic horror fantasy, dan tak lebih dari itu. Sayang sekali. (dan)

~ by danieldokter on June 25, 2015.

2 Responses to “POLTERGEIST: A FUN SPIN OF THE CLASSIC HORROR FANTASY”

  1. Ooo. Yang ini remake ya. Kirain lanjutan yang sebelumnya.

  2. ganti kek website nya mas bikin sakit mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: