THE MAN FROM U.N.C.L.E.: A SLICK AND STYLISH ESPIONAGE ACTION REVAMP

THE MAN FROM  U.N.C.L.E.

Sutradara: Guy Ritchie

Produksi: Ritchie/Wigram Productions, Davis Entertainment, Warner Bros, 2015

the man from uncle

            Oh ya. Bahkan di negaranya sendiri, tak banyak mungkin generasi sekarang yang mengenal franchise oldies yang satu ini. Sebagai TV series produksi MGM – Arena kreasi Sam Rolfe yang aslinya ditayangkan di NBC dari tahun 1964-1968, ‘The Man from U.N.C.L.E.’ yang dibintangi Robert Vaughn dan David McCallum sebagai dua spionase antar bangsa Napoleon Solo (AS) dan Illya Kuryakin (Rusia), unlikely pair dibalik isu Cold War, bukanlah sebuah serial yang forgettable. Popularitas serial ini di eranya bahkan sempat menelurkan 8 feature films yang diangkat dari pilot episode serta beberapa episode yang berkesinambungan, walau kebanyakan hanya jadi konsumsi luar Amerika. Belum lagi sejumlah merchandise, novels / comics companion hingga serial spin-off-nya, ‘The Girl from U.N.C.L.E.

              Hanya saja, dalam rentang jauh hingga sekarang, memang nyaris tak ada produk revisited-nya kecuali reunion TV movieThe Return of the Man from U.N.C.L.E.: The Fifteen Years Later Affair’ di tahun 1983 yang juga tak kedengaran gaungnya sampai jauh, berikut perilisan DVD-nya di awal 2000-an. Walau sempat ditayangkan di TVRI di akhir ’70-an, kebanyakan publik kita yang ada sekarang, mostly generasi ’80-an, lebih mengenalnya lewat merchandise lokal berupa gambar umbul atau pita viewmaster. Begitupun, rencana adaptasi layar lebarnya yang melibatkan nama-nama besar sejak 2010 dari sineas Steven Soderbergh ke aktor-aktor kelas A dari George Clooney, Leonardo di Caprio hingga Tom Cruise tak lama setelah Guy Ritchie masuk ke proyeknya di tahun 2013, mau tak mau membuat orang melirik kembali franchise aslinya. Dan memang tak sulit di zaman sekarang untuk mengakses episode-episode lama itu.

               Menggagas revamp project-nya bersama Lionel Wigram, partner Ritchie dalam adaptasi ‘Sherlock Holmes’ yang kini sudah berkolaborasi membentuk Ritchie/Wigram Productions, mereka memang tak menggunakan metode yang serupa walaupun ‘The Man from U.N.C.L.E.’ juga berdiri di atas duo-lead, walau tetap ada banyak kesamaan pendekatan dari bangunan chemistry-nya. Mungkin sadar juga bahwa knowledge kebanyakan pemirsa sudah terlalu jauh dari source-nya, Ritchie dan Wigram menarik konsepnya menyerupai sebuah total reboot dengan perombakan origin menuju karakterisasi asli secara bertahap yang banyak kita jumpai di karya-karya adaptasi ala ‘Star Trek’-nya J.J. Abrams ataupun Bond versi Craig, walau tak sepenuhnya persis, secara serial orisinilnya pada awalnya tak pernah merencanakan Illya menjadi pairing Solo hingga sosok David McCallum dengan rambut blonde berpotongan The Beatles-nya membuat pemirsa wanita masa itu histeris. Menggantikan Tom Cruise, Henry Cavill akhirnya bergabung bersama Armie Hammer. Bagi yang sudah mengenal source aslinya, walau tak persis punya kemiripan fisik, pasti bisa melihat adanya ketepatan pemilihan cast dari pasangan yang masing-masing sudah punya nama sebagai Superman dan The Lone Ranger ini.

             ‘The Man from U.N.C.L.E.’ pun dimulai dengan perseteruan agen CIA mantan pencuri profesional Napoleon Solo (Henry Cavill) dengan agen KGB Illya Kuryakin (Armie Hammer) dibalik sasaran yang sama; seorang wanita misterius bernama Gaby Teller (Alicia Vikander), putri ilmuwan Nazi (Christian Berkel) yang membelot ke AS setelah akhir WWII namun diculik oleh suami istri milyuner simpatisan Nazi Alexander dan Victoria Vinciguerra (Luca Calvani & Elizabeth Debicki) untuk membangun senjata nuklir. Atas ancaman keselamatan dunia, atasan CIA dan KGB, Saunders (Jared Harris) dan Oleg (Misha Kuznetsov) akhirnya mengambil langkah memerintahkan Solo dan Kuryakin bekerjasama mendapatkan kembali cetak biru senjata itu buat atasan mereka masing-masing. Selagi Teller dan Kuryakin diserahi peran samaran untuk menemui paman Teller, Rudi (Sylvester Groth) yang dicurigai sebagai penghubung dalam kasus penculikan itu, Solo menyaru sebagai dealer barang antik demi mendekati Victoria. Tentu saja semua tak berjalan mulus dibalik kecurigaan Solo terhadap Kuryakin dan sebaliknya, sementara eksistensi Teller justru makin mencurigakan bersama campur tangan Alexander Waverly (Hugh Grant), agen senior MI6 ke tengah-tengah misi ini. Semuanya sebelum terbentuknya organisasi rahasia di luar agensi yang ada, yang kita kenal sebagai U.N.C.L.E. (United Network Command for Law and Enforcement).

               Guy Ritchie dan Lionel Wigram agaknya mengambil keputusan tepat di atas loyalitas ke setting waktu serial aslinya. Membawa adaptasi layar lebar ini kembali ke atmosfer film-film spy era ’60-an di tengah isu Cold War yang sama, mereka menjadikan looks sebagai kekuatan utama ‘The Man from U.N.C.L.E.’. Dari sisi tampilan yang hampir selalu menjadi amunisi utama Ritchie di film-filmnya, ‘The Man from U.N.C.L.E.’ memang terlihat sangat stylish, sexy dibalik interior dan exterior retro set-nya , props & vehicles serta deretan cast utama yang dipenuhi pretty faces dari heroes hingga villains-nya; tanpa sekalipun melupakan detil-detil wardrobe dan makeup hingga tatanan rambut bak sebuah vintage fashion show yang sangat meriah.

              Di situ pula, ia jadi terlihat begitu leluasa menyemat referensi-referensi genre-nya dibalik sejumlah elemen teknis yang luarbiasa cantik. Sinematografi DoP John Mathieson bersinergi menampilkan ‘60s british looks bersama perpindahan set antar negaranya, scoring retro Daniel Pemberton + soundtracks yang meski tak mengambil referensi asli score milik Jerry Goldsmith namun dipenuhi vintage instruments sound yang menjadikannya bagai paduan definitif genre spy ’60-an, serta editing James Herbert yang comically sangat Ritchie terutama dalam presentasi adegan-adegan action-nya yang tak biasa. Kekuatan ini masih ditambah lagi dengan kehadiran signature terkuat Ritchie yang lain; chemistry between the main ensemble.

               Begitu asyiknya memang skrip yang ditulis Ritchie bersama Wigram menampilkan deret demi deret umpan balik dan reaksi dalam interaksi Cavill dan Hammer, yang walau mengalami perombakan origin story namun tetap digagas dengan detil-detil signature karakter asli penuh necessary stereotypes yang dulu diperankan dengan bagus oleh Robert Vaughn dan David McCallum. Ini sangat mengingatkan formula yang digunakan Ritchie dalam menyatukan Robert Downey, Jr. dan Jude Law di ‘Sherlock Holmes’, tapi tak sampai se-nyeleneh itu, tanpa pula melupakan Alicia Vikander yang digagas skripnya seolah menjadi femme fatale penuh teka-teki ke tengah-tengah mereka.

            Dengan balance pas ke screen presence yang bagus terhadap masing-masing karakter utama ini, termasuk side character penting Mr. Waverly yang diperankan tak kalah menarik oleh Hugh Grant, Ritchie bahkan masih sempat bermain-main dengan potensi old fashioned heroism Cavill yang tak pernah mencapai puncaknya di ‘Man of Steel’, sekaligus mendorong kharisma Hammer jauh melebihi ‘The Lone Ranger’ dimana sosoknya yang jadi titular character film itu tertutupi oleh Johnny Depp. Oh ya, disini Cavill yang bermain santai justru terlihat lebih Superman daripada film yang menjadikan dirinya sebagai karakter Superman.

              Sayang memang, langkah panjang proses produksinya yang terlalu berjarak dengan ingatan banyak orang ke source material-nya membuat hasil perolehan box office-nya tak se-menggembirakan critics reaction, walaupun jelas bukan termasuk deretan summer blockbusters yang flop total di pasaran. Ini bisa jadi berpengaruh terhadap rencana sekuelnya, tapi percayalah. Not only being the best lookin’ summer blockbuster this year, dengan elemen-elemen penuh reference dari Ritchie baik terhadap source dan genre-nya, apalagi buat penggemar film-film spy vintage, ‘The Man from U.N.C.L.E.’ adalah sebuah pameran espionage action yang membawa kita kembali ke fun factors yang hampir sepenuhnya terlupakan dalam trend genre-nya belakangan ini. It’ll spoil your eyes to the point of visual orgasms. Slick, stylish and hip! (dan)

~ by danieldokter on September 1, 2015.

2 Responses to “THE MAN FROM U.N.C.L.E.: A SLICK AND STYLISH ESPIONAGE ACTION REVAMP”

  1. Nonton bertiga, kakek ( 79 tahun ) dan si kecil ( 10 tahun ), kita bertiga bisa kompak tidak ngantuk dan tertawa bersama selama menonton film asyik ini . We want more……

  2. […] KINGSMAN: THE SECRET SERVICE – THE MAN FROM U.N.C.L.E. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: