THE TRANSPORTER REFUELED: STILL FAST CARS, ACTION AND SEXY LADIES

THE TRANSPORTER REFUELED

Sutradara: Camille Delamarre

Produksi: Belga Films, Canal+, EuropaCorp, TF1 Films, Fundamental Films, 2015

Transporter Refueled

            Okay. FranchiseThe Transporter’ memang sangat klik dengan nama Jason Statham sebagai satu yang sangat membesarkan namanya di ranah film aksi Eropa yang mendunia. Karakter ciptaan Luc Besson dan Robert Mark Kamen ini kini kembali dihidupkan sekaligus lewat TV series dan instalmen layar lebar terbarunya, masing-masing dengan aktor berbeda buat menggantikan Statham. Juga menjadi joint production dengan China, salah satu anak emas sasaran pasar internasional lewat bendera Shanghai-based Fundamental Films, mungkin ada alasan yang jelas dibaliknya, salah satunya karena instalmen pertamanya sudah menggamit Shu Qi sebagai female lead. Setelah 3 instalmen, Besson mungkin merasa sudah waktunya melakukan refreshing terhadap franchise-nya, dan ‘Refueled’, memang harus diakui cukup menarik sebagai pilihan judul.

            Dan ‘The Transporter Refueled’ bukanlah satu sekuel yang mengikuti trend reboot  banyak franchise sekarang ini. Tak lantas membawa kita ke asal-usul titular character itu, ini tak jauh beda dengan instalmen-instalmen sebelumnya, melanjutkan petualangan Frank Martin (kini diperankan Ed Skrein yang masih jauh berusia di bawah Statham) dalam misi terbarunya. Tetap dengan prinsip kerja yang sudah kita kenal dari film-film sebelumnya, menerima tawaran dari Anna (Loan Chabanol), PSK internasional misterius yang menyimpan rencana dengan tiga rekannya; Gina (Gabriella Wright), Maria (Tatjana Pajković) dan Qiao (Wen Xiayu), Frank tak menyangka ia bakal terjebak di tengah intrik perampokan bank yang mengarah pada Arkady Karasov (Radivoje Bukvić), gembong mafia human trafficker, while the dad (Ray Stevenson) now comes along as the bait.

            There you go. Line terakhir itu memang kedengaran menarik seperti ‘Indiana Jones’ yang di instalmen ketiganya membawa serta sang ayah ke tengah petualangannya. Ray Stevenson juga jelas punya kredibilitas cukup meyakinkan untuk melebur di tengah-tengah petualangan aksi seru ala franchise-nya. Sayangnya, kecuali effort baru yang juga tak lantas jadi kelewat maksimal di skrip Besson bersama Bill Collage dan Adam Cooper, ‘The Transporter Refueled’ masih sepenuhnya berpegang di resep-resep lamanya; fast cars, guns, punch and (sexy) ladies. Terlihat jelas kalau sutradara Camille Delamarre, editor yang masih protege Besson dan sudah membesut ‘Brick Mansion’ tempo hari, memilih bermain aman mengikuti jejak gurunya. Tak ada yang salah dengan itu.

           Namun Ed Skrein, anotherGame of Throneshunk, jelas bukan Statham. Bukan pilihan yang salah, mungkin, at least karena gesturnya sebagai action hero baru Besson cukup punya similaritas dibalik tampilan agak botak dan brewok halus itu, namun ketrampilan aksinya meng-handle koreografi laga agaknya masih cukup jauh di bawah Statham. Dalam banyak adegannya, ekspresi dan intonasi Skrein masih kerap terlihat terlalu manis ketimbang gahar, juga dengan lemparan-lemparan pukulan yang terasa kurang bertenaga. Sementara Ray Stevenson walau cukup menarik tapi tak terlalu banyak diserahi porsi laga, yang lebih bersinar dalam ‘The Transporter Refueled’ adalah Loan Chabanol, model sekaligus ambassador L’Oréal yang sebelumnya sudah merambah layar lebar dalam ‘Fading Gigolo’ dan ‘The Third Person’. Paling tidak, Chabanol mampu menyaingi kekuatan female lead dari instalmen pertama yang menurun agak lemah di dua sekuel sebelumnya.

            Selebihnya tentulah resep-resep baku franchise-nya. Seperti pendahulunya, ‘The Transporter Refueled’ memang membawa pameran fast cars dengan car chase sequences jadi salah satu bintang utama di tengah rumbling punch, gunfights dan tak ketinggalan tampilan cewek-cewek seksi serta exotic European sets yang jadi blend dibalik latar plot human trafficking-nya kali ini. While Skrein is obviously no Statham, ‘The Transporter Refueled’ masih cukup bisa beraksi dengan semua elemen yang dimilikinya. It’s not refueled with the same power, tapi masih cukup seru menyambung nafas franchise-nya. (dan)

~ by danieldokter on September 17, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: