BLACK MASS: A SCORSESE FEST THAT BROUGHT DEPP OUT OF HIS SLUMP

BLACK MASS

Sutradara: Scott Cooper

Produksi: Cross Creek Pictures, RatPac-Dune Entertainment, Warner Bros, 2015

black mass

            Dari salah satu pencapaian karirnya sebagai man-muse Tim Burton di sederet film-filmnya – plus highest selling Disney franchise, ‘Pirates of the Caribbean’, Johnny Depp memang menunjukkan spesialisasinya memainkan fairytale characters with almost full mockup ke sosoknya. So, sekilas memang tak ada yang aneh ketika promo-promo ‘Black Mass’ dirilis dengan tampilannya yang lagi-lagi lain dari biasa. But the thing is, Jack Sparrow’s curse yang begitu susah dilepaskannya lewat sejumlah film-film terakhirnya, satu alasan mengapa karirnya kian menukik ke bawah dengan film-film yang gagal memberi performance bagus di box office, memang membuat fans-nya menunggu-nunggu kebangkitan Depp kembali. Disitu, lewat trailer-trailer yang bergulir kemudian, Depp agaknya berhasil memberikan performa yang beda.

            Okay, mungkin ada satu alasan yang jelas bahwa ‘Black Mass’ memang tak bermain di ranah yang menyerempet komedi, walaupun dalam deretan film-film di genre-nya, sebagian transformasi karakter-karakter itu digagas dengan sentuhan komikal – dalam batas-batas keseriusan yang beda. Diangkat dari buku non-fiksi ‘Black Mass: The True Story of an Unholy Alliance Between the FBI and the Irish Mob’ karya Dick Lehr dan Gerard O’Neill, ‘Black Mass’ berkisah tentang salah satu gembong penjahat Irish-American Whitey Bulger dibalik salah satu kasus yang mencoreng wajah FBI bersama awal program perlindungan saksi di masanya. Sementara poin pentingnya adalah sejauh mana sutradara Scott Cooper dari small indie features, award nominee Crazy Heart’ dan ‘Out of the Furnace’ bisa meng-handle tema-tema yang mencatat satu ranah terkuat Martin Scorsese di genre-nya.

            South Boston, 1975. ‘Black Mass’ dibuka dengan sepak terjang small-time gangster James ‘Whitey’ Bulger (Johnny Depp) melebarkan sayapnya terhadap semua organisasi mafia di kawasannya termasuk mafia Italia Angiulo Brothers bersama kelompoknya, ‘Irish-American Winter Hill Gang’; Stephen ‘Rifleman’ Flemmi (Rory Cochrane), hitman Johnny Martorano (W. Earl Brown) dan bocah baru kepercayaan mereka Kevin Weeks (Jesse Plemons). Aksi Bulger yang sebenarnya punya adik di posisi berlawanan sebagai senator, William Bulger (Benedict Cumberbatch) mulai membuat agen FBI John Conolly (Joel Edgerton) yang masih sahabat masa kecilnya mencium kesempatan untuk menaikkan karirnya. Mengajak Bulger bekerjasama sebagai informan FBI untuk menghantam Angiulo Brothers dengan imbalan kekebalan hukum dari program perlindungan saksi yang baru dijalankan FBI, walau ditentang atasannya Charles McGuire (Kevin Bacon) namun didukung John Morris (David Harbour), rekannya, tahap-tahap awal kerjasama setelah disetujui Whitey berjalan lancar namun lama kelamaan, dengan agenda Whitey melindungi kelompoknya sambil terus menjalankan praktek kejahatan, apalagi saat ia harus kehilangan anak dan istrinya (Dakota Johnson), operasi ini mulai berantakan dengan jatuhnya korban dimana-mana tanpa lagi bisa dikontrol Connoly bersama orang-orangnya. Kepindahan Fred Wyshak (Corey Stoll), jaksa penuntut tangguh ke biro mereka pun mulai semakin dalam menyelidiki kerjasama ini dengan satu tujuan akhir; menghentikan aksi kejahatan Whitey dan membawa serta orang-orang serta agen korup yang terlibat di dalamnya.

            Skrip yang ditulis oleh Jez Butterworth dari ‘Edge of Tomorrow’ dan the upcomingSpectre’ bersama Mark Mallouk memang berusaha terlihat menarik batasan beda terhadap konsep karakter yang walau punya plot berbeda namun terasa punya banyak pendekatan dan pola-pola similar dengan ‘Goodfellas’. Hasilnya cukup baik, dimana walaupun karakter Billy yang diperankan Benedict Cumberbatch terasa sedikit underused, cukup banyak side characters yang sangat terangkat dalam penyajian tepat sebuah powerhouse ensemble performance. Skrip itu, however, cukup memberi ruang  dalam durasi yang ada terhadap para karakternya untuk saling bergantian menjadi fokus yang membuat mata pemirsanya tak beranjak menyaksikan akting para aktornya, bahkan aktor-aktor yang tak terlalu high profile seperti Rory Cochrane, David Harbour, Corey Stoll dan Jesse Plemons di tengah nama-nama lebih lainnya termasuk Kevin Bacon, Peter Saarsgard, Adam Scott, Julianne Nicholson dan Juno Temple. Cara Butterworth dan Mallouk mengemas storytelling-nya juga punya ketepatan pace yang sangat diperlukan dalam genre-nya. Keep it intense with proper portion of graphic violence.

            ‘Black Mass’ juga punya keunggulan lebih dari penggarapan teknisnya. Di tengah penyutradaraan Scott Cooper, which surprisingly works like depicting all the Scorsese’s best in the genre, ada sinematografi bagus dari Masanobu Takanayagi dan scoring sangat berbeda dari Junkie XL. Detil-detil perpindahan tahun dalam set-nya tertata dalam desain produksi serta set artistik yang bagus dan sangat meyakinkan sebagai sebuah film dengan kualitas award contender.

            Namun dayatarik terbesarnya tetaplah ada pada akting Johnny Depp sebagai Whitey Bulger. Successfully comes out of his slump, seakan tak ada lagi jejak-jejak aktingnya menjadi Jack Sparrow yang tersisa disini. Kelihatan dingin dan menyeramkan dengan penekanan emosi yang tepat saat mengamuk di atas serious and comical balance yang pas, tak tanggung-tanggung, Depp sudah menggoreskan salah satu penampilan terbaiknya yang sudah lama ditunggu-tunggu. Dan ada dukungan luarbiasa solid juga dari Joel Edgerton, yang membuat karakter John Conolly ikut jadi fokus terdepan dalam penceritaannya. Villanous beasts yang tetap membuat kita bisa begitu terkoneksi dengan karakterisasi yang ada.

            Dengan kekuatan-kekuatan itu, ‘Black Mass’ memang merupakan salah satu kontender terbaik dalam genre-nya. A Scorsese fest that brought Depp out of his slump. Bagus! (dan)

~ by danieldokter on September 29, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: