THE WALK: A RARE VISUAL TOUR DE FORCE

THE WALK

Sutradara: Robert Zemeckis

Produksi: TriStar Pictures, ImageMovers, 2015

the walk

            If you ever heard the true story, atau pernah menonton sebuah dokumenter berjudul ‘Man on Wire’ (2008, James Marsh) yang memenangkan Grand Jury Prize di Sundance, Outstanding British Film untuk BAFTA sekaligus Best Documentary Feature Oscar 2009, then you knew, apa yang dilakukan Phillippe Petit, seorang high-wire artist asal Perancis di tahun 1974 menggelar atraksi menyeberangi twin towers World Trade Centre di atas sebuah kawat/kabel baja memang benar-benar sebuah keajaiban. Namun lebih dari sekedar keajaiban kisah nyatanya, dokumenter yang diangkat dari novel memoir Petit sendiri, ‘To Reach the Clouds’ (juga dirilis dengan judul yang sama dengan dokumenternya) itu merupakan sebuah kisah perwujudan mimpi dan passion dari karakter utamanya.

            Membesut adaptasi fiksi yang sebenarnya punya garis batas tipis dengan ‘Man on Wire’ karena sama-sama memuat rekonstruksi, Robert Zemeckis yang sekaligus menulis skripnya bersama Christopher Browne, kolaboratornya di ImageMovers, walau tetap berdasar memoir tadi, sebenarnya tak terlalu jauh mengubah pakem penceritaan yang juga ada di ‘Man on Wire’. ‘The Walk’ pun tetap punya sisi storytelling heist movies ala ‘Ocean’s Eleven’ dan sejenisnya dalam usaha nyata perekrutan tim Petit, berikut sepenggal motivasi masa mudanya yang tak kalah penting, namun yang membuatnya jauh berbeda adalah visual.

          Menyuntikkan re-enacments berdasar real footages-nya, Zemeckis bersama DoP Dariusz Wolski yang baru saja menyajikan effort mengagumkan dalam ‘The Martian’ barusan, membesut ‘The Walk’ dengan rarities in visual beauty. Sebuah 3D movie event sebagai sebuah keharusan untuk merasakan tiap sisi keajaiban dibalik tantangan hidup-mati yang dialami Petit dari event aslinya. Inilah yang sejak jauh-jauh hari menjadi pertaruhan spectacle dari kiprah mereka dalam ‘The Walk’, while pemilihan Joseph Gordon-Levitt sebagai Phillippe Petit, jelas jadi nilai jual yang juga tak kalah tinggi.

            Dengan narasi langsung dari Phillippe Petit (Joseph Gordon-Levitt), ‘The Walk’ pun dimulai dengan sebuah flashback untuk memperkenalkan siapa Petit dan mengapa aktivitas high-wire acrobatic itu menjadi passion serta mimpi dibalik inspirasi dari Papa Rudy (Ben Kingsley), seorang anggota sirkus keliling yang dijumpainya sejak berusia 8 tahun (diperankan oleh Soleyman Pierini). Perkenalannya dengan Annie (Charlotte Le Bon), pengamen keliling mulai membuka jalan dan berlanjut dengan fotografer Albert (Ben Schwartz) yang menjadi sahabat terdekatnya. Dari atraksi di Katedral Notre Dame, Paris, bersama Annie dan Albert, Petit pun mengumpulkan kru-nya untuk mimpi terbesar menaklukkan Amerika lewat rencana gila menyeberangi World Trade Centre. Ada penjual walkie-talkie J.P. / Jean-Pierre (James Badge Dale), Jean-Louis (Clément Sibony), Jeff / Jean-Francois (César Domboy) dan Barry Greenhouse (Steve Valentine) yang ikut mengantarkan Petit meraih mimpi gilanya di tahun 1974 ini, bahkan mungkin salah satu yang paling menggetarkan dalam world history of high-wire performance.

         Kolaborasi Zemeckis dan timnya memang berhasil membawa ‘The Walk’ sebagai biopik dengan storytelling luarbiasa menarik diatas pendekatan heist movie yang tak biasa. Sesantai performa Joseph Gordon-Levitt yang memang mau tak mau lebih banyak menyampaikan dialognya dengan bahasa Inggris berintonasi Perancis yang tak peduli se-nyata apapun tetap terdengar agak komikal, namun punya gestur tak kalah luarbiasa menokohkan karakter asli biopiknya, Zemeckis dan Browne tak pernah menempatkan ‘The Walk’ dengan dramatisasi berlebihan. It was told rather fun than filled with serious twists or turns, namun disana pula chemistry karakter-karakter yang memang cukup minim itu terasa menjadi begitu hidup – terutama oleh penampilan bagus Charlotte Le Bon, scene-stealing presence César Domboy serta Ben Kingsley – buat berjalan diatas durasinya, sekaligus dengan kuat memberi motivasi dan penjelasan-penjelasan kecil buat membangun detil lebih yang kadang bahkan menyerempet fantasy feel tapi menggaris batas jelas bahwa ‘The Walk’ sama sekali bukan blockbuster yang sepenuhnya bertendensi komersil belaka.

          Namun menyambung kontinuitas visual yang memang sudah terlihat spesial sejak awal, Dariusz Wolski-lah yang benar-benar berjasa sebagai partner Zemeckis mengantarkan highlight terbesar ‘The Walk’, ke 30 menit klimaks rekonstruksi true event penuh keajaiban itu. Di belakangnya, ada Alan Silvestri dengan scoring yang juga hadir dengan kualitas instant classic di film-film legendaris yang memanfaatkan kekuatan komposisi melodiusnya tanpa harus kehilangan depth. Visually impressive at best, bahkan mungkin satu yang terbaik serta luarbiasa unik dalam sejarah visualisasi sinematik, ditambah dengan teknologi 3Dwith eyepopping scenes and incredible depth – yang ikut diposisikan sebagai elemen penting penceritaan jauh dari hanya sekedar gimmick, mereka menempatkan pemirsanya dalam sebuah pengalaman penuh keajaiban, merasakan ketegangan terkatung-katung di ketinggian twin towers dengan peringatan khusus buat pengidap acrophobia, tapi buat selebihnya bisa terasa cantik luarbiasa. A cinematic experience unlike any other.

          So, ‘The Walk’ memang bekerja sebagaimana Zemeckis dan kru-nya merancang semua elemennya dengan kecermatan tak terbayangkan. It works best at being light and fun, tapi bukan berarti kehilangan kedalaman esensinya sebagai sebuah ultimate tale of dream and passion. Bukan hanya satu sajian terbaik tahun ini, one of Zemeckismasterpiece, tapi juga memberikan pengalaman sinematis yang belum tentu kita dapatkan setiap waktu dari film-film yang pernah ada. A rare visual tour de force. Luarbiasa! (dan)

~ by danieldokter on October 11, 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: